Jumat, 03 Oktober 2014

Cara Berkurban Super Praktis



Hanya tinggal dalam hitungan  jari, Idhul Adha akan tiba. Saat-saat menjelang hari raya itulah terbuka kesempatan untuk melaksanakan ibadah kurban.

Sudah selayaknya umat Islam bersemangat menjalankan sunnah nabi Muhammad SAW untuk berkurban. Demikian istimewanya berkurban sampai nabi Muhammad bersabda,” Tidak ada amal yang lebih utamapada hari-hari tasriq selain berkurban. “ Para sahabat berkata,” Tidak juga jihad?” Beliau menjawab,”Tidak juga jihad. Kecuali seseorang yang keluar dari rumahnya dengan mengorbankan diri dan hartanya (di jalan Allah) lalu dia tidak kembali lagi (HR Bukhari ).

Bahkan dalam Al Qur’an pun umat Islam  diperintahkan untuk melaksanakan kurban seperti pada ayat berikut ini :

ف
َصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.” (QS. Al-Kautsar: 2)

Bagi yang mampu berkurban, tak ada alasan untuk tak melaksanakannya. Sibuk? Tak punya waktu memilih sendiri hewan kurban? Tak sempat mengurusi segala hal untuk pelaksanaan kurban?  Atau tinggal di luar negeri dimana muslim di negara itu golongan minoritas? Tinggal di tempat di mana tak dapat ditemukan   panitia  yang menyelenggarakan pemotongan hewan kurban? Itu bukan alasan.
Di zaman modern  seperti sekarang ini, solusi  melaksanakan ibadah pun makin kreatif dan praktis.  Super Gizi Qurban, sebuah program tahunan yang dilaksanakan lembaga Yatim Mandiri menawarkan solusi yang praktis, syar’i, tepat sasaran, bermanfaat dan berkah bagi muslim yang ingin berkurban.

Caranya bagaimana? Hanya dengan mentransfer dana ke rekening Mandiri no 140 000 311 770 3 atas nama Qurban Yatim Mandiri sebesar Rp. 12.600.000,- untuk satu ekor sapi, atau Rp. 1.800.000,- untuk 1/7 ekor sapi. Super praktis, mudah dan sesederhana  itu. Urusan selesai.

Selanjutnya lembaga Yatim Mandiri akan melaksanakan penyembelihan hewan kurban. Apakah cara berkurban ini tidak melanggar syariah? Yatim Mandiri melaksanakan pemotongan hewan kurban sesuai syariah. Hewan  yang dipilih adalah hewan yang sehat dan memenuhi kriteria hewan kurban. Penyembelihanpun dilaksanakan pada hari  Idhul Adha dan hari tasriq.

Setelah daging kurban disortir, lalu dilakukan pengolahan daging  menjadi sosis. Pengalengan sosis dilakukan dengan ketentuan satu ekor sapi  menghasilkan 450 kaleng sosis dengan berat masing-masing sekitar 325 gram. Lalu sosis didistribusikan kepada anak-anak yatim di seluruh pelosok negri.



Mengolah daging kurban dan mengemasnya dalam kaleng  dengan standar Halal MUI dan dibawah pengawasan BPOM menjamin daging kurban higienis dan awet sampai 2 tahun. Daging kurban dalam kemasan ini kemudian didistribusikan sepanjang tahun ke pelosok-pelosok negri dengan terencana dan efektif.

Program ini ditujukan untuk peningkatan gizi anak yatim dhuafa. Selain itu korban bencana alam pun menjadi sasaran distribusi sosis kaleng ini karena praktis. Daging qurban bisa langsung dimakan atau di masak dulu.
Siapa pun yang berkurban Insha Allah akan menuai berkah pahala balasan dari Allah.  Seperti disebutkan dalam hadits berikut ini :

مَا عَمِلَ ابْنُ آدَمَ يَوْمَ النَّحْرِ عَمَلًا أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ هِرَاقَةِ دَمٍ وَإِنَّهُ لَيَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَظْلَافِهَا وَأَشْعَارِهَا وَإِنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنْ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ عَلَى الْأَرْضِ

 “Tidak ada satu amalan yang dikerjakan anak Adam pada hari nahar (hari penyembelihan) yang lebih dicintai oleh Alah 'Azza wa Jalla daripada mengalirkan darah. Sungguh dia akan datang pada hari kiamat dengan tanduk-tanduknya, kuku dan rambutnya. Sesunggunya darahnya akan sampai kepada Allah 'Azza wa Jalla sebelum jatuh ke tanah… ” (HR. Ibnu Majah dan al-Tirmidzi, beliau menghassankannya)

Dan sabda beliau ketika di tanya apakah sembelihan ini, maka beliau menjawab, “Tuntunan ayah kalian Ibrahim.” Mereka bertanya, “Apa bagian kita darinya/apa pahala yang akan kita dapatkan?” Beliau menjawab, "Setiap helai rambut, akan dibalasi dengan satu kebaikan.” Lantas mereka bertanya, "Bagaimana dengan bulu (domba)?” Maka beliau menjawab, "Setiap bulu juga akan dibalas dengan satu kebaikan.” (HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi, beliau menghasankannya).

Bagi muslim dan muslimah yang mampu, tunggu apa lagi? Mumpung masih ada waktu, segerakanlah! Cara apapun yang dipilih, baik cara yang biasa atau cara yang super praktis, semoga menghantarkan pelakunya semakin mendekat kepada Allah SWT.








6 komentar:

Nunu mengatakan...

Lebih praktis enggak mubadzir daging kurbannya, dan bisa meluas manfaatnya :D

Vony mengatakan...

Inovasi yang patut diacungi jempol

bukanbocahbiasa mengatakan...

Inovatif banget ini mak...

sarah ufaira mengatakan...

Kemudahan berqurban.. ^^

E. Novia mengatakan...

jaman sekarang udah banyak cara untuk berkurban ya, Mak.

Ga perlu ribet cari sendiri, skarang sing penting niat dan ada rejekinya. Insha Allah banyak jalannya.

Tfs, Mak

dina mengatakan...

sosis kesukaan anak-anak tuh, dengan berqurban seperti ini jadi memudahkan dalam pendistribusian