Minggu, 12 Oktober 2014

Resep Pempek Nasi


Punya sisa nasi? Jangan dibuang! Manfaatkan untuk membuat  cemilan pempek nasi. Karena pempek ini tidak memakai ikan, sebaiknya untuk isi gunakan yang mengandung protein, misalnya telur, sosis, atau tumisan ebi dicampur parutan pepaya muda.

Berikut ini resepnya :

-          350 gr nasi putih
-          400 cc air
-          300 gram terigu
-          satu sendok makan garam halus
-          ¾ sendok makan gula pasir
-          2 siung bawang putih dihaluskan
-          bubuk penyedap secukupnya
-          lada halus secukupnya
-          telur satu butir
-          minyak goreng 75 ml
-          200 gr sagu tani (bisa kurang atau bisa lebih, sesuai dengan tekstur adonan yang ideal)


Cara :

1.     Masukkan nasi, air, garam, bawang putih, gula, penyedap, lada dan terigu ke dalam panci.  Masak sambil diaduk-aduk dengan spatula hingga tercampur rata dan adonan lengket menyatu. Matikan api.

2.     Masukkan minyak goreng, aduk. Masukkan telur, aduk lagi hingga tercampur rata. Tunggu hingga adonan dingin.

3.      Masukkan sagu tani sedikit demi sedikit hingga adonan tidak terlalu lembek tapi masih agak lengket.



4.      Olesi telapak tangan dengan sagu tani agar adonan tidak lengket di tangan. Ambil satu sendok makan  adonan.



5.      Bentuk adonan seperti pada foto berikut ini



6.      Lubangi adonan dengan jari telunjuk




7.      Isi dengan telur, setengahnya saja jangan sampai penuh



8.      Tutup dan bentuk menjadi pempek telur kecil



9.      Rebus hingga mengambang di air mendidih yang dicampur 1 sdm  minyak goreng.



10.  Angkat pempek, dan tiriskan. Bisa langsung dimakan atau di goreng lebih dulu. Hidangkan dengan Cuka


Bahan Cuka Pempek :
-          500 gr gula aren/ gula batok
-          70  gr cabe rawit di belnder
-          100 gr bawang putih dihaluskan
-          50 gr gula pasir
-          50 gr garam
-          750 ml air
-          Asam jawa secukupnya
-          2 sdm kecap manis

Cara membuat Cuka :

-         Rebus air dengan gula aren, masukkan garam, asam jawa, gula pasir,kecap manis. Setelah gula larut terakhir masukkan cabe dan bawang putih. Masak hingga mendidih. Lalu saring cuka. Tunggu hingga dingin dan simpan dalam wadah tertutup. Untuk disimpan jangka panjang masukkan ke lemari es.

Selamat mencoba!



Sabtu, 11 Oktober 2014

Tips Mendaur Ulang Makanan Sisa untuk Anak

Brokoli Tumis Pempek Adaan


“Rafif, ini nasi dan nuget dagingnya.” Aku mengangsurkan sepiring nasi dengan tumis brokoli dan nuget daging ke hadapan Rafif.

 Jagoanku itu mengerucutkan bibirnya. Sesaat dipandanginya piring itu tanpa minat.

“Gak mau nuget. Yang lain saja.” Tukasnya. Lalu ia berlari ke ruang keluarga meninggalkan aku yang garuk-garuk kepala.

Kemarin dia sangat antusias makan nuget daging buatanku. Tapi hari ini berubah lagi.

 “Jadi bagaimana ini, sudah terlanjur buat nuget daging sekalian banyak.” Pikirku bingung.

Aku membawa sebagian nuget daging  ke dapur dan kupotong-potong berbentuk dadu. Lalu kuhaluskan 4 buah tomat dengan blender, diberi sedikit air. Beberapa siung bawang putih kucincang kasar, lalu ditumis. Sedikit  tambahan minyak wijen, saos tiram,   oregano dan lada halus membuat aroma  bumbu tercium sedap. Setelah itu tomat yang sudah dihaluskan dituang ke tumisan bumbu. Kumasak hingga mendidih. Aku menambahkan  garam, gula pasir secukupnya  dan irisan daun bawang. Lalu potongan dadu nuget daging dicampurkan, diaduk sebentar hingga bumbu meresap. Beres.

Ketika piring nasi dengan tumis brokoli  dan  dadu nuget masak tomat itu kusodorkan, Rafif melahap makanannya hingga tandas.  Horee...!

Jadi ibu harus pandai cari alternatif mendaur ulang makanan, karena seringkali anak-anak berubah selera semau-maunya. Mendaur ulang makanan juga dilakukan untuk menghindari membuang makanan sia-sia. Lebih baik menghindari sesuatu yang mubazir, sekaligus mengasah kreativitas di dapur.

Mendaur ulang sebenarnya sederhana saja. Bisa dengan menambah bumbu , menjadikannya makanan berkuah, mengukus, dan lain-lain. Cara  paling sederhana  yang bisa dilakukan adalah mengubah penampilan makanan  untuk membangkitkan selera anak-anak.
  
Berikut ini cara yang biasa aku lakukan untuk mendaur ulang makanan.

1.    -  Nuget

Aku biasa membuat sendiri nuget ayam, atau nuget daging. Sekali buat biasanya satu loyang segi empat ukuran 20 cm  x 20 cm. Bila dipotong-potong bentuk segi empat bisa dapat banyak, biasanya kalau di konsumsi terus, habis dalam 3 hari. Cara paling mudah mendaur ulang adalah dengan mengubah penampilan nuget. Kadangkala anak-anak hanya bosan melihat bentuknya yang itu-itu saja. Nuget yang berbentuk segi empat itu aku lumat-lumat hingga berbentuk lonjong. Setelah itu baru dilumuri telur. kalau mau dilumuri juga dengan tepung roti, lalu digoreng. Beri tusuk sate pada nuget sehingga penampilannya  mirip sate pentol.

Nuget yang diubah penampilannya seperti sate pentol

Aku pernah menyulap nuget daging menjadi dadar. Caranya  nuget dihaluskan, ditumbuk  dengan cobek. Setelah itu kuberi beberapa butir telur ayam, bawang merah dan bawang  cincang, sedikit garam dan irisan daun bawang. Lalu dengan panci teflon adonan ini kumasak dengan minyak sedikit. Jadilah telur dadar nuget daging.
Sushi isi nuget


Cara lainnya bisa dengan menambahkan kuah tomat seperti yang kusebutkan diatas. Bisa juga  ditumis dengan kecap,  ditumis dengan saos tiram atau saos teriyaki bersama tahu goreng. Selain itu nuget dipotong panjang-panjang, digoreng , lalu dijadikan isi sushi. Cara lain yang juga gampang adalah mencampur nuget dalam bumbu nasi goreng. Pernah juga aku bikin pempek isi nuget, dan waktu itu sukses membuat anak-anak menghabiskan hasil kreasiku.

2.    -  Nasi

Mendaur ulang sisa nasi yang termudah adalah dengan membuat nasi goreng. Mulai nasi goreng ayam, nasi goreng udang, nasi goreng nanas dan masih banyak lagi sesuai selera.

Cara lain adalah dibuat menjadi dadar. Nasi dicampur bumbu bawang merah, bawang putih daun bawang, daging giling atau irisan sosis, lalu tambahkan telur. Aduk rata lalu  di dadar dengan panci teflon atau bisa juga dikukus di loyang.
 
Nasi panggang


Ada lagi cara lain mendaur ulang nasi, yaitu dibuat pempek. Hehehe... Secara dulu lama tinggal di Palembang,  bukan cuma dari ikan dan sagu, nasi pun  bisa dijadikan pempek. Resep pempek nasi  bisa di lihat di postinganku klik di sini


3.   -.  Ayam.

Biasanya ayam aku olah dengan memberi bumbu lalu diungkep. Sewaktu anak-anak minta ayam goreng, ya tinggal digoreng. Bisa digoreng begitu saja atau digoreng tepung.

Mendaur ulang ayam juga gampang. Di suwir-suwir atau dipotong-potong kecil, ayam langsung  bisa dijadikan taburan soto,dicampurkan ke sup, atau dimasukkan ke nasi goreng. 

4.    -  Sup atau Sayur Berkuah

Anak-anak suka sup. Pernah selama 5 hari mereka tak bosan minta dimasakkan sup ayam kampung. Hari keenam, sup itu tak ditoleh lagi. Lalu aku masukkan susu, dan jagung yang diblender ke dalam sup sehingga tampilannya mirip sup cream jagung. Hasilnya? Langsung tandas diserbu anak-anak.

Sayur Bayam dengan getas ikan tenggiri


Pernah ada sisa tumisan sawi dan teri yang sedikit berkuah. Kutambahkan soun kedalamnya. Lalu aku beri beberapa butir telur. Adonan dimasukkan ke loyang lalu dikukus. Hasilnya dipotong-potong dan disajikan di piring. Bukan dijadikan lauk,  hasil kreasiku malah habis jadi cemilan anak-anak.


5.      -  Daging

Bila lebaran tiba, sering kali banyak sisa rendang atau kari daging, baik daging sapi maupun daging kambing. Aku biasanya mendaur ulang  kari itu dengan mencampurkannya ke dalam kuah martabak telur bumbu kari yang resepnya bisa dilihat di sini.

Daging bisa juga di masukkan ke dalam campuran nasi goreng, atau dijadikan isi risoles. Bisa juga digoreng sebagai isi kulit pangsit dan dijadikan cemilan.

6.      -  Snack

Beberapa hari yang lalu aku menemukan seperempat bungkus getas ikan tenggiri dari Bangka. Makanan itu cemilan yang digemari anak-anak. Sayang sekali getas  sudah melempem, tak garing lagi karna dibiarkan di udara terbuka. Aku masukkan getas itu ke dalam rebusan sayur bayam dan jagung. Aku beri sedikit minyak wijen. Rasa getas yang gurih menjadikan sayur bayam terasa lebih greget. Getas itu menjelma mirip tekwan.

Biskuit sisa cemilan anak-anak  bisa di daur ulang menjadi bola-bola coklat. Caranya biskuit di tumbuk kasar, campurkan dengan coklat masak yang sudah dicairkan. Aduk rata. Lalu di bentuk bulat-bulat dan gulingan di atas meses.

Sedikit kreativitas bisa mengubah hal yang mubazir menjadi sesuatu yang bermanfaat. Let’s be creative moms!

Sabtu, 04 Oktober 2014

Ajari Kami Cinta

Pak Yugen dan Bu Sri Widayati

Nama lengkapnya Gaguk Yugentoro Santoso. Pertama kali bertemu Pak Yugen - nama panggilannya, ketika aku diajak suamiku, si Akang, mengunjungi ruangan kantornya di Jakarta. Pak Yugen mampir ke ruangan  Akang. Dia memperkenalkan diri padaku, menyapa  dengan senyum simpatiknya.  Pria yang usianya sudah mendekati 60 tahun ini masih gagah dan bugar, dengan  rambut  dan kumis yang “two tone” alias dwi warna.

Jumat, 03 Oktober 2014

Cara Berkurban Super Praktis



Hanya tinggal dalam hitungan  jari, Idhul Adha akan tiba. Saat-saat menjelang hari raya itulah terbuka kesempatan untuk melaksanakan ibadah kurban.

Sudah selayaknya umat Islam bersemangat menjalankan sunnah nabi Muhammad SAW untuk berkurban. Demikian istimewanya berkurban sampai nabi Muhammad bersabda,” Tidak ada amal yang lebih utamapada hari-hari tasriq selain berkurban. “ Para sahabat berkata,” Tidak juga jihad?” Beliau menjawab,”Tidak juga jihad. Kecuali seseorang yang keluar dari rumahnya dengan mengorbankan diri dan hartanya (di jalan Allah) lalu dia tidak kembali lagi (HR Bukhari ).

Bahkan dalam Al Qur’an pun umat Islam  diperintahkan untuk melaksanakan kurban seperti pada ayat berikut ini :

ف
َصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.” (QS. Al-Kautsar: 2)

Bagi yang mampu berkurban, tak ada alasan untuk tak melaksanakannya. Sibuk? Tak punya waktu memilih sendiri hewan kurban? Tak sempat mengurusi segala hal untuk pelaksanaan kurban?  Atau tinggal di luar negeri dimana muslim di negara itu golongan minoritas? Tinggal di tempat di mana tak dapat ditemukan   panitia  yang menyelenggarakan pemotongan hewan kurban? Itu bukan alasan.
Di zaman modern  seperti sekarang ini, solusi  melaksanakan ibadah pun makin kreatif dan praktis.  Super Gizi Qurban, sebuah program tahunan yang dilaksanakan lembaga Yatim Mandiri menawarkan solusi yang praktis, syar’i, tepat sasaran, bermanfaat dan berkah bagi muslim yang ingin berkurban.

Caranya bagaimana? Hanya dengan mentransfer dana ke rekening Mandiri no 140 000 311 770 3 atas nama Qurban Yatim Mandiri sebesar Rp. 12.600.000,- untuk satu ekor sapi, atau Rp. 1.800.000,- untuk 1/7 ekor sapi. Super praktis, mudah dan sesederhana  itu. Urusan selesai.

Selanjutnya lembaga Yatim Mandiri akan melaksanakan penyembelihan hewan kurban. Apakah cara berkurban ini tidak melanggar syariah? Yatim Mandiri melaksanakan pemotongan hewan kurban sesuai syariah. Hewan  yang dipilih adalah hewan yang sehat dan memenuhi kriteria hewan kurban. Penyembelihanpun dilaksanakan pada hari  Idhul Adha dan hari tasriq.

Setelah daging kurban disortir, lalu dilakukan pengolahan daging  menjadi sosis. Pengalengan sosis dilakukan dengan ketentuan satu ekor sapi  menghasilkan 450 kaleng sosis dengan berat masing-masing sekitar 325 gram. Lalu sosis didistribusikan kepada anak-anak yatim di seluruh pelosok negri.



Mengolah daging kurban dan mengemasnya dalam kaleng  dengan standar Halal MUI dan dibawah pengawasan BPOM menjamin daging kurban higienis dan awet sampai 2 tahun. Daging kurban dalam kemasan ini kemudian didistribusikan sepanjang tahun ke pelosok-pelosok negri dengan terencana dan efektif.

Program ini ditujukan untuk peningkatan gizi anak yatim dhuafa. Selain itu korban bencana alam pun menjadi sasaran distribusi sosis kaleng ini karena praktis. Daging qurban bisa langsung dimakan atau di masak dulu.
Siapa pun yang berkurban Insha Allah akan menuai berkah pahala balasan dari Allah.  Seperti disebutkan dalam hadits berikut ini :

مَا عَمِلَ ابْنُ آدَمَ يَوْمَ النَّحْرِ عَمَلًا أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ هِرَاقَةِ دَمٍ وَإِنَّهُ لَيَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَظْلَافِهَا وَأَشْعَارِهَا وَإِنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنْ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ عَلَى الْأَرْضِ

 “Tidak ada satu amalan yang dikerjakan anak Adam pada hari nahar (hari penyembelihan) yang lebih dicintai oleh Alah 'Azza wa Jalla daripada mengalirkan darah. Sungguh dia akan datang pada hari kiamat dengan tanduk-tanduknya, kuku dan rambutnya. Sesunggunya darahnya akan sampai kepada Allah 'Azza wa Jalla sebelum jatuh ke tanah… ” (HR. Ibnu Majah dan al-Tirmidzi, beliau menghassankannya)

Dan sabda beliau ketika di tanya apakah sembelihan ini, maka beliau menjawab, “Tuntunan ayah kalian Ibrahim.” Mereka bertanya, “Apa bagian kita darinya/apa pahala yang akan kita dapatkan?” Beliau menjawab, "Setiap helai rambut, akan dibalasi dengan satu kebaikan.” Lantas mereka bertanya, "Bagaimana dengan bulu (domba)?” Maka beliau menjawab, "Setiap bulu juga akan dibalas dengan satu kebaikan.” (HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi, beliau menghasankannya).

Bagi muslim dan muslimah yang mampu, tunggu apa lagi? Mumpung masih ada waktu, segerakanlah! Cara apapun yang dipilih, baik cara yang biasa atau cara yang super praktis, semoga menghantarkan pelakunya semakin mendekat kepada Allah SWT.








Rabu, 01 Oktober 2014

Pesona Taman Nasional Seoraksan Korea Selatan





 Suhu udara pagi di musim gugur itu  minus 1 derajat Celcius. Tiga lapis pakaian ditambah kaos kaki tebal, sepatu booth dan sarung tangan wajib digunakan kalau tak mau kedinginan.  Sebenarnya suhu yang demikian itu tidaklah terlalu dingin, tapi hembusan angin yang kencang membuat hawa dingin seolah menyusup sampai ke tulang. Meski demikian, semangat kami tak ciut sedikitpun.  Begitu keluar hotel di kawasan Mount Seorak, Korea Selatan, aku dan suamiku   dibuai oleh  pemandangan yang  cantik berupa replika “Stone Henge” berlatar pegunungan.



Kami berfoto-foto sampai puas dengan berbagai pose. Rasanya ingin mengabadikan setiap keindahan  di area itu. Tak bosan  terus-terusan menatap panorama alam yang cantik ini.
Seorang wanita bule berwajah ramah lewat di dekat kami.
“ Are you newly married couple? “ Tanyanya padaku.
“Yes, we are, Mam... hahaha... We’ve just got married for 15 years.” Sahutku sambil tertawa.
Wanita itu  terkekeh.
“ Congratulation!  Have a wonderful honeymoon for both of you.” Ujarnya sambil berlalu.
“ Thank you.” Balasku sambil melambaikan tangan.

Perjalanan dari hotel menuju kawasan Taman Nasional Seoraksan  hanya memakan waktu beberapa menit saja. Kawasan ini merupakan cagar alam yang pada tahun 1982 ditetapkan sebagai Distrik Pelestarian Biosfer oleh Unesco. Gunung Seorak merupakan gunung tertinggi ke-3 di Korea Selatan setelah Gunung Halla dan Gunung Jiri. Puncak Gunung Seorak tingginya 1.708 m, tersusun dari granit dan gneiss yang membentuk pegunungan berbatu.
Jangan pernah melewatkan Taman Nasional Seoraksan bila berkunjung ke Korea Selatan. Tempat ini indah sekali.


Sejak turun dari bus, kami tak henti berseru-seru senang melihat pohon-pohon berdaun merah, kuning, coklat, dan hijau kekuningan dilatari gunung dan langit biru cerah. Pemandangan yang kaya warna.

Dari pintu masuk, kami terus berjalan sambil menikmati suasana. Tak seberapa lama, disisi kanan jalan kami melihat  patung Budha raksasa atau Grand Bronze Budha yang disebut Tongil Daebul. Berbeda dengan patung Budha tidur yang terdapat di Thailand, patung Budha ini dalam posisi duduk.

Di persimpangan jalan terdapat sebuah jembatan  membentang di atas sungai berbatu-batu putih, indahnya terlihat seperti  sebuah lukisan.
Perjalanan kami lanjutkan hingga sampai ke kuil Shinheungsa. Ada sudut-sudut cantik dari kuil tua ini yang sangat menarik sebagai objek foto.


Setelah beristirahat sejenak sambil minum teh hangat, kami berjalan menuju terminal cable car. Kami duduk di bangku menunggu giliran naik ke Gwongeumseung Fortress. Ketika masuk ke dalam cable car, sengaja kami  mencari posisi dibagian pinggir sehingga bisa bebas menikmati pemandangan kawasan taman nasional dari atas.

Perlahan cable car  bergerak naik. Lalu mata kami    dimanjakan oleh  pemandangan alam yang mengagumkan. Di bawah sana, di sisi kiri, terlihat jalan-jalan  berliku diantara pepohonan. Jalan itu berkelok melintasi tepi sungai yang airnya surut. Batu-batu putih bertaburan di dasar sungai. Makin tinggi cable car membawa kami, sungai bertabur batu-batu putih itu tampak seperti  berlapis salju.  Hulu sungai nun jauh disana bagaikan titik yang mempertautkan barisan gunung berwarna hijau kebiruan.

Makin bergerak ke atas,  di sisi kanan  sungai bergerombol pepohonan dengan daun berwarna-warni. Pohon-pohon itu tumbuh di lereng dan menutupi tebing gunung seperti permadani tebal yang disampirkan. Makin keatas, pohon-pohon makin jarang, lalu berganti  dinding  pegunungan cadas  abu-abu yang bentuknya bergerigi  . Di sela gerigi cadas itu matahari mengintip, menyorotkan sinar keemasannya. Langit biru terang  melengkapi lukisan alam yang menakjubkan. Rasanya hatiku melonjak-lonjak, ingin meneriakkan kekaguman. Masya Allah...



Ketika tiba di anjungan yang merupakan stasiun cable car, kami bergegas turun.  Di anjungan ini pun pemandangan terlihat indah. Disini terdapat pelataran yang dibatasi pagar berwarna biru dimana wisatawan bisa menikmati pemandangan alam dari ketinggian sambil duduk-duduk menikmati minuman dan kue yang dijual di caffe. Lalu ada  jalur untuk mendaki ke puncak berupa anak tangga yang bersusun dengan pagar besi berwarna biru. Anak tangga itu menuju ke atas, ke sebuah jalan menanjak menyusuri lereng gunung.


Kami memilih tidak mendaki ke puncak, hanya duduk dan berfoto-foto di sekitar anjungan itu.
Tapi ketika melihat ke atas,  jalan kecil di lereng gunung itu menarik perhatianku.

“ Kita ke jalan itu yuk! Kayaknya di sana bagus, Kang.”

Akang mengangguk.

Kami berjalan beriringan menapaki anak-anak tangga yang dilapisi  bahan dari karet.  Tak lama tibalah kami di jalan kecil itu. Aku terpesona melihat keindahannya. Jalan itu berkelok dan menanjak, disisi kiri terdapat pagar kayu yang membatasi jalan itu dari tebing curam sementara disisi kanannya terdapat dinding  cadas dan pepohonan. Sayang sekali kami tak punya waktu untuk mendaki sampai di puncak.

“ Foto di situ, Neng!” Seru Akang sambil menunjuk sebuah batu di sisi kananku.

Camera pun menjepret aksiku berkali-kali.

Lalu kami duduk di batu itu. Diam memandang alam.

Aku menoleh memandang Akang, sebuah senyum paling manis kuhadiahkan untuknya.

“ Kenapa senyum-senyum?” Tanyanya.

“ Terimakasih ya, sayang. Sudah membawa Neng ke sini. “

“Sebenarnya Akang ingin mengajak Angelina Jolie . Tapi dia sibuk syuting. Yah, terpaksalah ngajak Neng saja. “ Akang nyengir menggodaku.  

Aku mencubit lengannya dengan gemas. Dia selalu punya cara menggodaku. Tapi tidak dapat kupungkiri, betapa bersyukur aku bisa berada di sini.


Aku menatap lembah cantik di bawah sana, menajamkan indraku.  Kuhirup udara segar, kudengarkan suara-suara alam, gesekan dedaunan, desau angin  dan dingin yang  kubiarkan membelai kulit. Kutanamkam rasa ini dalam memory di  sel-sel otakku, untuk kuhadirkan kembali bila  suatu saat nanti aku merindukan tempat ini.










Selasa, 30 September 2014

Touring ke Guci Tegal


Adzan subuh belum berkumandang, tapi aku dan suamiku, si Akang, sudah mandi dan mengenakan kostum andalan. Celana jeans dan kaos lengan panjang dipadu rompi kulit hitam berhias pin logam berbagai event motor besar.

Selepas shalat subuh, kami melengkapi kostum dengan perlengkapan safety riding. Sepatu booth, pelindung siku dan lutut, balaklava hitam yang menutup wajah hingga hanya terlihat mata, sarung tangan dan terakhir  full face helm. Aku menatap bayanganku di cermin. Persis ninja. Hehe...

Rabu, 24 September 2014

Jatuh Cinta Lagi Meski Sudah Menikah, Why not?

Merasa bosan dengan kehidupan berumah tangga? Wajar saja. Hal ini bisa terjadi bila selalu menjalani aktivitas rutin berulang selama bertahun-tahun tanpa banyak variasi. Tapi rasa bosan itu tidak boleh dibiarkan, harus ada usaha yang sungguh-sungguh untuk membuat kehidupan rumah tangga lebih menggairahkan.

Rabu, 10 September 2014

Perawatan Kulit Berbonus Sehat

sumber foto: www.stanfordcenter.com/whitening

Sesuai kodratnya sebagai makhluk  indah dan menyukai keindahan, wanita suka merawat diri, terutama perawatan kulit.  Tujuan  setiap wanita merawat kulit bisa saja berbeda-beda, misalnya  untuk menyenangkan suami, menambah percaya diri, membuat diri sendiri merasa nyaman, atau mungkin untuk tujuan lain sejalan dengan tuntutan profesi sebagai publik figur.

Apapun alasannya, memang sudah sewajarnya perawatan kulit dilakukan. Bukan saja bagi wanita, tapi pria pun perlu  mengingat zaman sekarang alam sudah tak ramah lagi. Polusi udara dan sengatan sinar matahari berpengaruh terhadap kulit. Asap kendaraan bermotor yang mengandung karbondioksida  menimbulkan masalah, mulai dari jerawat hingga perubahan warna kulit wajah. Polusi udara membuat lapisan ozon yang menyelimuti bumi menipis, sehingga radiasi sinar ultraviolet  meningkat.  Ditambah lagi besarnya jumlah radikal bebas yang mengikat oksigen dari sel-sel kulit, maka makin parahlah kondisinya bila tak dirawat.

Selain polusi udara dan sinar matahari, hal  yang memperparah kondisi kulit adalah  zat-zat aditif dari makanan olahan, gaya hidup tak sehat, kurang mengkonsumsi serat dan lain-lain .  Puncak dari semua  masalah itu adalah terjadinya penuaan dini, kulit menjadi kusam, timbul kerutan,  dan flek-flek hitam yang menggangu penampilan.

Zaman sekarang, begitu banyak cara dapat ditempuh untuk memperbaiki dan merawat diri. Mulai dari cara tradisional sampai menggunakan teknologi canggih.

Salah satu cara memperbaiki kondisi kulit yang terkena penuaan dini adalah melakukan program perawatan anti aging di klinik kecantikan yang terpercaya.

Dua jenis perawatan yang saat ini banyak diminati adalah skin glow whitening dan anti aging injection. Manfaat perawatan ini adalah membantu mengatasi penuaan dini dan mencerahkan kulit dengan menggunakan bahan-bahan yang aman bagi tubuh.

Bahan yang digunakan  dalam perawatan skin glow whitening dan anti aging injection adalah glutathione, yang sering disebut master of antioxidant. Bahan ini diproduksi juga oleh tubuh manusia, sebagai antioksidan yang  menetralkan radikal bebas secara aman.

 Ada banyak manfaat glutathione, diantaranya  adalah mencegah penuaan dini, mendetoksifikasi racun dalam tubuh, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mengurangi peradangan, meningkatkan daya ingat,  mencegah serangan jantung dan stroke, mengoptimalkan fungsi organ tubuh, menyehatkan kulit sehingga tampil lebih cerah dan segar, memperbaiki struktur kulit, dan lain sebagainya.

Dengan perawatan skin glow whitening dan anti aging injection berbahan glutathione, manfaat yang didapat menjadi ganda, bukan hanya kulit  cantik dan terawat tapi tubuh pun  menjadi sehat.

Mahal kah biayanya?  Tidak juga. Sebuah klinik terapi preventive dan anti aging di Kebayoran Baru Jakarta menawarkan paket perawatan skin glow whitening dan anti aging injection dengan discount hingga 76 %. Penawaran menarik tersebut berlaku untuk  periode 5 September sampai 5 Desember 2014.  Paket perawatan skin glow whitening dan anti aging injection dengan harga discount   ini bisa didapatkan di Standford Medical Center, di Jl. Hang Lekir Raya No. 9 Jakarta Selatan. Telpon 021 722 8899 atau email di info@standfordcenter.com