Jumat, 25 Desember 2015

Menikmati Mie Gendut Nikmat di Marugame Udon

Sejak bergabung di group Asinan Blogger yang meriah, heboh, dan kaya informasi, aku  sering dapat info update tentang berbagai hal, terutama info tempat makan yang sedang happening di Bogor. Ya, Asinan Blogger adalah sekumpulan blogger cewek warga Bogor dan sekitarnya.  Dari group ini aku pertama kali mendengar tentang Marugame Udon, sebuah gerai  restoran  Jepang yang baru buka di mall Botani Square.


“Ramai sekali pengunjung Marugame Udon. Sampai  harus antri, lho.. Tapi memang enak sih udonnya.” Ucap salah satu teman bloggerku.

Ah, jadi penasaran. Sepanjang pengalamanku makan udon, alias mie Jepang yang gendut-gendut itu, tak ada yang berkesan. Rasanya, ya begitu saja. Hambar.


Lalu, bersama Anin dan Rafif, si sulung dan bungsu, aku datang ke Marugame Udon untuk makan siang. Letak resto ini di Mall Botani Square Bogor, berdekatan dengan Cinema XXI, bersebelahan dengan resto Korea, Mujigae.


Marugame Udon dan Tempura merupakan resto di bawah  payung PT. Sriboga Marugame Indonesia  yang merupakan anak perusahaan PT. Sriboga Ratu Raya, sebuah perusahaan yang  menjalankan bisnis berbasis tepung terigu.


Gerai resto ini sebenarnya sudah ada di beberapa tempat, yaitu di Taman Anggrek Mall, Gandaria City Mall, Kota Kasablanka, Sumarecon Mall Serpong, Bintaro Jaya Xchange, Baywalk Pluit, Citra Grand Mall Cibubur dan Tunjungan Plaza Surabaya.

Penampilan resto sangat  menarik.   Setidaknya ada 6 hal yang menjadi andalan dan keistimewaan tempat ini. Enam hal tersebut sebagai berikut :

1.   Memiliki Sertifikat Halal
Sebagai muslim, sangat penting bagiku menjaga makanan yang di konsumsi merupakan makanan  halal. Adanya sertifikat halal dari MUI   membuat hati tenang menyantap menu  di resto Jepang ini.

2.  Dapur terbuka yang menarik perhatian.
Pengunjung resto  seolah diarahkan pada dapur terbuka yang berada di depan.  Kegiatan para chef  memasak udon,  menggoreng tempura dan menyiapkan bahan-bahan pelengkap berbagai menu masakan bisa disaksikan dengan jelas dan menjadi atraksi yang  menarik.

3.  Self service.
Pengunjung resto kemudian mengambil nampan masing-masing lalu menghampiri dapur terbuka. Di bagian atas terdapat gambar-gambar berbagai menu udon yang bisa dipilih oleh pengunjung.  Para chef langsung menyiapkan menu udon, menanyakan pelengkap apa yang ingin ditambahkan sebagai topping udon pilihannya.


4.  Pelayanan  cepat dan efisien.
Tak perlu menunggu lama, mangkuk-mangkuk berisi udon mengepul panas segera siap dan diletakkan di atas nampan.  Selanjutnya konsumen bisa memilih  dan mengambil sendiri menu tempura yang diinginkan.


5.  Selalu menyajikan udon yang fresh
Resto ini menyediakan udon yang selalu segar. Untuk menjaga kualitas masakan, udon yang sudah masak tapi tak dibeli konsumen  dalam waktu 20 menit akan disingkirkan oleh para chef.

6.  Ocha atau teh Jepang  re-fill
Selanjutnya kasir akan menanyakan menu minuman yang diinginkan. Bila pengunjung memilih menu ocha, baik ocha panas atau dingin maka pengunjung boleh menambah minuman yang sama sepuasnya.

Bingung memilih menu udon yang enak? Pilih saja menu yang memiliki tanda bergambar jari jempol.    Tanda  itu menunjukkan  menu tersebut adalah menu favorit yang banyak digemari konsumen. Menu favorit antara lain Tori Baitan Udon,  Niku Udon, Kitsune Udon dan lain-lain.

Pilihan Menu

Kali ini aku memilih Beef Curry Udon dan Chikuwa Tempura. Anin memilih Spicy Tori Baitan Udon dan Egg Tempura. Menu pilihan Rafif Kitsune Udon dan Beef Croquet.

Beef Curry Udon

Chikuwa Tempura

Ketiga menu udon tersebut enak! Suatu kali aku pernah makan kari di Thailand, tapi hanya  kumakan beberapa suap saja karena rasa bumbunya terlalu kuat. Hal ini  malah  membuat asam lambungku meningkat. Nah,  rasa kari pada Beef Curry Udon  tidak bikin mual.  Kuahnya kental, rasanya pas.

Spicy Tori Baitan Udon

Egg Tempura

Spicy Tori Baitan Udon dan Kitsune Udon juga enak. Udonnya kenyal empuk, kuahnya pun sedap. Pas rasanya.

Kalau ingin rasa pedas yang lebih, terdapat irisan cabe rawit merah yang bisa diambil untuk tambahan topping. Terdapat juga irisan daun bawang, wijen, dan saus kecap asin untuk cocolan tempura.

Niku Udon, Itoyori Tempura dan Inari

Interior resto ini juga nyaman.  Disain furniture   bergaya minimalis berpadu dengan aksesories ruangan bergaya tradisional Jepang membuat betah konsumen yang menikmati makanan di sini.

Bagaimana harganya? Untuk udon berkisar Rp. 25.000,- hingga Rp. 53.000,-.  Harga berbagai macam tempura mulai Rp. 9.000,- hingga Rp. 15.000,- per potong. Dan minuman Rp. 10.000,-.




Dalam seminggu, aku sudah tiga kali mengunjungi resto ini. Ketagihan! Hahaha... Resto ini bisa dijadikan pilihan untuk makan bersama keluarga maupun teman-teman.  Tapi sebaiknya pilih waktu yang tepat, misalnya di week day atau waktu-waktu diluar jam makan siang. Kalau tidak, anda harus siap-siap antri demi semangkuk udon  yang nikmat.

24 komentar:

Hairi Yanti mengatakan...

Wah... Seminggu 3 kali. Benar2 ketagihan ya, Mbak? Di Balikpapan jg ada nih. Sy maju mundur cantik mau nyoba karena pada dasarnya ga tll doyan masakan Jepang. Tapi pengin nyoba sebagai apresiasi karena mereka sudah bersertifikat Halal :D

medanfoodblog mengatakan...

niku udon nya mantaaapp

Juliana Dewi mengatakan...

Hayuk cobain, Mbak Hairi Yanti! Ini agak beda dari masakan Jepang yg biasanya rasanya "plain".

Juliana Dewi mengatakan...

@medanfoodblog : hehehe... Iyaaah...aku juga sukaaa

Ella Nurhayati mengatakan...

Gokil.... seminggu ini udah 3 kali.. sumpeeeh saya jd pen@saran..gimana rasanya. Kapan2 ksanaaa..

turiscantik.com mengatakan...

Salah satu tempat fav makan kl weekend :)

Juliana Dewi mengatakan...

@Ella Nurhayati : hati2 kecanduan juga ya..qiqiqiqi

Juliana Dewi mengatakan...

@turiscantik.com : wah.. Salaman kita...qiqiqiq... Sama

momtraveler mengatakan...

Uwaaaaa...kapan ini nyampe semarang. Aku ngecessss

Diarysivika mengatakan...

Ahhh ini juga restoran andalanku di sby... Tapi biasanya seporsi buat berdua, aq merasa udon itu sangat mengenyangkan :)

Tapi beli camilannya yang banyak heheh suka sama all about tempura hehehe

Juliana Dewi mengatakan...

@momtraveler : kudu diumumkan ke pengusaha2 Semarang nih, siapa tau ada yg minat invest usaha franchise-nya buat buka gerai di Semarang

Juliana Dewi mengatakan...

@Diarysivika : ah...mesraaa.makannya berdua dengan yayangnya. So sweet

Ade anita mengatakan...

Keluargaku udah asli ketagihan kesini. Rasanya udon paling enak emang dsini deh

windah saputro mengatakan...

wah harganya terjangkau banget yaa. tapi aku ga doyan bau udon, amis gimana gitu

Inna Riana mengatakan...

untung dah nyoba tempat makan yg hits ini pas traktiran. ga penasaran lagi. perut kenyang, dompet aman, hehehe

Juliana Dewi mengatakan...

@Ade anita : iya beneran ya..hehe

Juliana Dewi mengatakan...

@windah saputro : kayaknya yg ini gak amis kok..

Juliana Dewi mengatakan...

@inna Riana : perut kenyang, dompet aman, timbangan naik..qiqiqiq

@bangsaid mengatakan...

Dulu saya kira Udon itu khas Korea. Tapi ternyata bisa ditemukan di resto2 Jepang ya.

Vhoy Syazwana mengatakan...

Ngecess aku Maak :D

Lidya mengatakan...

ah jadi ngiler nih aku mbak

Juliana Dewi mengatakan...

@bangsaid : kabarnya udon berasal dari Jepang, Bang..

Juliana Dewi mengatakan...

Vhoy Syazwana : nyicip yuk

Juliana Dewi mengatakan...

@Lidya : yuk cicip...