Senin, 12 November 2018

Keluarga Kusmajadi Jalan-jalan di Palembang


Masih ingat sahabatku, Mbak Melati M Putri dan suaminya Mas Dodi Kusmajadi yang keliling Indonesia sekeluarga  naik motorhome selama 1 tahun?

Nah, perjalanan mereka edisi Pulau Sumatera telah tiba di Palembang, Kamis 8 November 2018.

Saat akan menuju ke rumah Wati, adiknya si Akang   di Kompleks Pusri Sukamaju Kenten, motorhome yang tingginya 3.1 meter tersangkut kabel yang melendot, sehingga solar cell yang terletak di atas motorhome mengalami gangguan. Saat itu menjelang malam dan hujan turun. Untung ada suami Wati, Mas Yono, dan Rifki keponakanku yang membantu. Malam itu motorhome parkir di lapangan di depan rumah, dan keesokan harinya diperbaiki.

Akang Sutedja dari Bogor sengaja datang menemui keluarga Kusmajadi di Jumat 9 November. Mbak Okina Fitriani dan Mas Ronny Gunarto pun sengaja terbang dari Kuala Lumpur ke Palembang,Sabtu 10 November. 

Benteng Kuto Besak

Akang Sutedja, Mas Ronny dan Mas Dodi

Ramai-ramai menikmati jalan-jalan naik motorhome ke kawasan Benteng Kuto Besak, lalu menikmati ngobrol-ngobrol santai di pinggir danau OPI Jakabaring. Ditemani pempek sedap hasil karya Wati, martabak bumbu kari, dan kopi panas.





Rombongan sukaria ini  kemudian mengunjungi Mamiku di rumahnya. Mami senang banget bisa ketemu sahabat-sahabat anaknya, lalu melongok ke dalam motorhome. 



Di rumah Mami

Mbak Okina dan Mamiku

“Enak ya mobilnya… Di dalamnya nyaman. Asyik juga kalau punya mobil begini.” Kata Mami sambil melirik mantu kesayanngannya, si Akang.

Wah… berat ini.. hahahahaha…

Aku  menyusul  ke Palembang, tanggal 10 November  usai menyampaikan materi sharing Enlightening Parenting di Bintaro. sehingga hari Sabtu sore hingga Minggu pagi kami  bisa ngariung melepas kangen.

Dari bandara, aku dijemput pakai motorhome Mbak Mel yang hitzz itu. Cihuy.. akhirnya kecicip juga naik motorhome!

Lalu kami makan malam masakan khas Palembang di Resto Pondok Kelapa. Menunya pindang ikan, gurami masak telor asin, ikan seluang goreng, ikan bawal saus mangga,  tumis kangkung, cumi, udang, tahu goreng dan lain-lain. Ngobrol seru sambil menikmati malam yang diwarnai hujan deras banget. Lanjut ngopi ngopi dan ketawa-tawa akibat obrolan srimulat不不不 mbak Okina dan kisah kebandelan si Akang di masa lalu.



Aku menikmati suasana hangat penuh persahabatan itu. Nyaman banget berada diantara sahabat sehati. Sekaligus takjub dengan pasangan Mbak Mel dan Mas Dodi.

Bagaimana tidak, sudahlah cerita si Akang lucu dan konyol banget, mbak Mel dan Mas Dodi  membingkai dengan komentar-komentar spontan yang tambah bikin kami  tertawa terpingkal-pingkal. Aku suka melihat mereka tertawa dengan ekspresi sepenuh jiwa, bikin gelombang emosi bahagia menyebar kemana-mana不不不. Tubuh terpicu memproduksi hormone endorphin  membuat perasaan nyaman, bahagia dan berenergi. Ngumpul bersama sahabat ternyata adalah vitamin bagi jiwa.



Sayang sekali pagi-pagi banget, Mbak Okina dan Mas Ronny harus balik ke Kuala Lumpur. Kami sempat kumpul lagi sebentar di lobby hotel. Berfoto dengan jujur不不不不. Jujur banget gak pake pencitraan.hahaha…Dengan tampang Mas Dodi baru bangun tidur, belum mandi  rambutnya masih tegak-tegak belum sisiran, dan Mbak Mel yang berkudung mukena.


Terimakasih untuk kebersamaan yang indah Mbak Okina dan Mas Ronny..

Usai melepas Mbak Oki dan Mas Ronny di bandara, kami mengajak Mbak Melati dan Mas Dodi sarapan makanan khas Palembang di sebuah di warung yang ramai pengunjung di kawasan Pasar Kuto.




Laksan, Lakso, Celimpungan, Sate pentol ikan, pempek, otak-otak, kumbu, kopi susu dan kopi pahit menemani obrolan pagi.

Seorang pria yang duduk disamping Mas Dodi ikut ngobrol. Obrolan jadi seru lalu kami berkenalan, rupanya beliau seorang dokter ahli jantung. Dari obrolan iseng-iseng berlanjut ke obrolan yang lebih dalam, saling berbagi tentang pilihan dalam hidup.

Pak dokter bertanya, bagaimana bisa Mbak Mel dan Mas Dodi memutuskan melakukan jalan-jalan sekeluarga selama 1 tahun, bagaimana dengan pekerjaan, bagaimana dengan penghasilan karena jalan-jalan satu tahun identik dengan pengeluaran dalam jumlah besar terus menerus selama 1 tahun.

Bersama dokter Ferry Usnizar

"Hidup ini pilihan. Ada orang memilih membangun rumah mewah dan membeli mobil mewah. Sementara kami memilih untuk menjalani keliling Indonesia sekeluarga selama 1 tahun, karena banyak sekali pelajaran dan hikmah yang kami dapatkan selama perjalanan. Seperti juga Pak Dokter yang memilih menikmati kehidupan sebagai dokter."Ujar Mbak Melati.

Pak Dokter Ferry Usnizar kemudian berbagi tentang kegiatan sehari-harinya. Bagaimana dia menjalani padatnya aktivitas, sehingga tidur pun "maling-maling" tak jarang hanya 3 jam dalam sehari semalam. Handphone stand by 24 jam untuk memfasilitasi panggilan darurat. 

Tampaknya berat, namun beliau bahagia bertemu berbagai macam pasien, yang curhat tentang berbagai masalah mereka. Letak bahagianya bila pasien yang tadinya merasa sakit, sesak di dada, perut tak nyaman, lalu hilang semua keluhannya setelah tindakan medis yang dilakukan. Itu bahagianya sungguh tak ternilai. 

Ketika Akang dan Mas Dodi melanjutkan obrolan dengan Pak Dokter, aku bertanya pada Mbak Mel

"Mbak, ada rasa jenuh apa nggak menjalani jalan-jalan ini? "

"Ini juga seperti pertanyaan Mbak Okina. Berapa persen capeknya? Berapa persen jenuhnya? Berapa persen rungsingnya?" Mbak Melati tergelak, lalu melanjutkan bicara.

“Dibilang capek ya pasti capek, tapi rasanya tidak berat. Kalo capek kan istirahat. Ya paling 2 persen saja capeknya.”

“Dibilang jenuh? Kami gak sempat jenuh karena setiap hari ada hal baru, hal menarik,. Excited sekali rasanya menanti apalagi nih yang akan kami temui selanjutnya.”

“Dibilang rungsing? Rungsing gimana ya...misalnya pintu kamar mandi rusak di perjalanan saat di Solok Selatan. Ya kami tinggal cari tukang di Solok. Nah.. kami dapat lagi kisah hidup sang tukang dari Solok Selatan, tentang perjuangan hidupnya. Setiap orang yang kami temui di perjalanan ibarat jendela untuk melihat hal-hal baru. Jadi kejadian apa pun tidak kami maknai sebagai kerungsingan, tapi jalan menuju pengalaman, pembelajaran dan pengetahuan baru. Jalan bertemu tokoh-tokoh yang berbagi kisah hidup mereka. Menarik kan?"

Wah Mbak Mel... aku padamu. Bukan main keluarga ini sungguh menginspirasi dengan pemikirannya yang out of the box. .


Sorenya, usai mengantar si Akang ke bandara untuk kembali ke Bogor, aku bersama Mbak Mel dan Mas Dodi blusukan mencari butik pakaian berbahan songket Palembang. Kami sempat nyasar-nyasar ke jalan kecil karena mengikuti petunjuk google dan waze. Setelah tanya sana sini akhirnya tiba di kawasan pertokoan Ilir Barat.


Cantik-cantik baju yang  ada di butik  maupun toko-toko di sana,  namun sayang barang yang  kami cari tak tersedia di sana.

Acara icip-icip kuliner Palembang berlanjut bersama iparku, Wati dan suaminya Yono. Tadinya kami ingin makan di RM Pindang Umak yang kabarnya sedang ngehitz di kalangan pecinta kuliner Palembang. Sayang sekali ketika tiba di sana, menu andalan rumah makan ini sudah habis. Kami lalu mencari-cari tempat makan lain di sekitar bandara Palembang.


Di simpang jalan, terlihat sebuah rumah makan Pindang Pegagan. Sepi. Tak ada pengunjungnya. Aku sempat berpikir, jangan-jangan masakannya tak sedap, sehingga sepi  pengunjung. Tapi berhubung perut sudah keroncongan. kami memutuskan untuk makan malam di sini.
Menikmati Pindang Pegagan dekat bandara Palembang

Alhamdulillah.. ternyata pindang pegagan gabus, pindang salai, dan pepes tempoyaknya sedap sekali! Senang melihat Mbak Mel, Mas Dodi dan anak-anak menikmati makan dengan semangat.

Hari ini 12 November 2018, Mbak Melati dan keluarga melanjutkan perjalanan ke pulau Bangka. Selamat melanjutkan jalan-jalan, Keluarga Kusmajadi… Semoga aman, lancar, selalu dilindungi dan dimudahkanNya. Aamiin… 



Insya Allah kita bertemu lagi di Pulau Jawa nanti ya..
  

Senin, 22 Oktober 2018

MENUJU GENERASI GEMILANG BERSAMA KOMUNITAS ENLIGHTENING PARENTING






Okina Fitriani, seorang Psikolog dan Master di bidang human resources yang mendalami bidang psikologi: Neuro-Linguistic Programming dan Brain Development adalah founder Enlightening Parenting.

Enlightening Parenting adalah konsep, prinsip dan metode pengasuhan yang disarikan dari Al-Qur’an, Hadist, Sirah, dan Psikologi Perkembangan berbasis riset maupun penanganan kasus-kasus dengan dibantu teknik-teknik Neuro Linguistic Programming (NLP) sebagai sarana pendukung.

Enlightening Parenting tidak hanya sesuai bagi keluarga muslim tetapi juga bagi keluarga dari berbagai latar belakang agama karena nilai-nilai yang dijadikan dasar merupakan kebenaran universal. Terbukti pula bahwa peserta training tidak hanya keluarga muslim, bahkan juga pasangan- pasangan dari berbagai bangsa seperti Arab, Amerika latin, Filipina, India dan lain-lain.

Kamis, 04 Oktober 2018

MENGHILANGKAN ALERGI MENJAHIT DENGAN SELF TALK


Ilmu yang didapat dari training, kalau tak dipakai sehari-hari, bisa terlupakan, bahkan hilang tanpa kesan.  Kalau sayang ilmu, sayang dengan waktu yang sudah terpakai untuk training, sayang dengan uang yang sudah dibayar untuk biaya training, maka sering-seringlah mengamalkan ilmunya.  Mengamalkan ilmu membuat hidup lebih baik, lebih nyaman.  Ilmunya pun  nancep dalam diri kita, tidak hilang percuma.

Ilmu apa sih yang didapat dari training, yang sehari-hari dipakai oleh Emak-emak dasteran macam aku? Hehe..Salah satunya  keterampilan berdialog dengan self talk dengan menggunakan kalimat kalimat berbentuk milton model dan meta model. Hal ini aku peroleh dari training Transforming Behavior Skill-nya Mbak Okina Fitriani.

Senin, 10 September 2018

MENYIKAPI ANAK YANG TIDAK KONSISTEN BANGUN PAGI



Seri Tanya Jawab Enlightening Parenting
Nara Sumber : Okina Fitriani

Tanya : 

Saya kesulitan membangunkan anak pagi-pagi. Sempat beberapa kali berhasil dibangunkan dengan kesepakatan menggunakan alarm. Mereka sempat excited ketika pertama kali melakukannya. Sekitar 7  kali berhasil, lalu mulai agak susah.

Selasa, 04 September 2018

Ragu Ingin Keliling Indonesia Sekeluarga? Gunakan 14 Jurus Silat Lidah



Keluarga Kusmajadi

Bahagianya punya sahabat yang unik banget.. tiada duanya. Kami sama-sama penggerak Enlightening Parenting, sama-sama belajar dari CikGu Okina Fitriani. Sengaja aku ingin memperkenalkan sahabatku, karena aku dan teman-teman semua bisa belajar sangat banyaaak dari dia.

Namanya Melati M Puteri. Sebenarnya sebelum kami dekat, aku sudah beberapa kali bertemu dia di Kuala Lumpur. Pernah juga bertemu saat Mbak Mel ikut jadi peserta  training Transforming Behavior Skill untuk alumni Enlightening Parenting. Kesan pertama melihat dia biasa saja, kalem, sepertinya orangnya pendiam. Barulah waktu kami sama-sama jadi fasilitator training di Jogja, aku dan Mbak Mel punya kesempatan banyak buat ngobrol.

Kami sekamar di hotel tempat penyelenggaraan training saat itu. Naah.. barulah ketahuan aslinya. Ternyata orangnya asyik banget. Dan jelas  nggak pendiam karena kami bisa ngobrol berjam-jam sampai mata tak sanggup melek lagi. Obrolannya bergizi,  menambah ilmu, menambah wawasan, menambah kebijaksanaan.

Jumat, 27 Juli 2018

CARA MEMBERDAYAKAN DIRI DENGAN SELF TALK


Saat pertama kali diperkenalkan tentang Neuro Lingusitic Programming (NLP) oleh CikGu Okina Fitriani, beliau menjelaskan tentang NLP Presupositions.  Buat Emak-emak dasteran yang pikirannya simple, aku cukup pusing dengan belasan macam NLP Presuposition itu. Kalimat-kalimatnya singkat, tapi punya makna yang dalam. Untuk mudahnya, aku menganggap bahwa NLP Presuppositions itu adalah prinsip berpikir, sikap dalam memandang dunia dan prinsip berperilaku dalam ilmu NLP.

Salah satu NLP Presupposition yang kemudian dalam perjalanan hidupku terbukti bermanfaat adalah  yang satu ini :


Senin, 02 Juli 2018

Honeymoon Ala Biker dan Boncenger di Kampung Sampireun Garut


Kampung Sampireun Garut

Dua puluh tahun jadi pasangan suami istri,  Aku dan si Akang Sutedja tentu inginnya rumah tangga kami langgeng, sakinah mawaddah warrahmah sampai kehidupan abadi di surgaNya, Aamiin..

Malam menjelang  28 Juni 2018, aku dan Akang nyantai tidur-tiduran di kamar. Kami mengenang lagi setiap mile stone perjalanan pernikahan kami. Alhamdulillah..Banyak sekali nikmat kebahagiaan yang kami rasakan.

Selalu bahagiakah? Ya ada juga bumbu lainnya dong. Kami, eh tepatnya aku, pernah baper-baper nggak jelas saat menanti Allah menitipkan amanah tamu istimewaNya. Lalu anak-anak lahir, seiring dengan karier si Akang dan rezeki  yang terus meningkat .

Selasa, 05 Juni 2018

Kisah Dumdum dan Rasamaha


Keberadaan kucing-kucing liar yang berkeliaran di lingkungan cluster tempat tinggal kami rupanya menyentuh hati anak-anakku, Anin dan Dea. Seingatku, sejak kami pindah ke Bogor tahun 2009, Anin dan Dea sering membelikan makanan kucing untuk diberikan pada kucing-kucing liar yang  menghampiri teras taman samping rumah kami.

Silih berganti kucing-kucing liar datang. Satu persatu mereka diberi nama oleh Anin, Dea dan Rafif. Dulu ada yang namanya si Cross, Mopi, Culun, Belang, Koneng dan lain-lain. Satu persatu mereka menghilang. Ada yang mati kecemplung kolam ikan di taman cluster, ada yang mati di trotoar jalan  karena sudah tua, ada juga yang menghilang tak pernah muncul lagi. Kemungkinan kucing-kucing itu ditangkap, ditertibkan dan dibuang  oleh satpam cluster.

Rabu, 18 April 2018

Cara Jitu Mengugurkan Keyakinan yang Tidak Memberdayakan dengan Meta Model


Kalau kita punya keyakinan yang tidak memberdayakan terhadap diri sendiri, terhadap anak, suami atau orang lain, jangan di pelihara ya.. Mending pelihara kucing atau ayam  J

Keyakinan-keyakinan yang tidak memberdayakan sering disebut limiting beliefs atau mental block. Keyakinan ini jika disematkan kepada diri sendiri akan menghambat kita bertumbuh menjadi lebih baik.  Jika disematkan pada orang lain menjadi label negatif yang selain tidak baik bagi orang tersebut, juga mengganggu emosi kita sendiri saat menghadapi orang tersebut.


Contohnya apa sih limiting belief itu? Kalau ada yang bilang begini,

“Aku itu pemalas.”

“Anakku  yang bungsu itu lemot.”

“Suamiku nggak pernah mendengarkan aku.”

“Aku nggak bisa bicara di depan orang banyak.”

Limiting belief atau label buruk yang kita sematkan pada diri sendiri maupun orang lain membuat kita  tidak punya respon yang luas, sehingga merugikan diri  atau orang-orang terdekat yang kita beri label itu. Kok bisa merugikan?

Jumat, 13 April 2018

TIPS MENYIKAPI SUAMI SUKA MARAH DAN MEMUKUL ANAK


Seri Tanya Jawab Enlightening Parenting
Nara Sumber : Sutedja Eddy Saputra dan Okina Fitriani

Punya suami yang suka marah dan memukul anak? Bagaimana menyikapi dan apa yang harus dilakukan untuk mengatasi hal yang demikian?

Mari simak  poin-poin yang dirangkum dari sesi tanya jawab materi PERAN AYAH dalam Training Enlightening Parenting di Surabaya 7-8 April 2018, bersama nara sumber Sutedja Eddy Saputra dan Okina Fitriani.


Tanya : Suami saya dididik dengan keras oleh orangtuanya dengan hukuman fisik . Salah satunya, pernah kepalanya dibenturkan ke tembok oleh orangtuanya. Ketika menikah, kami sering mengalami perbedaan pendapat dalam hal  cara mendidik anak. Suami saya bersikeras bahwa  anak harus dikerasi.  Saat dia marah dan melakukan hukuman fisik pada anak, saya langsung meng-interupsi, karena saya tak tega pada anak. “Jangan, jangan di pukul!” Begitu saya katakan pada suami. Padahal saya tahu, tidak boleh berbeda pendapat di hadapan anak. Saya sudah memberi tahu suami, tetapi di lain waktu masih saja suami berkeras harus mendisiplinkan anak dengan hukuman fisik. Bagaimana  cara mengatasi hal ini ?