Sabtu, 31 Maret 2018

TIPS MENGEMBALIKAN ANAK PADA FITRAH BAIKNYA : BANGUN DINI HARI.


SERI TANYA JAWAB ENLIGHTENING PARENTING
BERSAMA PSIKOLOG OKINA FITRIANI


Masih ingatkah kita, bahwa bayi suka sekali bangun menjelang subuh?

Manusia didesain Tuhan untuk beribadah dan memulai kegiatan produktif sejak dini hari.
Tapi apa yang dilakukan sebagian orangtua? Mereka sibuk menidurkan lagi bayinya supaya kegiatan pagi orangtua tidak terganggu.

Lalu kemudian orangtua mengeluh. " Kenapa kok kamu susah sekali bangun pagi, Naaaak??!!"
Andakah orangtua yang seperti ini? Mari kembalikan lagi anak ke fitrah baiknya : bangun subuh/ dini hari.
Caranya? Ikuti di sini ya.


T: Saya menyadari bahwa saya sudah merusak fitrah atau potensi baik anak saya.  Salah satunya adalah dengan menidurkan dia lagi saat dia bangun dini hari. Dan sekarang saya sangat merasakan sulitnya membangunkan dia di pagi hari. Bagaimana sebaiknya saya mengubah kebiasaanya sehingga anak bisa kembali bangun pagi? Suami saya juga susah bangun pagi, karena pulang kerja sudah larut malam, sehingga selesai shalat subuh dia kembali tidur.

J : Yang pertama harus dilakukan adalah meminta maaf pada anak. Ingat ya, kalau meminta maaf pada anak, lakukan dengan tulus, tidak pakai “tapi”  atau “tapi kan”. Kalau anda katakan, “ Maaf ya Nak, Mama salah. Tapi kan kalau saja kamu tidak begitu,  pasti Mama nggak akan melakukan kesalahan.”

Kata “tapi” atau “tapi kan” akan membuat permintaan maaf anda   tak ada artinya. Maka lakukanlah permintaan maaf dengan tulus.

 Katakan, “Maaf ya Nak. Selama ini kamu malas bangun pagi  karena salahnya Mama lho.. Mama itu dulu menidurkan kamu di waktu subuh.”

Yang kedua, dalam prinsip parenting, tugas utama orangtua adalah menjadi teladan. Maka diskusikan dan buatlah kesepakatan dengan suami. Katakan, “ Mas, kita ini ingin anak kita rajin shalat atau tidak? Meskipun pulangnya larut malam, setelah shalat subuh ya jangan dulu tidur lagi. Nanti kalau mau tidur lagi silakan dilakukan sore hari atau jam kerjanya diperbaiki. Nomor satu orangtua harus jadi teladan bagi anak.”

Kalau dirumah itu ada yang setelah shalat subuh lalu tidur lagi, atau malah tidak shalat subuh sama sekali, maka anak-anak akan mencontoh.

Ketiga, bikin kesepakatan dengan anak seperti pengalaman salah satu alumni training Enlightening Parenting, Mbak Rika Widjono. Dia membuat kesepakatan dengan anaknya sehingga kemudian anaknya memilih untuk bangun jam 3 atau jam 3.30 dini hari. Alasannya karena sebelum shalat subuh dia ingin membaca. Maka setiap dini hari  anaknya bangun dengan gegap gempita penuh semangat menggedor kamar Mamanya. Jadi setelah dibuat kesepakatan, anaknya bisa kembali lagi ke fitrahnya bangun sebelum subuh, segar bugar. Bagusnya saat malam si anak tidurnya lebih cepat karena bangunnya juga cepat.

Lalu yang keempat, yang juga penting dilakukan adalah  jadikanlah saat subuh itu suasananya ceria dan menyenangkan. Misalnya setelah shalat subuh, si Ayah lalu mendongeng kisah-kisah nabi. Atau sebelum shalat subuh Ayah mendongeng dulu.

Suasana subuh menggembirakan karena syaraf-syaraf kita sedang sangat bagus.  Otak kita performance-nya sedang sangat prima. Itulah mengapa belajar di dini hari itu disarankan. Maka manfaatkan suasana subuh itu untuk memasukkan value atau nilai-nilai kebaikan pada anak.

1 komentar:

Estelita Zainal mengatakan...

Bagus sekali Bunda tulisannya. Saya ngerasain susahnya nyuruh anak jangan tidur lagi sesudah sholat subuh. Sekarang kalo udah mau bangun untuk sholat subuh aja udah alhamdulillah. Biarpun saya sama ayahnya selalu nyontohin rupanya anak-anak nggak selalu ngikutin. Mudah-mudahan pelan-pelan mereka mau juga bangun pagi biarpun hari libur....