Saat mengetahui
tujuan touring kali ini adalah Pulau
Bangka, aku sangat bersemangat. Pulau yang terkenal dengan keindahan
pantai-pantainya ini punya tempat tersendiri di hatiku. Kalau dibuat rating pantai
terindah yang pernah aku kunjungi, pantai di Pulau Bangka masih menempati
peringkat pertama. Mungkin karena belum begitu banyak jumlah pantai yang pernah
kusinggahi. Aku belum merambah ke Indonesia bagian Timur, seperti Papua dengan
Raja Ampatnya, atau pantai-pantai di Sulawesi, Kalimantan, Lombok dan Maluku yang konon memiliki pantai super cantik.
Jumat, 19 Februari 2016
Sabtu, 06 Februari 2016
Resep Bakso Sehat ala Iwed
Bakso adalah jajanan yang paling
umum digemari anak-anak dan orang dewasa. Dengan maraknya berita tentang bakso
yang menggunakan berbagai bahan berbahaya seperti borax, formalin dan zat
additive lainnya, aku jadi was-was kalau anak-anak jajan bakso di luar.
Sebagai emak-emak, aku selalu ingin memberikan yang terbaik bagi
keluarga. Karena itu aku mencoba membuat sendiri bakso yang enak, sehat dan
aman dikonsumsi. Setelah beberapa kali
membuat bakso, akhirnya aku menemukan formulasi yang aku anggap pas untuk
memenuhi selera anak-anakku.
Berikut ini bahan dan cara membuat
bakso ala aku :
Selasa, 26 Januari 2016
Jalan-jalan di Pertokoan Cantik “The Grove” Los Angeles
Dari pasar
tradisional Farmers Market, Mbak Gari, aku dan Indriya melanjutkan jalan-jalan ke sebuah kompleks perbelanjaan dan hiburan
The Grove. Kompleks perbelanjaan itu
dimiliki, dibangun dan dioperasikan oleh Rick J Caruso dan perusahaannya,
Caruso Affiliated. Jarak dari Farmers
Market ke The Grove dekat saja. Bisa ditempuh dengan jalan kaki atau naik The
Grove Trolley. Gratis!
Senin, 25 Januari 2016
Farmers Market, Pasar Tradisional ala Amerika di Jantung Los Angeles
Los Angeles
dengan segala daya tariknya menyuguhkan berbagai tempat menarik untuk
dikunjungi. Mbak Gari kali ini mengajak aku dan Indriya
mengunjungi pasar tradisional Amerika. Namanya Farmers Market. Letaknya di pusat kota tepatnya di 6333 W. 3rd St. Los Angeles California 90036.
Farmers Market
awalnya adalah peternakan sapi yang dimiliki oleh keluarga AF Gilmore pada 1880.
Properti milik keluarga Gilmore itu kemudian terus berkembang . Pada tahun 1934, Fred Beck & Roger Dahl Hjelm ingin
membangun sebuah desa di mana petani bisa menjual hasil pertanian dan
peternakan mereka. EB. Gilmore, putra AF Gilmore mengizinkan para petani
berjualan di propertinya dengan cara memarkir truk mereka dan menggelar
dagangan.
Minggu, 24 Januari 2016
Wisata Rasa di Resto Ben’s Suria KLCC
Segera setelah check in di hotel , Aku dan
sahabat-sahabatku merasakan hal yang
sama. Kami lapar. Hal pertama yang ingin
dilakukan setiba di Kuala Lumpur adalah
menikmati makanan lezat di tempat nyaman, sambil ngobrol dengan teman-teman.
Mbak Oki merekomendasikan sebuah resto di mall Suria KLCC. Ketika kami datang, dia dan suaminya sudah duduk menikmati hidangan makan siang.
Mbak Oki merekomendasikan sebuah resto di mall Suria KLCC. Ketika kami datang, dia dan suaminya sudah duduk menikmati hidangan makan siang.
Ben’s. Begitulah
nama resto yang berada di lantai 1 mall Suria KLCC.
Suasana resto berdesain “clean look” bergaya Manhattan townhouse yang
simple, praktis, modern tapi tetap bernilai artistik. Desain resto mengadopsi
nilai-nilai dalam keluarga, yaitu membangun hubungan kekeluargaan melalui
makanan di lingkungan yang nyaman dan ramah.
Sabtu, 23 Januari 2016
Sarapan Roti Canai ala Resto Nasi Kandar Pelita Kuala Lumpur
Jam 7 pagi 9 Januari 2016, Aku
dan sahabat-sahabatku, Arie, Dini
dan Chita sudah duduk cantik di lobby
hotel. Tak lama kemudian Mita datang menjemput . Kami bergegas masuk ke
mobilnya dan meluncur di kawasan Jalan Ampang yang terlihat lengang. Hanya
butuh beberapa menit saja untuk tiba di
sebuah resto masakan tradisional Melayu India muslim.
Nasi Kandar Pelita.
Begitulah nama resto yang luas dan
bersih, dengan kursi-kursi dan meja
aluminium serta para pelayan pria keturunan India.
Jumat, 22 Januari 2016
KLCC Park Tempat “Ngadem” Gratis di tengah Kota Kuala Lumpur
Siang itu
matahari mengerahkan teriknya di level
paling maksimal, menebar udara panas ke penjuru Kuala Lumpur. Aku dan teman-teman telah
selesai menikmati makan siang nikmat di Ben’s Caffe yang terletak di Mall Suria
Kuala Lumpur City Center (KLCC).
Mbak Oki
mengajak aku, Mbak Arie, Mbak Dini, Mbak Chita dan lain-lain beranjak ke sebuah taman yang terhampar di
sekitar mall dan menara kembar Petronas di pusat kota Kuala Lumpur.
Taman KLCC atau KLCC Park luasnya 20 hektar. Ibarat paru-paru, tempat ini menyediakan pemandangan asri di antara gedung-gedung pencakar langit. Tak salah bila kusebut tempat ini oase bagi warga lokal maupun wisatawan untuk melepas hingar bingar suasana kota Kuala Lumpur.
Taman KLCC atau KLCC Park luasnya 20 hektar. Ibarat paru-paru, tempat ini menyediakan pemandangan asri di antara gedung-gedung pencakar langit. Tak salah bila kusebut tempat ini oase bagi warga lokal maupun wisatawan untuk melepas hingar bingar suasana kota Kuala Lumpur.
Rabu, 06 Januari 2016
Resep Pempek Ayam
Hari ini aku
kangen makan pempek. Sayangnya stok ikan di lemari es habis. Yang ada hanya daging dada ayam tanpa tulang.
Ya, mau bagaimana lagi, aku coba
berkreasi dengan daging ayam.
Tampaknya aku sudah ketularan orang Palembang, suka berkreasi dengan
bahan yang ada untuk menciptakan pempek. Bahkan nasi pun bisa diolah menjadi pempek nasi.
Minggu, 03 Januari 2016
Menikmati Legitnya Es Asuk Koboy Palembang
Beberapa kali mudik
ke Palembang, teman-teman membicarakan lezatnya semangkuk es cendol
kacang merah yang dijual di jalan Dempo Luar.
“Cobalah es Asuk
Koboy. Enak, lho!” Ucap sang teman penuh
semangat.
Nama yang unik. Apa maksudnya Asuk Koboy? Kabarnya sang
pemilik adalah pria keturunan China yang dipanggil Asuk. Si Asuk ini senang
mengenakan topi koboy. Dari situ terciptalah
brand “Asuk Koboy”.
Hari itu
matahari bersinar terik di langit
Palembang. Dengan motor, aku dan suamiku, si Akang, menuju Jl. Dempo Luar no
705. Kami sengaja ingin membuktikan
iklan yang didengungkan teman-teman. Sekaligus menuntaskan rasa penasaran akan
cita rasa minuman yang cukup tersohor di Palembang.
Sabtu, 02 Januari 2016
Hari yang Indah di Palisades Park dan Santa Monica Beach
Sore menjelang.
Aku dan Indriya menyempatkan mampir ke Bartels’ Harley Davidson yang terletak di Lincoln Boulevard, Marina Del
Rey . Kami membeli oleh-oleh untuk suami
tercinta.
Aku terpesona
melihat show room yang dipenuhi motor-motor besar, cantik, mewah dan gagah. Kulirik
harga motor-motor itu, lalu meringis. Mahal? Justru tidak. Harga motor di sini jauh lebih murah dibandingkan harga di Indonesia!
Aku membeli
beberapa potong kaus lengan panjang dan aksesories seperti pin, dan gantungan
kunci sesuai pesanan si Akang, suamiku, yang pecinta motor besar.
“Jangan lupa
belikan Akang oleh-oleh kaus dan aksesories asli dari outletnya ya, Neng.”
Begitu pesannya.
Sore semakin larut.
Mbak Gari mengendarai mobilnya menuju kawasan Santa Monica yang terletak di
Barat Los Angeles. Indriya tampak antusias. Berkali-kali dia mengatakan ingin
menikmati suasana pantai Santa Monica.
Jumat, 01 Januari 2016
Pelesiran di Rodeo Drive Beverly Hills
Salah satu
tempat yang menarik bagi wisatawan di Beverly Hills adalah Rodeo Drive, sebuah
jalan sepanjang dua mil di mana terhampar tiga blok pertokoan yang terkenal
dengan barang-barang mewahnya.
Mbak Gari
membawa aku dan Indriya ke tempat yang merupakan tiga shopping block paling ekslusif
di dunia. Berbeda dengan 5th Avenue di
New York yang dipenuhi gedung pencakar langit, tempat ini lebih cantik. Gedung-gedung
tingginya tak melebihi 3 lantai. Tinggi
bangunan yang demikian membuat pemandangan
pohon-pohon palm dan langit biru menawan memiliki porsi yang cukup menonjol melengkapi
keindahan yang tercipta di tempat ini.
Rabu, 30 Desember 2015
Sprinkles Cupcakes and Ice Cream, Cemilan "hits" dari Beverly Hills
Aku, Indriya dan
Mbak Gari baru saja beranjak dari pertokoan Rodeo Drive yang keren. Sambil mengendarai mobil, mata Mbak Gari
mencari-cari tempat parkir di sebuah jalan di kawasan Beverly Hills.
| Triple Cinnamon cupcake dan Red Velvet ice cream |
“Aku mau
mengajak kalian mencicipi cupcake dan ice cream yang nge-hits banget di
sini. Namanya Springkles Cupcakes and Ice
Cream. “ Ujar Mbak Gari sambil menepikan mobilnya.
Minggu, 27 Desember 2015
Mengukir Kisah di Hobart and William Smith Colleges Geneva New York State
| Hobart Quadrangle, Hobart and William Smith College |
Setiap orang
punya cara sendiri memaknai jalan-jalan.
Ada yang menjadikan jalan-jalan sebagai moment bersenang-senang, pelepas
kepenatan, penghibur hati yang sedih, sarana mendapat inspirasi, dan hadiah
untuk sebuah prestasi yang telah dicapai.
Begitu besar
manfaat yang dapat diperoleh dari sebuah perjalanan. Bahkan Nabi Muhammad SAW diberi Allah SWT hadiah berupa perjalanan agung Isra’ Mi’raj
untuk menghibur hatinya yang lara, sekaligus menerima perintah shalat 5 waktu.
Kala itu Rasulullah tengah dirundung duka maha berat akibat wafatnya orang-orang terkasih yang
mendukung perjuangan menegakkan Islam,
yaitu istri tercinta Siti Khadijah RA dan pamannya Abu Thalib.
Dalam
buku The Paspport to Happiness, sebuah catatan perjalanan, penulis Ollie menjadikan jalan-jalan sebagai sarana perenungan
untuk berdamai dengan keadaan dan
mencari sebuah happy ending. Baginya, hidup telah mengajarkan bahwa perjalanan
itu menyembuhkan.
Jumat, 25 Desember 2015
Menikmati Mie Gendut Nikmat di Marugame Udon
Sejak bergabung
di group Asinan Blogger yang meriah, heboh, dan kaya informasi, aku sering dapat info update tentang berbagai hal,
terutama info tempat makan yang sedang happening
di Bogor. Ya, Asinan Blogger adalah sekumpulan blogger cewek warga Bogor dan
sekitarnya. Dari group ini aku pertama
kali mendengar tentang Marugame Udon, sebuah gerai restoran
Jepang yang baru buka di mall Botani Square.
“Ramai sekali
pengunjung Marugame Udon. Sampai harus
antri, lho.. Tapi memang enak sih udonnya.” Ucap salah satu teman bloggerku.
Ah, jadi
penasaran. Sepanjang pengalamanku makan udon, alias mie Jepang yang
gendut-gendut itu, tak ada yang berkesan. Rasanya, ya begitu saja. Hambar.
Rabu, 23 Desember 2015
Ulukuteuk Leunca Buat Mami
“Mami ingin ulukuteuk leunca. Nanti titipkan sama Lia dan
Tian ya. Jangan lupa. “ Begitu pesan Linda adikku sebelum dia menutup telepon di ujung sana.
Aku langsung
tersengat panik. Waktu cuma tersisa sedikit sebelum Lia, adik bungsuku, dan
suaminya, Tian, berangkat ke bandara. Lia dan Tian menghabiskan waktu beberapa
hari di Bogor untuk jalan-jalan. Mereka
menginap di rumahku. Sekarang mereka berdua sedang mengemas barang-barang bersiap pulang ke Palembang.
Senin, 21 Desember 2015
Hang Out di Royale Cafe Bogor
Bogor sebagai
kota tujuan wisata kian melengkapi dirinya dengan beragam pilihan wisata
kuliner. Tepat-tempat makan baru bermunculan. Salah satu yang menarik
perhatianku adalah Royale Cafe. Beberapa waktu lalu aku berkesempatan
mengunjungi tempat ini bersama
teman-temanku. Selain untuk melepas rindu, di cafe ini aku juga mempromosikan bukuku pada teman-teman.
Letak cafe baru
ini di Jalan Siliwangi no 65, Bogor Selatan tepat di pertigaan jalan
Batutulis. Tampak luar bangunan cafe
yang menjadi satu dengan toko bakery di lantai dasarnya didominasi warna
coklat. Tersedia lahan parkir di depan cafe, meskipun tidak luas.
Kamis, 17 Desember 2015
Resep Sayap Ayam Isi ala Iwed
Akhir-akhir ini
ayam goreng tepung yang menjadi kegemaran anak-anak hanya menganggur saja,
ditatap tanpa minat oleh anak-anakku. Maka aku mencari alternatif lain mengolah
ayam. Salah satunya dengan membuat sayap
ayam isi berikut ini.
Minggu, 08 November 2015
Persinggahan Senyaman Rumah untuk Biker
“Life is a journey, not a destination.”
Demikian kutipan yang di tulis oleh Ralph Waldo
Emerson. Aku setuju dengan
kutipan itu, bahwa hidup adalah sebuah perjalanan, bukan sebuah tujuan. Sebagai muslim aku percaya bahwa hidup adalah
sebuah perjalanan untuk mengumpulkan bekal amal dan kebaikan yang kelak berguna saat manusia mencapai destinasi akhir, yaitu kehidupan yang abadi di
akhirat.
Aku dan suamiku,
si Akang, kerap mengganti kata “Life” dalam kutipan itu dengan kata”Touring”.
Touring yang kumaksud adalah perjalanan kami dengan motor besar ke tempat-tempat yang jauh
dari rumah di Bogor. Hal itu sering dilakukan untuk mewarnai hidup kami.
Minggu, 04 Oktober 2015
Piknik Ala Biker dan Boncenger
“Kayaknya sudah
mulai nggak bahagia nih.” Ucap suamiku, si Akang, sambil melemparkan
pandangannya ke langit-langit kamar.
Aku yang
berbaring di sisinya langsung terbahak.
“Jadi, kita mau
kemana?” Sahutku.
Aku sudah paham adatnya bila lama tak piknik. Bagi kami, piknik itu
penting. Selain untuk menaikkan kadar kebahagiaan, juga untuk melepaskan
kepenatan.
Akang bekerja
selama dua minggu di pinggir pantai Selat Malaka. Tanggung jawabnya menjaga
eksplorasi minyak dan gas berjalan lancar bukanlah pekerjaan mudah. Piknik
bagi Akang merupakan sarana menjernihkan pikiran, meningkatkan
produktivitas dan semangat kerja.
Sedangkan bagi
emak-emak dasteran sepertiku, piknik tak ubahnya kesempatan melihat dunia di
luar urusan anak, rumah, arisan, belanja, dan aktivitas ibu
rumah tangga lainnya yang kugeluti setiap hari. Dari kegiatan piknik aku
dapat ide menulis, dan memperoleh pelajaran tentang berbagai hikmah kehidupan.
Lalu piknik
macam apa yang kami lakukan? Tentu saja piknik ala biker dan boncenger!
Rabu, 30 September 2015
Malam Mingguan di Nicole’s Kitchen and Lounge
Setelah beberapa
kali rencana touring gagal melulu karena beberapa urusan, akhirnya aku dan
suamiku, si Akang, mulai merasa kurang piknik. Ah, sungguh tak enak rasanya.
Sabtu sore itu 19 September 2015, setelah bangun dari istirahat
siang, Akang tiba-tiba dapat ide.
“Kita panaskan motor ke Puncak, yuk! Menikmati malam mingguan di Nicole’s Kitchen and Lounge .”
Ajaknya.
“Ayok! Setuju!”
Langsung saja aku menyambut tawarannya dengan antusias.
Usai shalat
maghrib kami berdua meluncur di atas motor 650 cc melintasi jalan-jalan Bogor
yang penuh angkot. Kami menuju ke arah puncak.
Senin, 28 September 2015
Pentingnya Kartu Nama
“Minta kartu namanya dong, Mbak.” Ucap pria
itu setelah beberapa lama berbincang mengenai dunia kepenulisan.
Aku terdiam.
“Belum punya,
Pak.” Jawabku sambil cengengesan. Ah, sebuah kesempatan pun terlewat.
“Kenapa tidak
terpikir untuk membuat kartu nama ya? Padahal pria itu pemilik usaha penerbitan.
Padahal tampaknya dia tertarik dengan kegiatan traveling yang aku lakukan.
Siapa tahu ini peluang menerbitkan tulisanku. Aduh, satu kesempatan lewat deh gara-gara tak
punya kartu nama...”Sesalku dalam hati.
Jumat, 18 September 2015
Di Balik Layar Lapak Pelangi untuk Fashion Spread Majalah Oase-Sahira
Bergabung di
komunitas Lapak Pelangi yang unik dan positif membuat aku mengenal dunia-dunia baru
yang sebelumnya tak pernah kusentuh. Sejak awal komunitas ini unik, karena
terdiri dari ibu-ibu dengan latar belakang beragam. Ada yang berprofesi
sebagai designer pakaian, penulis, pengrajin kain, pengrajin tas, pengrajin sepatu, hijab stylist, blogger, host TV, pemilik penerbitan, crafter, dan
lain-lain. Semua berkumpul di sini dalam satu benang merah, semangat
menjaga silaturahmi, bersinergi, berkarya dan berkegiatan untuk urusan dunia
dan akhirat.
Kali ini majalah
bulanan Oase-Sahira berkenan menampilkan karya beberapa anggota Lapak Pelangi untuk fashion
spread edisi bulan Oktober 2015. Menurutku majalah muslim ini cukup
unik. Majalah ini diterbitkan oleh PT Halimun Media Citra (HMC) yang setiap edisi tampil dalam dua sisi. Sisi pertama majalah
Oase dengan motto “Inspirasi Keluarga Muslim yang Sehat dan Cerdas”. Sementara
sisi lainnya disebut majalah Sahira,
dengan tema bahasan sebagian besar ditujukan untuk muslimah.
Minggu, 13 September 2015
Kisah Inspiratif Sahabat Lamaku, Yosi Matsu
Aku mengobrol seru dengan Patriani, Santi, Devi Arianto
dan Dedi Agustian, membongkar-bongkar kembali kenangan lama yang konyolnya
kerap membuat kami terbahak. Mereka semua adalah teman lamaku, lebih dari
dua puluhan tahun lalu kami adalah siswa SMP 19 Palembang. Pertemuan ini tak direncanakan sebelumnya,
tiba-tiba saja aku ditelpon untuk datang ke rumah Patriani, karena Dedi yang
datang dari di Palembang mampir ke rumah
Patriani. Jadilah reuni dadakan ini terlaksana.
![]() |
| Aku, Patriani, Santi, Dedi dan Devi |
“Yus mau datang
ke sini. Sekarang sedang dalam perjalanan!”Seru Patriani setelah menutup
pembicaraan di ponselnya.
Kontan ucapan
Patri membuat kami bersemangat. Sebelum pertemuan ini, aku sudah pernah bertemu
Dedi, Devi, Santi dan Patriani. Tapi dengan Yus, bisa dikatakan pertemuan
terakhir dengannya berjarak lebih dua puluhan tahun lalu. Rindu sekali aku pada teman lamaku itu.
Ingatanku terlempar
ke masa lalu,ketika kami masih berseragam putih biru. Aku sekelas dengan Patri, Devi, dan Dedi, sementara
Santi dan Yus berada di kelas yang berbeda. Meski berbeda kelas, aku sering
juga menyambangi teman-teman di kelas lain.
Seingatku Yus,
atau lengkapnya Yusaidin Mahfi, adalah
anak laki-laki kecil keriting dengan cara bicara yang unik. Aku dulu tak
mengerti mengapa kalau Yus bicara, suaranya seperti tertahan di tenggorokan.
Lalu bila bicara padanya, kami teman-temannya, harus menggerakkan bibir perlahan hingga dia bisa menangkap maksud
pembicaraan.
Kamis, 10 September 2015
Mengunjungi Indonesia International Islamic Fashion Festival and Product 2015
Sejak kenal
dengan Indriya R Dani, sudah berkali-kali dia mengajakku ke berbagai event
Islamic Fashion Festival. Sebenarnya
sejak dulu aku ingin melihat dunia yang diakrabi sahabatku itu, tapi selalu tak
terwujud. Hari Rabu 9 September 2015, untuk pertama kalinya aku menghadiri event fashion bertajuk” Indonesia International Islamic Fashion and Products”. Bagiku ini pengalaman baru yang
menarik.
Minggu, 06 September 2015
Mengunjungi Konvensi ISNA ke-51 di Detroit Michigan
Bahana adzan mendayu-dayu di ruangan luas itu membenamkan
perasaanku dalam lautan haru. Bukan karena merdunya. Lantunan adzan ini tak
jauh beda dari jutaan adzan yang pernah kudengar. Kumandang suaranya tidaklah istimewa melebihi merdu suara muadzin masjidil
Haram dan masjid Nabawi di tanah suci. Tapi
akibatnya mampu menggetarkan hati, dan membuat indra penglihatanku pudar berkabut air mata.
Jumat, 04 September 2015
Lezatnya Pizza Papalis di Detroit
Saat berkunjung ke Italia tahun
2011, aku sengaja mencicipi makanan khas
Italia yang sudah mendunia. Pizza. Saat itu aku mencicipi seperempat bagian pizza dari pizza berukuran sangat lebar. Seperempat bagian pizza itu
membuat perut kekenyangan hingga aku tak sanggup menghabiskan makanan
itu. Sisanya kuhabiskan untuk sarapan esok paginya. Bagaimana rasanya? Cukup
enak. Pizza asli Italia menurutku tak terlalu jauh beda rasanya dengan pizza yang dijual di tanah air.
Minggu, 30 Agustus 2015
The Secret of Enlightening Parenting
Tunggu kehadiran bukuku bersama teman-teman dan Mbak Okina Fitriani beredar di toko buku Gramedia September 2015 ya..
Apa pendapat 7 tokoh dari berbagai bidang tentang buku ini? Saksikan teasernya..
Apa pendapat 7 tokoh dari berbagai bidang tentang buku ini? Saksikan teasernya..
Kamis, 20 Agustus 2015
Jalan-jalan di Kota Tua Inns'bruck Austria
Inns’bruck
adalah ibu kota negara federal Tyrol, Austria. Nama Inns’bruck berarti jembatan di atas
sungai. Dunia mengenal Inns’bruck sebagai kota tempat diselenggarakan
olimpiade musim dingin tahun 1964, 1976 dan 2012.
Musim semi tahun
2011 aku dan sahabatku, Mariska, berkesempatan mengunjungi kota ini. Sayang aku
tak bisa melihat bagaimana ekspresi
wajahku sendiri saat menyaksikan lanskap Inns’bruck. Sepertinya aku terpelongok
dengan mulut menganga. Masya Allah, indah sekali!
Selasa, 18 Agustus 2015
Menikmati Keindahan Buochs Switzerland
Aku tak akan
melupakan Buochs, sebuah wilayah seluas 9.9 Km2 yang terletak di antara Beckenried
dan Stans, Switzerland. Aku singgah di tempat ini saat musim semi, bulan April tahun 2011. Meski hanya dua hari satu malam menginap di tempat ini, tapi keindahannya sangat
berkesan. Bagaimana tidak, udaranya bersih, suhu dingin sejuk, suasana tenang, pemandangan
indah oleh tanaman hijau, pegunungan dan danau. Atmosfir tempat ini khas pemandangan negri empat musim.
Rabu, 12 Agustus 2015
Jalan-jalan ke Schaffhausen Rhein Falls Switzerland
Musim semi bulan
April 2011, Eropa tengah memancarkan
kecantikan terindahnya. Aku dan
sahabatku, Mariska, tak menyia-nyiakan kesempatan menikmati pemandangan di Schaffhausen
Rhine Falls.
Schaffhausen
Rhine Fall adalah air terjun yang terdapat di sungai Rhein. Dengan lebar 150
meter, tinggi 23 meter dan kedalaman 13 meter, air terjun ini merupakan yang
terbesar di Eropa dan diperkirakan berusia 15.000 tahun.
![]() |
| Cantiknya aliran air deras yang berbuih putih di Sungai Rhein |
Sabtu, 08 Agustus 2015
Little Saigon, Sekelumit Vietnam di Negeri Paman Sam
Tahun 2013 lalu
aku bersama teman-teman SMA jalan-jalan ke Saigon atau Ho Chi Minh City,
Vietnam. Tak kukira di tahun 2014 aku bisa
kembali menikmati suasana Vietnam. Mendengar orang-orang bermata sipit dan
bertubuh mungil bicara dalam bahasa Vietnam, melihat wanita tua bertopi caping
(la non) yang berbentuk kerucut, pria-pria tua duduk bermain kartu tradisional Tien
Len, menelusuri toko-toko yang dipenuhi rambutan, nangka, jambu air, pisang,
manggis dan buah-buahan tropis lainnya seperti di pasar malam Ben Tanh. Suasana tempat ini persis seperti kenanganku akan Vietnam, tapi nyatanya aku tak
berada di Vietnam!
![]() |
| Pertokoan di Bolsa Avenue Westminster |
Little Saigon,
begitulah orang menyebut area seluas 4 mil persegi yang berada di jantung Orange County, California, USA. Di tempat ini berdiam 282.000 orang yang
merupakan populasi orang Vietnam terbesar di dunia, di luar
Vietnam.
| Asian Garden Mall |
Jumat, 07 Agustus 2015
Nikmatnya Shalat di Masjid Al Rahman Orange County, California
Berkesempatan
mengunjungi Orange County, sebuah wilayah di California Amerika Serikat tahun
2014 lalu, aku tak menyia-nyiakan kesempatan untuk menikmati shalat di masjid Al Rahman yang terletak di kawasan Islamic Society of Orange County, tepatnya di 1 Al-Rahman Plaza, Garden Grove, CA 92844,
United States.
Islamic Society
of Orange County (ISOC) berdiri tahun 1976, dan saat ini merupakan pusat komunitas
muslim terbesar di kawasan California Selatan dan juga merupakan salah
satu yang terbesar di USA. Menepati
kawasan seluas 5.2 Hektar, ISOC dilengkapi dengan fasilitas masjid yang disebut
Masjid Al Rahman.
Selasa, 28 Juli 2015
Wisata Kuliner di Resto Pempek Wawa
Palembang dan
pempek. Dua kata itu sudah demikian akrab, seolah saling memberi makna
meneguhkan eksistensi sebuah kota dengan ciri khas kuliner lezat yang tak terpisahkan.
Aku tinggal di
Palembang sejak 1985 hingga 2009. Dalam rentang waktu 24 tahun hingga sekarang tak pernah bosan aku
menikmati pempek, seperti juga warga Palembang yang sangat menggemari
makanan ini.
Seingatku, meski
resto dan warung pempek “bertaburan” banyaknya di kota Palembang, jarang ada
yang bangkrut. Masing-masing sudah memiliki penggemar dan pangsa pasar
tersendiri. Bahkan akhir-akhir ini makin
banyak resto pempek bermunculan.
Aku dan suamiku,
si Akang, gemar mencicipi pempek dari berbagai merk yang ada di Palembang. Kami
sering membandingkan rasa dan kualitas pempek dengan cara safari kuliner dari
resto ke resto, dari warung ke warung. Meskipun dibuat dari bahan yang sama,
komposisi dan racikan tiap merk pempek tentu menghasilkan cita rasa dan
kualitas berbeda.
Dari hasil
membanding-bandingkan rasa berbagai merk pempek, kami membuat klasifikasi
sendiri. Ada pempek premium, pempek super, pempek standar dan pempek dibawah standar.
Pempek premium harganya mahal, di atas rata-rata harga pempek di Palembang, tapi kualitasnya memang juara. Pempek ini tampaknya dibuat dengan komposisi daging ikan yang banyak, dengan campuran sagu yang jumlahnya sedikit. Pempek jenis ini penggemarnya terbatas pada konsumen yang mengutamakan kualitas, dan tak bermasalah dengan harga.
Pempek premium harganya mahal, di atas rata-rata harga pempek di Palembang, tapi kualitasnya memang juara. Pempek ini tampaknya dibuat dengan komposisi daging ikan yang banyak, dengan campuran sagu yang jumlahnya sedikit. Pempek jenis ini penggemarnya terbatas pada konsumen yang mengutamakan kualitas, dan tak bermasalah dengan harga.
Pempek super lebih ideal karena harga lebih bersahabat sementara rasanya enak . Jenis pempek inilah yang paling kugemari. Hehe..
Kemudian pempek kualitas standar. Standard yang kumaksud di sini adalah
standar cita rasa Palembang ya. Jadi meski kualitasnya standar, rasa masih lebih
enak daripada pempek yang dijual di luar Palembang. Meski rasanya dibawah kualitas super,
masalah harga kadangkala sama dengan yang super.
Yang terakhir
adalah pempek yang dibawah standar.
Pempek ini menurut kami cita rasanya kalah dalam percaturan dunia
pempek Palembang. Bisa karena berbau amis, terlalu kenyal, atau tak terasa gurih ikan
akibat terlalu banyak kandungan sagu dibandingkan daging ikannya. Harganya pun
murah. Bahkan ada yang sangat murah.
![]() |
| Berbagai varian Pempek Wawa |
Senin, 27 Juli 2015
Kuliner Soto Babat dan Teh Susu Depan Pasar Cinde Palembang
Delapan tahun lalu saat masih tinggal
di Palembang, tepatnya tahun 2007, aku dan si Akang, pernah diajak tetangga kami, Pak Yusfik dan istrinya, menikmati
kuliner soto babat di sebuah warung makan sederhana.
Mulanya aku heran mengapa mereka menganggap tempat makan sederhana itu
sebagai sesuatu yang istimewa hingga mengajak kami ke sana. Warung itu
menempati sebuah ruko di jalan Jendral Sudirman, berseberangan dengan pasar
Cinde. Suasana bergaya seadanya,cenderung suram dan “jadul”,
bahkan tidak ada papan namanya.
Meja-meja kayu dengan kursi plastik berbeda-beda
warna. Ada yang putih dekil, merah pudar dan hijau lusuh seakan membawaku pada
suasana warung makan masa lalu.
“Kami ingin mengajak kalian
bernostalgia. Dulu kami sering makan di sini. Sotonya enak. Dan rasanya tetap
tak berubah seiring waktu. “ Ujar Pak Yusfik disambut senyum manis istrinya. Pasangan setengah baya itu ramah dan baik hati.
Kami memesan soto babat campur daging dan nasi putih.
“Saya pesankan minuman istimewa ya.
Es teh susu di sini enak lho. “ Pak
Yusfik berkata setengah promosi.
Aku dan Akang mengangguk.
Sabtu, 25 Juli 2015
Martabak HAR, Kuliner Khas Palembang
Mudik ke
Palembang tak pernah kulewati tanpa wisata kuliner menikmati makanan khasnya. Kuliner
Palembang sangat banyak jenisnya, bukan hanya pempek,
lenggang, model, tekwan, celimpungan, mie celor, burgo, laksan, pindang dan
jenis makanan dengan bahan dasar ikan, tapi ada juga martabak telur yang sangat
tersohor di kota ini. Namanya martabak HAR.
HAR adalah
singkatan dari Haji Abdul Rozak, seorang saudagar keturunan India yang menikah
dengan wanita Palembang. Haji Abdul Rozak adalah sang pencipta kuliner unik ini.
Rabu, 22 Juli 2015
Nyaris “Married by Accident” Sebuah Pelajaran tentang Tanggung Jawab
Istilah "Married by Accident" atau menikah karena kecelakaan seringkali berkonotasi negatif. Pergaulan bebas di kalangan anak muda mengakibatkan kehamilan tak direncanakan kerap membuat para pelakunya memasuki gerbang pernikahan dengan terpaksa. Tapi bukan itu yang akan aku ceritakan di sini. Kisah ini adalah pengalaman inspiratif tentang Married by Accident dalam arti sesungguhnya. Kisah ini tentang sebuah pelajaran bertanggung jawab yang ditunjukkan oleh dua lelaki bijaksana.
Ketika itu aku masih menjadi mahasiswi jurusan Teknik Sipil Universitas
Sriwijaya. Masa indah penuh semangat merancang masa depan aku lalui bersama
teman-teman satu angkatan yang sebagian besar laki-laki.
Mahasiswi termasuk
makhluk langka di jurusan teknik kecuali di Teknik Kimia. Di jurusan Teknik Sipil
angkatan 1991, hanya ada 17 mahasiswi di tengah 53 mahasiswa. Berada di lingkungan yang
didominasi kaum lelaki justru membuat
aku dan 16 teman mahasiswi merasa nyaman. Para mahasiswa seangkatan rata-rata
baik dan mau membantu kesulitan rekan mahasiswi. Bahkan kadang-kadang kami merasa
dimanja. Bila mengalami kesulitan dalam
memahami mata kuliah atau pengerjaan tugas, teman-teman pria baik seangkatan
maupun kakak-kakak tingkat rela membantu.
![]() |
| Mahasiswa Fakultas Teknik Sipil Universitas Sriwijaya angkatan 1991. |
Selasa, 14 Juli 2015
Ngabuburit Bareng Ibu Wali Kota Bogor
Salah satu
rangkaian acara Bogor Urban Hijab Expo (BUHE) 2015 yang diselenggarakan oleh
Bulandua dan Hijaber Mom Community Bogor adalah acara ngabuburit bareng Ibu Wali Kota Bogor, Ibu Yane Ardian,SE.
Aku menerima
undangan menghadiri acara itu dari Teh Vina Lucky Karim, founder komunitas
Pelangi. Sebelumnya beberapa kali aku diajak mengenal lebih dekat Ibu Yane
lewat komunitas pengajian, sayangnya belum sempat menghadiri karena bersamaan
waktunya dengan acara lain.
Kebetulan ada
waktu, siang itu 11 Juli 2015, aku memacu mobil menembus kemacetan lalu lintas Bogor
menuju Hotel Salak, tempat diselenggarakan acara tersebut.
Senin, 13 Juli 2015
Berbagi Kebaikan ala Motor Besar Club Bogor
Bulan Ramadhan
di mana Allah menjanjikan balasan kebaikan yang berlimpah kepada umatNya telah
menjadi dasar kaum muslim untuk
menggiatkan aktivitas amal lebih “ekstra” dari bulan-bulan lainnya.
Demikian juga dengan komunitas motor besar yang tergabung dalam Motor Besar Club (MBC) Bogor. Setiap tahun di bulan Ramadhan ada agenda bakti sosial yang rutin dilaksanakan.
Minggu, 12 Juli 2015
Tirta Nirwana Berbagi Kasih
Ibarat sebuah
miniatur nusantara, Tirta Nirwana, salah satu cluster yang berada di kawasan perumahan
Bogor Nirwana Residence terdiri dari warga dengan kewarganegaraan,
etnis , agama serta kepercayaan yang beragam.
Sabtu, 11 Juli 2015
Menjelajah Cita Rasa Masakan Jepang di Resto Midori Bogor
Masakan Jepang
menjadi pilihan yang tak pernah membosankan bagi ketiga anakku. Mereka sangat
menggemari sushi, sashimi dan masakan sejenisnya. Selasa 7 Juli 2015 lalu, selepas berbuka puasa
dan shalat maghrib, aku dan keluarga mencoba resto Jepang “ Midori” di kawasan
Jl. Padjajaran no 53 Bogor. Letak resto ini bersebelahan dengan resto
masakan Sunda Bumi Aki.
Minggu, 28 Juni 2015
Pengantin Emas dan Laki-laki Berjas Coklat
28 Juni 1998. Perempuan
itu menunggu dengan hati berdebar. Hari
ini hari yang sangat istimewa. Bahkan lebih istimewa daripada ulang tahun ke-17nya, hari dimana
dia lulus perguruan tinggi negri, hari pertama mengenakan jilbab, wisuda sarjana, dan hari
dimana dia diterima bekerja. Dia bahkan tak percaya akhirnya tiba hari di mana
lembaran hidupnya akan berganti baru.
Rabu, 24 Juni 2015
Menampilkan Keindahan Islam bersama Blogger Muslimah
Menjadi muslimah
bagiku adalah sebuah karunia tak terhingga. Meski aku muslimah sejak lahir karena kedua orangtua beragama Islam, tapi
dalam perjalanan hidup mengenal nilai-nilai ajaranNya aku makin bersyukur ditakdirkan memeluk Islam.
Berangkat dari
keyakinan bahwa segala sesuatu yang dikerjakan bisa bernilai ibadah, sejak 2008
aku menulis di blog. Saat itu blog pertamaku kutulis dalam bahasa Inggris.
Sebagai seorang muslimah aku merasa berkewajiban menyampaikan kebaikan.
Meskipun tulisan-tulisanku bukan bercerita tentang pengetahuan agama Islam, tapi
sebisa mungkin aku menyampaikan nilai-nilai kebaikan yang sejalan dengan Islam.
Minggu, 21 Juni 2015
KreditGoGo Solusi Masalah Keuangan Anda
Aku menutup
telepon dengan lesu. Untuk ke sekian kalinya dengan berat hati aku menolak
keinginan seorang teman yang ingin meminjam uang. Uang yang dipinjam
teman-teman lain belum ada yang kembali. Aku tak sanggup menambah jumlah uang
yang dihutangkan. Sungguh berat rasanya berurusan dengan hutang, bila tak
kupinjami, silaturrahmi bisa rusak. Dipinjami dan tak dibayar, silaturahmi rusak
juga. Kali ini aku berjanji memberi sang teman sebuah solusi. Dengan menulis postingan
ini mudah-mudahan bisa membuka jalan keluar bagi masalah keuangannya.
Catatan Perjalanan ke Detroit
Menuju Detroit
Hari itu 29 Agustus 2014. Aku dan Indriya
terbangun, lalu terlonjak kaget melihat matahari telah bersinar terang. Setelah
shalat subuh kesiangan, kami buru-buru
mandi dan packing lalu turun ke lobby motel.
Semalam setelah jalan-jalan seru di Los Angeles, Hollywood Walk of Famedan Rodeo Drive hingga dini hari, kami menginap di Motel 6 yang terletak
sekitar 1,6 Km dari Los Angeles International Airport.
![]() |
| Motel 6. Sumber foto dari https://www.motel6.com/content/g6/motel6/motel6-com/en/motels.ca.inglewood.1260.html |
Motel ini
lumayan. Kamarnya berkonsep modern, bersih, dengan lantai bermotif kayu. Ada
Wifi gratis, dan LCD TV. Room ratenya $
89,99 per malam.
Rabu, 17 Juni 2015
Mendadak Candle Light Dinner di Monarchy Bistro Bogor
Ekterior resto yang dibuka sejak 7 April 2014 ini berbentuk bangunan minimalis didominasi warna putih pada dinding dan
warna abu-abu di atap dan roster atau ventilation
block.
Selasa, 09 Juni 2015
Di Balik Layar Liputan Komunitas Pelangi
| Pelangi bersama host Ray Utami |
Sebagai makhluk sosial, manusia selalu ingin berteman, bersilaturrahmi, berjejaring dan berkolaborasi. Pengalamanku bergaul dengan berbagai komunitas, mengajarkan aku untuk memilih komunitas yang positif. Komunitas yang positif menurutku adalah komunitas yang mendukung anggotanya untuk berkembang, bertambah ilmu, pengetahuan, keterampilan, dan membawa kepada kebaikan.
Selasa, 02 Juni 2015
Menikmati Malam di Los Angeles dan Hollywood Walk of Fame
Kutebarkan
pandangan melalui jendela pesawat menembus langit malam. Ketika pandanganku
menangkap suasana di bawah sana, aku
terpesona. Benua Amerika terhampar, dan
aku berada tepat di atas Los Angeles.
Lampu-lampu membentuk noktah cahaya berkilauan serupa taburan perhiasan di atas
beludru hitam. Lampu-lampu kendaraan di jalan membentuk alur bagaikan kalung
berlian meliuk-liuk. Lampu dari gedung-gedung
seperti taburan mutu manikam, makin dekat makin berkilau pendar
cahayanya.
Langganan:
Postingan (Atom)
Template by Blogger Perempuan





































