Senin, 10 September 2018

MENYIKAPI ANAK YANG TIDAK KONSISTEN BANGUN PAGI



Seri Tanya Jawab Enlightening Parenting
Nara Sumber : Okina Fitriani

Tanya : 

Saya kesulitan membangunkan anak pagi-pagi. Sempat beberapa kali berhasil dibangunkan dengan kesepakatan menggunakan alarm. Mereka sempat excited ketika pertama kali melakukannya. Sekitar 7  kali berhasil, lalu mulai agak susah.

Selasa, 04 September 2018

Ragu Ingin Keliling Indonesia Sekeluarga? Gunakan 14 Jurus Silat Lidah



Keluarga Kusmajadi

Bahagianya punya sahabat yang unik banget.. tiada duanya💕💕💕. Kami sama-sama penggerak Enlightening Parenting, sama-sama belajar dari CikGu Okina Fitriani. Sengaja aku ingin memperkenalkan sahabatku, karena aku dan teman-teman semua bisa belajar sangat banyaaak dari dia.

Namanya Melati M Puteri. Sebenarnya sebelum kami dekat, aku sudah beberapa kali bertemu dia di Kuala Lumpur. Pernah juga bertemu saat Mbak Mel ikut jadi peserta  training Transforming Behavior Skill untuk alumni Enlightening Parenting. Kesan pertama melihat dia biasa saja, kalem, sepertinya orangnya pendiam. Barulah waktu kami sama-sama jadi fasilitator training di Jogja, aku dan Mbak Mel punya kesempatan banyak buat ngobrol.

Kami sekamar di hotel tempat penyelenggaraan training saat itu. Naah.. barulah ketahuan aslinya. Ternyata orangnya asyik banget. Dan jelas  nggak pendiam karena kami bisa ngobrol berjam-jam sampai mata tak sanggup melek lagi. Obrolannya bergizi,  menambah ilmu, menambah wawasan, menambah kebijaksanaan.

Jumat, 27 Juli 2018

CARA MEMBERDAYAKAN DIRI DENGAN SELF TALK


Saat pertama kali diperkenalkan tentang Neuro Lingusitic Programming (NLP) oleh CikGu Okina Fitriani, beliau menjelaskan tentang NLP Presupositions.  Buat Emak-emak dasteran yang pikirannya simple, aku cukup pusing dengan belasan macam NLP Presuposition itu. Kalimat-kalimatnya singkat, tapi punya makna yang dalam. Untuk mudahnya, aku menganggap bahwa NLP Presuppositions itu adalah prinsip berpikir, sikap dalam memandang dunia dan prinsip berperilaku dalam ilmu NLP.

Salah satu NLP Presupposition yang kemudian dalam perjalanan hidupku terbukti bermanfaat adalah  yang satu ini :


Senin, 02 Juli 2018

Honeymoon Ala Biker dan Boncenger di Kampung Sampireun Garut


Kampung Sampireun Garut

Dua puluh tahun jadi pasangan suami istri,  Aku dan si Akang Sutedja tentu inginnya rumah tangga kami langgeng, sakinah mawaddah warrahmah sampai kehidupan abadi di surgaNya, Aamiin..

Malam menjelang  28 Juni 2018, aku dan Akang nyantai tidur-tiduran di kamar. Kami mengenang lagi setiap mile stone perjalanan pernikahan kami. Alhamdulillah..Banyak sekali nikmat kebahagiaan yang kami rasakan.

Selalu bahagiakah? Ya ada juga bumbu lainnya dong. Kami, eh tepatnya aku, pernah baper-baper nggak jelas saat menanti Allah menitipkan amanah tamu istimewaNya. Lalu anak-anak lahir, seiring dengan karier si Akang dan rezeki  yang terus meningkat .

Selasa, 05 Juni 2018

Kisah Dumdum dan Rasamaha


Keberadaan kucing-kucing liar yang berkeliaran di lingkungan cluster tempat tinggal kami rupanya menyentuh hati anak-anakku, Anin dan Dea. Seingatku, sejak kami pindah ke Bogor tahun 2009, Anin dan Dea sering membelikan makanan kucing untuk diberikan pada kucing-kucing liar yang  menghampiri teras taman samping rumah kami.

Silih berganti kucing-kucing liar datang. Satu persatu mereka diberi nama oleh Anin, Dea dan Rafif. Dulu ada yang namanya si Cross, Mopi, Culun, Belang, Koneng dan lain-lain. Satu persatu mereka menghilang. Ada yang mati kecemplung kolam ikan di taman cluster, ada yang mati di trotoar jalan  karena sudah tua, ada juga yang menghilang tak pernah muncul lagi. Kemungkinan kucing-kucing itu ditangkap, ditertibkan dan dibuang  oleh satpam cluster.

Rabu, 18 April 2018

Cara Jitu Mengugurkan Keyakinan yang Tidak Memberdayakan dengan Meta Model


Kalau kita punya keyakinan yang tidak memberdayakan terhadap diri sendiri, terhadap anak, suami atau orang lain, jangan di pelihara ya.. Mending pelihara kucing atau ayam  J

Keyakinan-keyakinan yang tidak memberdayakan sering disebut limiting beliefs atau mental block. Keyakinan ini jika disematkan kepada diri sendiri akan menghambat kita bertumbuh menjadi lebih baik.  Jika disematkan pada orang lain menjadi label negatif yang selain tidak baik bagi orang tersebut, juga mengganggu emosi kita sendiri saat menghadapi orang tersebut.


Contohnya apa sih limiting belief itu? Kalau ada yang bilang begini,

“Aku itu pemalas.”

“Anakku  yang bungsu itu lemot.”

“Suamiku nggak pernah mendengarkan aku.”

“Aku nggak bisa bicara di depan orang banyak.”

Limiting belief atau label buruk yang kita sematkan pada diri sendiri maupun orang lain membuat kita  tidak punya respon yang luas, sehingga merugikan diri  atau orang-orang terdekat yang kita beri label itu. Kok bisa merugikan?

Jumat, 13 April 2018

TIPS MENYIKAPI SUAMI SUKA MARAH DAN MEMUKUL ANAK


Seri Tanya Jawab Enlightening Parenting
Nara Sumber : Sutedja Eddy Saputra dan Okina Fitriani

Punya suami yang suka marah dan memukul anak? Bagaimana menyikapi dan apa yang harus dilakukan untuk mengatasi hal yang demikian?

Mari simak  poin-poin yang dirangkum dari sesi tanya jawab materi PERAN AYAH dalam Training Enlightening Parenting di Surabaya 7-8 April 2018, bersama nara sumber Sutedja Eddy Saputra dan Okina Fitriani.


Tanya : Suami saya dididik dengan keras oleh orangtuanya dengan hukuman fisik . Salah satunya, pernah kepalanya dibenturkan ke tembok oleh orangtuanya. Ketika menikah, kami sering mengalami perbedaan pendapat dalam hal  cara mendidik anak. Suami saya bersikeras bahwa  anak harus dikerasi.  Saat dia marah dan melakukan hukuman fisik pada anak, saya langsung meng-interupsi, karena saya tak tega pada anak. “Jangan, jangan di pukul!” Begitu saya katakan pada suami. Padahal saya tahu, tidak boleh berbeda pendapat di hadapan anak. Saya sudah memberi tahu suami, tetapi di lain waktu masih saja suami berkeras harus mendisiplinkan anak dengan hukuman fisik. Bagaimana  cara mengatasi hal ini ?

Selasa, 10 April 2018

LONG DISTANCE RELATIONSHIP DAN RAHASIA MENGAJAK SUAMI AKTIF BERMAIN DENGAN ANAK



Seri Tanya Jawab Enlightening Parenting
Nara Sumber : Okina Fitriani dan Ronny Gunarto

 Seorang istri menjalani Long Distance Relationship (LDR) dengan suaminya  karena suami bekerja  jauh dari tempat tinggalnya. Sang istri  mengeluh tentang cara mengajak suami aktif bermain dengan anak saat suami berada di rumah.

Berikut ini  tips dari Mas Ronny Gunarto dan Mbak Okina Fitriani yang disarikan dari materi “KOMUNIKASI SUAMI ISTRI “ yang disampaikan dalam  Enlightening Parenting Training,  Surabaya 7-8 April 2018.


Tanya : Saya  dan suami  menjalani LDR. Kami punya anak usia 3 tahun. Saat suami jauh, selalu saya yang menghubungi dia dengan video call supaya bisa ngobrol dengan anak. Lalu ketika suami pulang, dia kurang aktif bermain dengan anak.  Bagaimana sebaiknya, apakah saya harus ikut suami, atau biarlah seperti ini keadaannya, dan apakah meski LDR hubungan kami bisa tetap baik juga?

Sabtu, 31 Maret 2018

TIPS MENGEMBALIKAN ANAK PADA FITRAH BAIKNYA : BANGUN DINI HARI.


SERI TANYA JAWAB ENLIGHTENING PARENTING
BERSAMA PSIKOLOG OKINA FITRIANI


Masih ingatkah kita, bahwa bayi suka sekali bangun menjelang subuh?

Manusia didesain Tuhan untuk beribadah dan memulai kegiatan produktif sejak dini hari.
Tapi apa yang dilakukan sebagian orangtua? Mereka sibuk menidurkan lagi bayinya supaya kegiatan pagi orangtua tidak terganggu.

Lalu kemudian orangtua mengeluh. " Kenapa kok kamu susah sekali bangun pagi, Naaaak??!!"
Andakah orangtua yang seperti ini? Mari kembalikan lagi anak ke fitrah baiknya : bangun subuh/ dini hari.
Caranya? Ikuti di sini ya.

Kamis, 29 Maret 2018

TIPS MENGATASI PERILAKU MEMUKUL PADA ANAK BALITA

Bila anak balita memukul, apa yang sebaiknya dilakukan orangtua?




Mbak Okina Fitriani, founder Enlightening Parenting menyarankan beberapa hal berikut ini :

1. Berhenti melabel anak, lakukan chunking down untuk menghilangkan label atau limiting belief yang terlanjur dilekatkan pada anak. Selesaikan emosi.

2. Lakukan "The Power of Touch"
Pijatan itu"memberi makan" terhadap lapar sentuhan yang mungkin tidak terpenuhi saat 0-2 tahun, atau anak memiliki kebutuhan sensori yang masih tinggi. Tekniknya bisa dicari, googling saja aneka pijatan sensori/stimulasi bayi. (ini pijatan untuk situasi normal ya. Untuk Anak Berkebutuhan Khusus berbeda. Anak ABK programnya tailored sesuai assesment.

3. Jadilah detektif kebaikan yang mengapresiasi setiap kebaikan yang dilakukan anak, meski pun kebaikan kecil.

4. Konsisten, fokus pada tujuan.

5. Optimalkan peran ayah.

6. Check mainan, tontonan dan perilaku orang-orang yang terlibat dalam pengasuhan anak, apakah dari situ anak ketularan emosi atau perilaku memukul?

Detailnya bagaimana? Silakan disimak sharing pengalaman Mbak Winda, salah seorang alumni Training Enlightening Parenting berikut ini :

CARA MEMPERBAIKI LABELING POSITIF YANG TERLANJUR DILAKUKAN PADA ANAK

Sudah terlanjur sering menyebut anak hebat, anak pintar, anak shaleh, dan berbagai label positif pada anak? STOP DOING IT! Lakukan jurus memuji efektif sebagai langkah perbaikan. Simak tanya jawab berikut ini

TANYA JAWAB ENLIGHTENING PARENTING  
NARASUMBER : OKINA FITRIANI


Rabu, 28 Maret 2018

KIAT MENGHINDARI MELAKUKAN ANCAMAN TERHADAP ANAK

(TANYA JAWAB ENLIGHTENING PARENTING. NARASUMBER : OKINA FITRIANI)


T : Saya masih sulit sekali menghindari mengancam terhadap anak. Saya merasa masih terbatas dalam berkomunikasi dengan baik dalam kondisi tertekan. Karena ingin cepat, akhirnya keluar juga ancaman. Bagaimana cara mengatasinya ?

Rabu, 24 Januari 2018

MENGHALAU GALAU DENGAN PARENTAL COACHING


Banyak orang berpendapat ilmu parenting  hanya cocok untuk anak-anak usia balita hingga mencapai baligh saja. Kalau anak sudah lebih dewasa, sudah telat menerapkan ilmu parenting. Pendapat ini sungguh tak berdasar.

Kenyataannya, ilmu parenting tetap sangat dibutuhkan di semua tahap perkembangan anak. Masalah yang dihadapi anak pun terus berkembang. Maka tugas orang tua  menerapkan pengasuhan tetap berlanjut hingga nyawa terpisah dari raga. Tak terkecuali saat sang anak yang sudah menjadi mahasiswi tiba-tiba galau.

Pesan   Whatsapps masuk ke telepon selular-ku, dari si sulung.

Jumat, 29 Desember 2017

MENYELAM ALA WISATA KEKINIAN DI UMBUL PONGGOK

Anak-anak jaman now kalau diajak liburan, inginnya ke tempat-tempat yang sedang  hitz dan kekinian.  Padahal belumlah lengkap semua destinasi tempat wisata Jogja kami kunjungi, kami malah beralih ke arah  Klaten, Jawa Tengah demi memenuhi keinginan anak-anak dan keponakanku. Ada apa di sana?



Salah seorang sahabat merekomendasikan tempat wisata Umbul Ponggok, yang terletak di Jl. Raya Ponggok-Delanggu, Ponggok, Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Maka meski kami harus menempuh sekitar 42-an Km atau satu jam lebih dua puluh menit bermobil dari Jogja, kami tetap semangat menuju Umbul Ponggok.

Selasa, 26 Desember 2017

Melewati Senja Romantis di Floating Market dan Kota Mini Lembang


Sore menjelang senja. Aku duduk dengan nyaman di jok si Kuning, memeluk erat pinggang suamiku, si Akang . Kami berdua tengah menjalani one day sweet escape, melepaskan diri sejenak dari segala rutinitas sehari-hari. Touring dengan moge, meski hanya jarak dekat, dari Bogor ke Lembang,  sejenak merasakan efek adrenalin yang meningkat dari kegiatan berpetualang di atas kuda besi, namun cukup membuat kami merasakan energi baru.

 Setelah menjelajahi Farmhouse Susu Lembang, kemudian makan siang yang kesorean menikmati sate dan tongseng, kini kami  meluncur  mengikuti petunjuk Google maps menuju Floating Market.

Lokasi Floating Market terletak di Jalan Grand Hotel no. 33 E, Lembang, Jalur Kampung Leuit A1, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.  Tempat ini buka hari Senin –Jumat jam 09.00-17.00 dan Sabtu-Minggu  dari jam 9 pagi hingga jam 20.00.

Perjalanan tak memakan waktu lama. Tiba di lokasi, kami langsung membeli 2 tiket masuk @Rp. 20.000,- Tiket itu sudah termasuk minuman hangat millo, choco latte atau coffe latte yang bisa diperoleh di sebuah stand di dekat pintu masuk. Lumayan deh untuk menghangatkan badan.


Senin, 18 Desember 2017

A Parent’s Diary- Anakku Tamu Istimewa


Mengasuh anak  jaman now  tak bisa lagi hanya dengan mencontek cara-cara pengasuhan jaman old. Tantangan pengasuhan saat ini sudah demikian hebatnya, sungguh sangat berbeda kondisinya dibanding jaman dulu.

Orangtua sekarang butuh ilmu parenting yang aplikatif, bukan cuma teori yang hanya mengendap di kepala tanpa tahu cara mempraktekkannya. Ibaratnya, ketika  berhadapan dengan kondisi genting misalnya anak berada dalam kondisi emosi marah, bingung, cemas, kecewa, takut, bahkan histeris atau tantrum, orangtua sudah tahu langkah apa yang harus dilakukan.  Tak ada  lagi bingung, atau ketularan emosi negatif anak sehingga akhirnya orangtua malah melakukan tindakan yang tidak memberdayakan.

Dengan teknik dan metode terstruktur, mencerahkan, mudah dipahami dan dipraktekkan oleh orangtua dengan latar belakang pendidikan apa pun, kegiatan pengasuhan anak bukan menjadi sebuah beban tetapi  menjadi sesuatu yang menyenangkan baik bagi orangtua maupun  anak. Hal inilah yang menjadi ciri Enlightening Parenting yang dikembangkan oleh Okina Fitriani, seorang Psikolog dan Master di bidang human resources yang mendalami bidang psikologi: Neuro-Linguistic Programming dan Brain Development.

Enlightening Parenting  (EP) adalah konsep, prinsip dan metode pengasuhan yang disarikan dari Al-Qur’an, Hadist, Sirah, dan Psikologi Perkembangan berbasis riset maupun penanganan kasus-kasus dengan dibantu teknik-teknik Neuro Linguistic Programming (NLP) sebagai sarana pendukung. Enlightening Parenting tidak hanya sesuai bagi keluarga muslim tetapi juga bagi keluarga dari berbagai latar belakang agama karena nilai-nilai yang dijadikan dasar merupakan kebenaran universal. Terbukti pula bahwa peserta training Enlightening Parenting tidak hanya keluarga muslim, bahkan juga pasangan- pasangan dari berbagai bangsa seperti Arab, Amerika latin, Filipina, India dan lain-lain.

Teori-teori, teknik dan metode Enlightening Parenting sudah teruji dan terbukti mudah diterapkan dalam pengasuhan anak. Para alumni kelas training Enlightening Parenting seringkali membagi pengalaman sukses mereka menerapkan materi EP  di group alumni. Demikian banyaknya pengalaman-pengalaman sukses tersebut, sehingga menggerakkan dua orang alumni, Gita Djambek dan Juliana Dewi, untuk mengumpulkan kisah-kisah itu dalam sebuah buku.

Dengan semangat menebarkan ilmu dan inspirasi kepada para orangtua, lahirlah buku A Parent’s Diary- Anakku Tamu Istimewa, yang disebut dengan buku PD.

Dalam buku PD,  dua puluh satu orang ibu dan ayah berbagi  kisah nyata menerapkan materi EP untuk mengatasi berbagai permasalahan anak di kehidupan sehari-hari. Kisah mereka disampaikan dengan gaya bertutur ringan, mudah dicerna, enak dibaca, mencerahkan, mudah dimengerti, mudah ditiru dan diterapkan oleh orangtua mana pun.

Kisah nyata apa sajakah yang dituangkan dalam 6 Bab buku PD? Mari kita intip teaser-nya satu persatu.

BAB 1 : “ MENGATASI PERTENGKARAN ANAK”


Jumat, 15 Desember 2017

Pre-Order Buku A Parent's Diary- Anakku Tamu Istimewa



*PO Parent’s Diary: Personal & Reseller*

PO dibuka tanggal *9-13 Juli 2018*

1. pemesanan dilakukan dengan *mengisi google form*
http://bit.ly/POBukuParentsDiary

khusus bagi *reseller*, pemesanan adalah *minimal 10 pcs.*

2. PO ini memungkinkan pembelian bundling dengan buku penunjang The Secret of Enlightening Parenting (EP) >> EP & PD : 125.000

3. harga buku belum termasuk ongkir.
ongkir akan dipertimbangkan berdasarkan jumlah buku dan alamat pengiriman. apabila terdapat selisih antara estimasi dan aktual ongkir, maka kelebihan ongkir akan disalurkan sebagai sedekah melalui badan amal.

4. setelah mengisi google form, harap chat Ke WA Admin no. +628111875209 dengan menyebutkan :

*sudah isi google form, atas nama : [nama lengkap]*

contoh :
_sudah isi google form, atas nama : Eka Mardila_

5. admin akan membalas WA dengan menginformasikan *total harga buku, ongkir dan no. rekening di chat WA japri tersebut*.

6. pemesan melakukan *pembayaran buku dimuka dengan men-transfer pembayaran dan mengirimkan bukti pembayaran melalui WA japri*.

7. buku akan dikirim kurang lebih 1 minggu setelah PO ditutup (20 Juli 2018) dan *hanya dikirimkan kepada pemesan yang sudah transfer pembayaran total.*.

8. setelah buku dikirimkan, Admin akan mengirimkan informasi melalui WA japri.

Kamis, 26 Oktober 2017

KOMUNIKASI SUAMI ISTRI KUNCI KEBERHASILAN PENGASUHAN ANAK


Satu hal yang sangat mendasar dalam pengasuhan anak dan  membina rumah tangga  adalah komunikasi suami istri. Bagaimana tidak? Mau tak mau, orangtua adalah teladan bagi anak-anaknya. Bila suami istri bisa berkomunikasi dengan baik, nyaman, adem ayem, kompak, penuh kasih sayang, mesra dan harmonis, maka anak akan melihat seperti itulah contoh nyata rumah tangga  sakinah yang kelak akan mereka bentuk di masa depannya. Anak akan mencontoh, seperti itulah cara suami memperlakukan istri, dan cara istri memperlakukan suami. Anak-anak akan melihat betapa berumah tangga itu menetramkan hati,  dan membuat anak-anak merasakan hadirnya surga di rumah mereka sendiri. Dalam rumah tangga seperti itu, anak-anak akan tumbuh dengan fitrah baik yang tetap terjaga.

Ronny Gunarto & Okina Fitriani

Beda halnya kalau anak melihat pola komunikasi orangtuanya morat-marit, saling menyalahkan, saling menuntut, saling menyindir, saling bersaing, bicara dengan nada keras, kata-kata kasar, bahkan saling menyakiti baik lewat kata maupun secara fisik. Kondisi ini berpotensi merusak fitrah baik anak, bahkan menimbulkan trauma. Yang paling parah, bagaimana kalau anak mengira bahwa memang seharusnya demikianlah cara  suami memperlakukan  istri dan sebaliknya, lalu kemudian mempraktekkan hal yang sama dalam rumah tangga mereka. Duh....

Demikian pentingnya komunikasi suami istri sebagai dasar untuk pengasuhan anak,  maka aku ingin membagikan salah satu materi yang disampaikan Mas Ronny Gunarto dalam training Enlightening Parenting for Dads , di hotel POP! Kelapa Gading Jakarta, 21-22  Oktober 2017 lalu. 

Selasa, 24 Oktober 2017

Review Buku " Berlibur, Berburu Beasiswa, Belajar, Bekerja dan Bermukim di Australia Barat"




Sudah lama tidak jalan-jalan ke luar negeri, rasanya sudah sangat ingin melakukan hal ini lagi. Tapi kemana?

Ketika ngobrol via Whatsapps Call dengan sahabatku, Novi Wilkinson, dia bilang Australia Barat bagus. Dalam hati aku berkata,

” Ah, tentu saja Novi bilang Australia Barat menarik. Lha kan dia tinggal di sana. Pasti sengaja bilang begitu supaya aku mau jalan-jalan ke sana.”

Novi bercerita dengan penuh semangat tentang hal-hal baru dan menarik yang dia jumpai di sana. Dia baru saja pindah dari Kuala Lumpur ke Perth. Dia bilang dia jatuh cinta pada Perth.

Kamis, 19 Oktober 2017

ANCHOR CINTA



Dalam berinteraksi dengan orang-orang, terutama orang terdekat dan tercinta, misalnya suami dan anak-anak, ada kalanya timbul emosi tertentu yang kurang memberdayakan. Ya wajarlah, kita sendiri dan mereka adalah  manusia biasa. Anak-anak  dan suami tentu tidak bisa  24 jam bersikap manis dan menyenangkan. Sementara kondisi emosi diri kita juga tidak selamanya stabil, bisa saja di saat-saat tertentu misalnya  mengalami pre –menstruasi, sehingga  menjadi lebih sensitif.

Bila dalam berinteraksi kemudian timbul “percikan-percikan” yang menimbulkan emosi negatif , apakah yang  bisa dilakukan untuk mengatasi keadaan itu?

Mau marah-marah? Berkata dengan nada tinggi, mata melotot, atau mengucapkan kalimat dengan nada rendah tapi isi kalimatnya “pedas”? Ngomel dan menumpahkan semua uneg-uneg biar hati kita puas? Itu pilihan, Kawan.

Tapi selama ada pilihan yang lebih baik, mengapa tak kita pilih jalan yang lebih baik itu? Bukankah orang yang paling baik adalah yang berlaku paling baik pada keluarganya?
Seperti yang diriwayatkan ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda :
Ø®َÙŠْرُÙƒُÙ…ْ Ø®َÙŠْرُÙƒُÙ…ْ لأَÙ‡ْÙ„ِÙ‡ِ ÙˆَØ£َÙ†َا Ø®َÙŠْرُÙƒُÙ…ْ لأَÙ‡ْÙ„ِÙŠ
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik bagi keluarganya. Dan aku orang yang paling baik bagi keluargaku” [HR. At Tirmidzi no: 3895 dan Ibnu Majah no: 1977 dari sahabat Ibnu ‘Abbas. Dan dishahihkan oleh Al Albani dalam Ash Shahihah no: 285].

Jadi kalau kesal, kecewa, marah, gondok, sebal atau apalah itu pada suami dan anak-anak,  harus bagaimana?