Kamis, 05 September 2019

DIMSUM AYAM IKAN TENGGIRI


Dea kebelet ingin dimsum. Jam 8 malam minta dibuatkan..Lho gimana? Bahannya belum ada😅.

Mama malas keluar rumah, akhirnya pilih jasa gomart, minta driver gojek beli kulit pangsit di supermarket. Untung ada😁😁.


Terus bongkar freezer. "Nemu" ikan tenggiri giling 500 gr (entah kapan ini belinya, aku sudah lupa🤣🤣) dan nemu juga ayam giling 800 gr ( ini padahal rencananya mau dibikin chicken nugget).

Biasanya dimsum dibuat dari ayam dan udang. Tapi kalo kebelet begini, seadanya saja, udangnya aku ganti ikan.
Berhubung ikan dan ayamnya masih beku, tidak bisa langsung dibuat dimsumnya.

Jadilah Mama bangun jam 4 dini hari. Lalu bikin dimsum.
Alhamdulillah Dea suka. Setelah sarapan dimsum, Dea membawa 10 dimsum ala Mama untuk bekal ke sekolah😍.
Apa yang bikin emak dasteran jadi semangat masak buat anak-anak dan suami ? Bukankah memori indah tentang Mama bisa diukir lewat rasa?💖💗💗💕💋
Mau resepnya ? Ini dia

 DIMSUM AYAM IKAN TENGGIRI


Bahan :
500 gram daging ikan tenggiri digiling halus
800 gram daging ayam giling
Bawang putih 8 siung dihaluskan, boleh juga diparut dengan parutan keju
Telur 2 butir
Tepung Tapioka 6 sendok makan
Minyak Wijen 5 sendok makan
Saus tiram 2 sendok makan
Garam 1 ½  sendok teh
Kaldu bubuk secukupnya (bisa diganti dengan bawang merah diiris tipis, digoreng lalu ditumbuk halus)
Wortel  1 buah, diparut dengan parutan keju (untuk topping)
Kulit Pangsit 2 pack

Cara :
1.       Masukan daging ikan dan daging ayam ke baskom. Aduk rata
2.       Masukkan telur, garam, kaldu bubuk, minyak wijen, dan saus tiram. Aduk rata
3.       Masukkan tepung tapioka. Aduk rata.


4.       Siapkan kukusan. Oles dengan minyak goreng supaya tidak lengket.
5.       Ambil satu sendok adonan (boleh pakai sendok makan atau sendok teh sesuai ukuran yang diinginkan) letakkan di tengah kulit pangsit. Bentuk kulit pangsit dengan melipat-lipat bagian pinggirnya. Gunakan sedikit  air untuk merekatkan kulit pangsit.


6.       Beri topping sedikit parutan wortel.
7.       Lalukan sampai adonan habis.


8.        Kukus dimsum selamat 15 menit hingga matang.



Setelah matang, siap disajikan. Bisa dinikmati dengan aneka saus, misalnya saus sambal, saus tomat atau mayones.

Selamat mencoba!

TENTANG SELF TALK

Di kelas Merajut Cinta dengan Orang Tua dan Mertua - Enlightening Parenting, hari Minggu 25 Agustus 2019 lalu, usai materi teknik mengelola emosi dengan dissosiasi, salah seorang peserta bertanya tentang Self Talk.
Pertanyaan dan jawaban saya share di sini untuk menambah pengetahuan tentang Self Talk.
Tanya :
Ketika anak buah di kantor kerjanya nggak bagus, saya marah-marahi. Padahal sebenarnya saya tahu kalau marah-marah itu nggak benar. Tapi saya tetap ingin marah-marah. Bagaimana cara menghadapi dorongan ego ini?

Jawab :
Sebenarnya semua peristiwa yang terjadi itu netral. Anak buah kerjanya tidak bagus itu sebenarnya peristiwa netral saja. Yang menyebabkan anda marah-marah itu, bukan anak buah anda, tapi self talk anda sendiri yang memberi makna pada peristiwa itu. Jadi respon atau tindakan kita didorong oleh self talk kita sendiri.
Coba lakukan *dissosiasi (teknik melepaskan diri dari kondisi emosi tidak memberdayakan), lalu teliti, ada self talk apa di kepala anda?
Kalau ada yang bilang," Dasar anak buah guoblokk!! Memang pantesnya diamuk-amukin!
Kalau yang model begini self talk yang anda ikuti, ya jelas respon anda ngamuk.
Tapi kalau sebentar saja anda menahan diri, lalu dengarkan self talk anda yang lain, pasti ada yang bilang'
"Aku ini mau jadi atasan yang mendidik anak buah, apa mau jadi monster??"
Tidak ada manusia yang self talknya cuma satu. Selalu ada self talk yang bijak, yang tunduk pada ketaatan. Karena pada dasarnya fitrah manusia itu baik.
Contohnya saja, saat bangun tidur dini hari. Saat buka mata self talk sudah ribut.
Ada yang bilang, "Ah masih ngantuk.. enak banget kalau tidur lagi. Ya udah deh tidur lagi saja."
Kalau anda ikuti self talk yang ini, respon anda akan tarik selimut, terus ngorok lagi.
Ada self talk yang bilang,"Ayo bangun..Shalat subuh dong..Siap-siap kerja!"
Kalau mengikuti self talk yang ini, anda akan bangun.
Mungkin ada self talk yang bilang,"Pasang alarm 5 menit, tidur lagi, nanti waktu alarm bunyi baru aku bangun."
Nah, silakan anda pilih self talk yang mana.
Masalahnya, kalau anda sering ,mengikuti self talk yang reaktif, yang mendorong anda untuk mengumbar emosi, ibarat otot yang sering digunakan, dia akan kuat. Self talk yang bijak tidak sempat didengarkan.
Dengan meluangkan sedikit waktu untuk dissosiasi, kita bisa mendengarkan apa saja yang dikatakan self talk kita. Lalu dari sekian banyak self talk, kita bisa pilih mana yang paling tepat, sehingga respon kita terhadap kejadian itu jadi memberdayakan.

------
Memberdayakan diri dengan Self Talk bisa dibaca di