Tampilkan postingan dengan label Touring. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Touring. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Juli 2018

Honeymoon Ala Biker dan Boncenger di Kampung Sampireun Garut


Kampung Sampireun Garut

Dua puluh tahun jadi pasangan suami istri,  Aku dan si Akang Sutedja tentu inginnya rumah tangga kami langgeng, sakinah mawaddah warrahmah sampai kehidupan abadi di surgaNya, Aamiin..

Malam menjelang  28 Juni 2018, aku dan Akang nyantai tidur-tiduran di kamar. Kami mengenang lagi setiap mile stone perjalanan pernikahan kami. Alhamdulillah..Banyak sekali nikmat kebahagiaan yang kami rasakan.

Selalu bahagiakah? Ya ada juga bumbu lainnya dong. Kami, eh tepatnya aku, pernah baper-baper nggak jelas saat menanti Allah menitipkan amanah tamu istimewaNya. Lalu anak-anak lahir, seiring dengan karier si Akang dan rezeki  yang terus meningkat .

Selasa, 26 Desember 2017

Melewati Senja Romantis di Floating Market dan Kota Mini Lembang


Sore menjelang senja. Aku duduk dengan nyaman di jok si Kuning, memeluk erat pinggang suamiku, si Akang . Kami berdua tengah menjalani one day sweet escape, melepaskan diri sejenak dari segala rutinitas sehari-hari. Touring dengan moge, meski hanya jarak dekat, dari Bogor ke Lembang,  sejenak merasakan efek adrenalin yang meningkat dari kegiatan berpetualang di atas kuda besi, namun cukup membuat kami merasakan energi baru.

 Setelah menjelajahi Farmhouse Susu Lembang, kemudian makan siang yang kesorean menikmati sate dan tongseng, kini kami  meluncur  mengikuti petunjuk Google maps menuju Floating Market.

Lokasi Floating Market terletak di Jalan Grand Hotel no. 33 E, Lembang, Jalur Kampung Leuit A1, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.  Tempat ini buka hari Senin –Jumat jam 09.00-17.00 dan Sabtu-Minggu  dari jam 9 pagi hingga jam 20.00.

Perjalanan tak memakan waktu lama. Tiba di lokasi, kami langsung membeli 2 tiket masuk @Rp. 20.000,- Tiket itu sudah termasuk minuman hangat millo, choco latte atau coffe latte yang bisa diperoleh di sebuah stand di dekat pintu masuk. Lumayan deh untuk menghangatkan badan.


Selasa, 12 September 2017

TOURING KE LEMBANG, MENIKMATI SEKELUMIT EROPA DI FARMHOUSE


Kantuk hampir saja mengantar ke alam mimpi ketika  derit pintu kamar yang terkuak menarikku kembali ke alam sadar. Dengan kelopak mata berat,  kutangkap bayangan laki-laki separuh jiwa itu masuk kamar dengan langkah gontai.  Kulirik jam.  Pukul 23.10. Ah... Kasihan sekali  Akang, begitulah aku memanggil suamiku,  baru sampai rumah hampir tengah malam begini. Sebuah proyek penting menyita waktunya, ditambah  kemacetan parah di Jakarta memaksa ia pulang lebih larut. Akang menghempaskan tubuh lelahnya di kasur. Lengannya terjulur meraih dan memelukku.

“Neng, besok kita harus berangkat touring. Kalau Akang di atas motor,  segala penat dan ketegangan rasanya lepas. Akang benar-benar butuh refreshing supaya di hari berikutnya punya energi baru untuk menghadapi pekerjaan.”Bisiknya dengan mata setengah terpejam.

Senin, 09 Mei 2016

Touring ke Lampung : Terpikat Kemilau Teluk Kiluan dan Lumba-Lumba Mulut Botol



"Kita touring ke Lampung saja. Kabarnya ada tempat wisata yang sedang happening. Teluk Kiluan namanya. “ Ujar suamiku, si Akang.

Wah, menarik!. Aku belum pernah mendengar tentang Teluk Kiluan sebelumnya. Padahal dulu aku pernah menjadi warga Lampung. 





Jumat, 19 Februari 2016

Touring dari Bogor ke Bangka

Saat mengetahui tujuan touring  kali ini adalah Pulau Bangka, aku sangat bersemangat. Pulau yang terkenal dengan keindahan pantai-pantainya ini punya tempat tersendiri di hatiku. Kalau dibuat rating pantai terindah yang pernah aku kunjungi, pantai di Pulau Bangka masih menempati peringkat pertama. Mungkin karena belum begitu banyak jumlah pantai yang pernah kusinggahi. Aku belum merambah ke Indonesia bagian Timur, seperti Papua dengan Raja Ampatnya, atau pantai-pantai di Sulawesi, Kalimantan, Lombok dan  Maluku yang konon memiliki pantai  super cantik.


Minggu, 08 November 2015

Persinggahan Senyaman Rumah untuk Biker





 “Life is a journey, not a destination.” 
Demikian kutipan yang di tulis oleh Ralph Waldo  Emerson.  Aku setuju dengan kutipan itu, bahwa hidup adalah sebuah perjalanan, bukan sebuah tujuan.  Sebagai muslim aku percaya bahwa hidup adalah sebuah perjalanan untuk mengumpulkan bekal amal dan kebaikan yang kelak  berguna saat manusia mencapai destinasi akhir, yaitu kehidupan yang abadi di akhirat.

Aku dan suamiku, si Akang, kerap mengganti kata “Life” dalam kutipan itu dengan kata”Touring”. Touring yang kumaksud adalah perjalanan kami dengan motor besar ke tempat-tempat yang jauh dari rumah  di Bogor. Hal itu sering dilakukan  untuk mewarnai hidup kami.

Minggu, 04 Oktober 2015

Piknik Ala Biker dan Boncenger


“Kayaknya sudah mulai nggak bahagia nih.” Ucap suamiku, si Akang, sambil melemparkan pandangannya ke langit-langit kamar.

Aku yang berbaring di sisinya langsung terbahak.

“Jadi, kita mau kemana?” Sahutku.

Aku sudah paham adatnya bila  lama tak piknik. Bagi kami, piknik itu penting. Selain untuk menaikkan kadar kebahagiaan, juga untuk melepaskan kepenatan.

Akang bekerja selama dua minggu di pinggir pantai Selat Malaka. Tanggung jawabnya menjaga eksplorasi minyak dan gas berjalan lancar bukanlah pekerjaan mudah. Piknik bagi Akang  merupakan sarana  menjernihkan pikiran, meningkatkan produktivitas dan semangat kerja.

Sedangkan bagi emak-emak dasteran sepertiku, piknik tak ubahnya kesempatan melihat dunia di luar urusan anak, rumah, arisan, belanja, dan  aktivitas ibu rumah tangga lainnya yang kugeluti setiap hari. Dari kegiatan piknik aku dapat ide menulis, dan memperoleh pelajaran tentang berbagai hikmah kehidupan.

Lalu piknik macam apa yang kami lakukan? Tentu saja piknik ala biker dan boncenger!

Kamis, 21 Mei 2015

Bermalam di Hotel Syariah Solo


Tanggal 7 Mei  2015 lalu aku dan suamiku si Akang, bersama pasangan suami istri senior, Pak Yugen dan Ibu Sri Widayati melakukan touring dengan motor dari Bogor  ke Jawa Timur.  Hari pertama touring, setelah menempuh perjalanan sejauh 663 Km, kami tiba di Solo.

Selasa, 19 Mei 2015

Gladak Perak, Cagar Alam Kawah Ijen dan Pantai Pasir Putih


Kisah touringku bersama si Akang dari Bogor ke Jawa Timur terus berlanjut. Setelah menikmati  indahnya kawasan Wisata Bromo,  kemudian ke Turen, Kabupaten Malang, mengunjungi bangunan unik "Masjid Tiban" yang ternyata bukan masjid, kini kami meluncur lagi bersama pasangan suami istri Pak Yugen dan Bu Sri Widayati. 

Kami sempat dihadang macet parah di daerah Tempeh karena ada proses evakuasi sebuah truk yang  terperosok di sisi jalan yang terjal. Untung saja tak terlalu lama kami bisa terbebas dari macet parah itu.

Senin, 18 Mei 2015

Menguak Misteri "Masjid Tiban"

Pesantren  Salafiah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahmah
Aku, suamiku si Akang, bersama pasangan Pak Yugen dan istrinya sejauh ini telah  menempuh lebih 1000 Km perjalanan dengan motor. Dari  Bogor kami memilih jalur pantai Utara, masuk wilayah Jawa Tengah, menginap di  Solo. Kemudian di  Jawa Timur, kami mampir ke Jombang, dan bermalam di Nongko Jajar  Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan. Selanjutnya setelah wara-wiri di kawasan wisata Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, kini kami melanjutkan perjalanan.

Minggu, 17 Mei 2015

Touring di Kawasan Wisata Bromo

View indah yang tertangkap camera saat perjalanan menuju Penanjakan Bromo

Simak kisah sebelumnya : Touring dari Bogor ke Jawa Timur

Aku dan suamiku, si Akang, telah  menempuh 938  kilometer jarak  dari Bogor ke kawasan kaki Gunung Bromo dengan motor. Bila malam sebelumnya kami menginap di Solo, maka setelah menginap satu malam lagi di Nongko Jajar kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan, kini tiba saatnya menikmati keindahan kawasan wisata Bromo.

Sabtu, 16 Mei 2015

Video Perjalanan Touring Bogor-Jawa Timur


Touring dari Bogor ke Jawa Timur

Pemandangan di Penanjakan Bromo


Bromo. Nama gunung itu demikian akrab di telingaku. Meski sering membaca berita di berbagai media tentang kecantikan gunung ini, tapi kakiku belum pernah menjejak Jawa Timur, propinsi di mana gunung tersebut berada. Selain Bromo, pesona alam Jawa Timur lainnya   membuat aku dan Akang menjadikan propinsi itu sebagai tujuan touring tanggal 7-12 Mei 2015 lalu.  

Selasa, 21 April 2015

Solo Touring dari Palembang ke Bogor



 
Pemandangan di sebuah ruas jalan menuju Bakauheni
Pukul 5 dini hari aku sudah menyelesaikan shalat subuh, mandi dan berkemas. Kulihat Ayah mertuaku sudah melakukan senam di halaman.  Ibu mertuaku pun sudah bangun.  Dan seperti biasa hatiku selalu digelayuti perasaan sedih  menjelang saat meninggalkan mereka.

Senin, 20 April 2015

Satu Hari di Palembang (Touring Bogor-Palembang)




Aku dan Akang bersama si Kuning dengan latar Jembatan Ampera


Simak  perjalana sebelumnya: Perjalanan Touring dari Bogor dan Palembang

Setelah menempuh jarak 663 Km perjalanan Bogor- Palembang dengan motor, aku dan suamiku, si Akang, punya waktu satu hari untuk jalan-jalan di Palembang.

Adzan subuh membangunkanku. Aku bangkit, mengambil wudhu dan shalat, lalu membangunkan Akang yang masih terlelap. 
Akang melaksanakan shalat subuh, kemudian dia kembali berbaring. Tampaknya lelah belum usai menderanya.

Minggu, 19 April 2015

Touring dari Bogor ke Palembang

Jembatan Ampera


Ini kisahku saat touring di bulan Juni 2014. Berhari-hari mendiskusikan tujuan touring  antara Garut, Purwokerto atau Ciwidey,  akhirnya aku dan suamiku, si Akang  memutuskan Palembanglah yang menjadi tujuan touring kali ini. Lho kok? 

Pertimbangannya adalah ingin touring dengan route menyeberang lautan dan juga sekaligus ingin melepas rindu pada keluarga besar kami di Palembang. 

Senin, 13 April 2015

Perjalanan Solo Touring dari Dieng ke Bogor

Bersama si Kuning


Simak juga kisah-kisah sebelumnya : Wisata Satu Hari di Dieng Plateau
                                                            : Perjalanan Solo Touring dari Bogor ke Dieng
Setelah menempuh 480 Km perjalanan Bogor-Dieng dengan motor, lalu satu hari berwisata di Dieng, hari ini aku dan suamiku, si Akang, harus kembali ke Bogor. Rasanya berat meninggalkan Dieng,  “negeri kahyangan” indah yang terletak di sekitar Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Masih banyak objek wisata yang belum sempat kukunjungi, salah satunya Candi Arjuna. Kemarin, hujan sejak tengah hari hingga menjelang malam mengacaukan rencana jalan-jalanku. 

Kumandang adzan memecah kesunyian subuh yang dingin.  Kelopak mataku terasa berat.

“Bangun Neng. Mandi, wudhu, shalat, lalu kita  berkemas dan  pulang. “ Bisik Akang sambil membelai pipiku.

Selasa, 07 April 2015

Wisata Satu Hari di Dieng Plateau



Aku, Akang dan si Kuning
Simak kisah sebelumnya, perjalanan dari Bogor ke Dieng klik di sini
Touring dari Bogor ke Dieng naik motor, asyik lho! Itulah yang kulakukan bersama suamiku, si Akang. Setelah menempuh jarak 480 km selama lebih kurang 13 jam perjalanan, rasa lelah kami terbayar dengan menyaksikan pemandangan indah menakjubkan Dataran Tinggi Dieng dengan segala keunikannya. Ada apa saja di Dieng? Ini kisahnya.

Senin, 06 April 2015

Perjalanan Solo Touring dari Bogor ke Dieng




Pemandangan Dataran Tinggi Dieng hasil jepretanku di atas motor yang melaju
Melihat foto-foto pemandangan alam Dieng Plateau  yang cantik, aku dan suamiku, si Akang, terpesona. Kawasan Dieng  terletak di antara dua kabupaten, Banjarnegara dan Wonosobo Jawa Tengah, berada pada ketinggian 2093 mdpl. Selain menawarkan eksotisme kecantikan alam dan udara dingin, Dieng juga merupakan pusat perkembangan kebudayaan Indonesia di masa lalu.  Keunggulan itulah yang membuat kami memilih Dieng sebagai tempat tujuan solo touring  (touring hanya dengan satu motor saja tanpa rombongan)  tanggal 2 hingga 4 April 2015. 

 Packing dan mantel merah

Seperti biasa sebelum berangkat acara packing diwarnai perdebatan, tawar menawar perihal barang bawaanku yang dinilai Akang terlalu banyak. 

Minggu, 22 Februari 2015

Ketika Kebaikan Menjadi Investasi

Pemandangan di kaki gunung Ciremai

Setiap kali ke Kuningan, aku dan suamiku si Akang, tak pernah melewatkan kesempatan mengunjungi desa Setianegara,  tempat asal kakek  dan ayah mertuaku. Di kesempatan touring ke Kuningan kali ini, kami tak punya banyak waktu  menikmati suasana desa cantik  di kaki gunung Ciremai tersebut. Setelah nyekar ke makam kakek, kami memanfaatkan waktu yang sedikit sebelum melanjutkan perjalanan ke Baturraden untuk mengunjungi Wak Eno dan istrinya, Wak Eroh.