Sabtu, 11 Oktober 2014

Tips Mendaur Ulang Makanan Sisa untuk Anak

Brokoli Tumis Pempek Adaan


“Rafif, ini nasi dan nuget dagingnya.” Aku mengangsurkan sepiring nasi dengan tumis brokoli dan nuget daging ke hadapan Rafif.

 Jagoanku itu mengerucutkan bibirnya. Sesaat dipandanginya piring itu tanpa minat.

“Gak mau nuget. Yang lain saja.” Tukasnya. Lalu ia berlari ke ruang keluarga meninggalkan aku yang garuk-garuk kepala.

Kemarin dia sangat antusias makan nuget daging buatanku. Tapi hari ini berubah lagi.

 “Jadi bagaimana ini, sudah terlanjur buat nuget daging sekalian banyak.” Pikirku bingung.

Aku membawa sebagian nuget daging  ke dapur dan kupotong-potong berbentuk dadu. Lalu kuhaluskan 4 buah tomat dengan blender, diberi sedikit air. Beberapa siung bawang putih kucincang kasar, lalu ditumis. Sedikit  tambahan minyak wijen, saos tiram,   oregano dan lada halus membuat aroma  bumbu tercium sedap. Setelah itu tomat yang sudah dihaluskan dituang ke tumisan bumbu. Kumasak hingga mendidih. Aku menambahkan  garam, gula pasir secukupnya  dan irisan daun bawang. Lalu potongan dadu nuget daging dicampurkan, diaduk sebentar hingga bumbu meresap. Beres.

Ketika piring nasi dengan tumis brokoli  dan  dadu nuget masak tomat itu kusodorkan, Rafif melahap makanannya hingga tandas.  Horee...!

Jadi ibu harus pandai cari alternatif mendaur ulang makanan, karena seringkali anak-anak berubah selera semau-maunya. Mendaur ulang makanan juga dilakukan untuk menghindari membuang makanan sia-sia. Lebih baik menghindari sesuatu yang mubazir, sekaligus mengasah kreativitas di dapur.

Mendaur ulang sebenarnya sederhana saja. Bisa dengan menambah bumbu , menjadikannya makanan berkuah, mengukus, dan lain-lain. Cara  paling sederhana  yang bisa dilakukan adalah mengubah penampilan makanan  untuk membangkitkan selera anak-anak.
  
Berikut ini cara yang biasa aku lakukan untuk mendaur ulang makanan.

1.    -  Nuget

Aku biasa membuat sendiri nuget ayam, atau nuget daging. Sekali buat biasanya satu loyang segi empat ukuran 20 cm  x 20 cm. Bila dipotong-potong bentuk segi empat bisa dapat banyak, biasanya kalau di konsumsi terus, habis dalam 3 hari. Cara paling mudah mendaur ulang adalah dengan mengubah penampilan nuget. Kadangkala anak-anak hanya bosan melihat bentuknya yang itu-itu saja. Nuget yang berbentuk segi empat itu aku lumat-lumat hingga berbentuk lonjong. Setelah itu baru dilumuri telur. kalau mau dilumuri juga dengan tepung roti, lalu digoreng. Beri tusuk sate pada nuget sehingga penampilannya  mirip sate pentol.

Nuget yang diubah penampilannya seperti sate pentol

Aku pernah menyulap nuget daging menjadi dadar. Caranya  nuget dihaluskan, ditumbuk  dengan cobek. Setelah itu kuberi beberapa butir telur ayam, bawang merah dan bawang  cincang, sedikit garam dan irisan daun bawang. Lalu dengan panci teflon adonan ini kumasak dengan minyak sedikit. Jadilah telur dadar nuget daging.
Sushi isi nuget


Cara lainnya bisa dengan menambahkan kuah tomat seperti yang kusebutkan diatas. Bisa juga  ditumis dengan kecap,  ditumis dengan saos tiram atau saos teriyaki bersama tahu goreng. Selain itu nuget dipotong panjang-panjang, digoreng , lalu dijadikan isi sushi. Cara lain yang juga gampang adalah mencampur nuget dalam bumbu nasi goreng. Pernah juga aku bikin pempek isi nuget, dan waktu itu sukses membuat anak-anak menghabiskan hasil kreasiku.

2.    -  Nasi

Mendaur ulang sisa nasi yang termudah adalah dengan membuat nasi goreng. Mulai nasi goreng ayam, nasi goreng udang, nasi goreng nanas dan masih banyak lagi sesuai selera.

Cara lain adalah dibuat menjadi dadar. Nasi dicampur bumbu bawang merah, bawang putih daun bawang, daging giling atau irisan sosis, lalu tambahkan telur. Aduk rata lalu  di dadar dengan panci teflon atau bisa juga dikukus di loyang.
 
Nasi panggang


Ada lagi cara lain mendaur ulang nasi, yaitu dibuat pempek. Hehehe... Secara dulu lama tinggal di Palembang,  bukan cuma dari ikan dan sagu, nasi pun  bisa dijadikan pempek. Resep pempek nasi  bisa di lihat di postinganku klik di sini


3.   -.  Ayam.

Biasanya ayam aku olah dengan memberi bumbu lalu diungkep. Sewaktu anak-anak minta ayam goreng, ya tinggal digoreng. Bisa digoreng begitu saja atau digoreng tepung.

Mendaur ulang ayam juga gampang. Di suwir-suwir atau dipotong-potong kecil, ayam langsung  bisa dijadikan taburan soto,dicampurkan ke sup, atau dimasukkan ke nasi goreng. 

4.    -  Sup atau Sayur Berkuah

Anak-anak suka sup. Pernah selama 5 hari mereka tak bosan minta dimasakkan sup ayam kampung. Hari keenam, sup itu tak ditoleh lagi. Lalu aku masukkan susu, dan jagung yang diblender ke dalam sup sehingga tampilannya mirip sup cream jagung. Hasilnya? Langsung tandas diserbu anak-anak.

Sayur Bayam dengan getas ikan tenggiri


Pernah ada sisa tumisan sawi dan teri yang sedikit berkuah. Kutambahkan soun kedalamnya. Lalu aku beri beberapa butir telur. Adonan dimasukkan ke loyang lalu dikukus. Hasilnya dipotong-potong dan disajikan di piring. Bukan dijadikan lauk,  hasil kreasiku malah habis jadi cemilan anak-anak.


5.      -  Daging

Bila lebaran tiba, sering kali banyak sisa rendang atau kari daging, baik daging sapi maupun daging kambing. Aku biasanya mendaur ulang  kari itu dengan mencampurkannya ke dalam kuah martabak telur bumbu kari yang resepnya bisa dilihat di sini.

Daging bisa juga di masukkan ke dalam campuran nasi goreng, atau dijadikan isi risoles. Bisa juga digoreng sebagai isi kulit pangsit dan dijadikan cemilan.

6.      -  Snack

Beberapa hari yang lalu aku menemukan seperempat bungkus getas ikan tenggiri dari Bangka. Makanan itu cemilan yang digemari anak-anak. Sayang sekali getas  sudah melempem, tak garing lagi karna dibiarkan di udara terbuka. Aku masukkan getas itu ke dalam rebusan sayur bayam dan jagung. Aku beri sedikit minyak wijen. Rasa getas yang gurih menjadikan sayur bayam terasa lebih greget. Getas itu menjelma mirip tekwan.

Biskuit sisa cemilan anak-anak  bisa di daur ulang menjadi bola-bola coklat. Caranya biskuit di tumbuk kasar, campurkan dengan coklat masak yang sudah dicairkan. Aduk rata. Lalu di bentuk bulat-bulat dan gulingan di atas meses.

Sedikit kreativitas bisa mengubah hal yang mubazir menjadi sesuatu yang bermanfaat. Let’s be creative moms!

3 komentar:

Dini mengatakan...

Keren dan bermanfaat banget resepnya buat saya yg pemalas ini mbak.. Salam kenal! :)

Ahmed Tsar mengatakan...

Sepakaat sangat bermanfaat tulisan ini, di mana kreativitas ibu bermain di sini agar anak mua makan . Terimakasih ilmunya Mbak

Wiwit Widayati mengatakan...

Bermanfaat banget resepnya, terimaksih yaa mbka, salam kenal