Selasa, 24 Oktober 2017

Review Buku " Berlibur, Berburu Beasiswa, Belajar, Bekerja dan Bermukim di Australia Barat"




Sudah lama tidak jalan-jalan ke luar negeri, rasanya sudah sangat ingin melakukan hal ini lagi. Tapi kemana?

Ketika ngobrol via Whatsapps Call dengan sahabatku, Novi Wilkinson, dia bilang Australia Barat bagus. Dalam hati aku berkata,

” Ah, tentu saja Novi bilang Australia Barat menarik. Lha kan dia tinggal di sana. Pasti sengaja bilang begitu supaya aku mau jalan-jalan ke sana.”

Novi bercerita dengan penuh semangat tentang hal-hal baru dan menarik yang dia jumpai di sana. Dia baru saja pindah dari Kuala Lumpur ke Perth. Dia bilang dia jatuh cinta pada Perth.


“Di sini alamnya indah.  Banyak pantai, taman-taman cantik dan lokasi indah yang bisa dikunjungi untuk melihat matahari terbenam.  Sebagian besar gratis, lho. Sistem transportasinya juga keren. Kalau dirimu ke sini, bisa naik bus gratis yang mengantarmu keliling dan menikmati pemandangan kota Perth . Atau mau keliling kota naik sepeda juga bisa. Udaranya bersih, langitnya biru dan penduduknya ramah. “ Ucap Novi antusias.

Mau tak mau, mendengar ucapannya itu terbentuklah visualisasi  keindahan Perth dalam benakku seperti yang disampaikan Novi. Aku jadi tertarik.

“Aku sedang menulis buku tentang Australia Barat. Nanti baca bukuku ya..” Sambung Novi.
“ Siaap..” Sahutku tak kalah semangat.

Sore itu, Pak Satpam menyodori sebuah paket saat aku masuk gerbang cluster. Wah… Novi ternyata sudah menyelesaikan menulis buku, bahkan sudah terbit! Alhamdulillah..Senangnya dapat kiriman buku langsung dari penulisnya.



Buku  itu tebalnya 300-an halaman, diterbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka Utama.  Di bagian awal buku, setelah kata pengantar dan pendahuluan, Novi menuliskan ceritanya.

Skenario hidup membawa dia dan keluarganya untuk tinggal dan menetap di Perth, Australia Barat. Setelah melalui berbagai prosedur, melengkapi  dokumen dan memenuhi persyaratan yang dibutuhkan, Novi menginjakkan kaki untuk pertama kali di Perth lalu jatuh cinta pada pandangan pertama!

Selanjutnya aku terbuai kisah Novi. Membayangkan  duduk di balkoni apartement sambil menikmati pemandangan indah  sekitar Sungai Swan di siang dan malam hari. Naik sepeda dan jalan-jalan menyusuri sungai Swam. Pelesiran ikut Sedway Tour dari Barrack Suare yang tak jauh dari Elizabeth Quay. Piknik dan barbeque-an di pinggir  sungai atau di tepi pantai menyaksikan matahari terbenam. Menyusuri taman-taman bermain, perpustakaan nyaman, modern dan gratis. Menikmati romantisme pesta kembang api di Langley Park saat malam hari. Awww…. Jadi ngiler. Hahaha…

Novi menuliskan secara terperinci segala informasi yang dibutuhkan orang yang ingin jalan-jalan, sekolah maupun menetap di Australia Barat. 
Misalnya apa yang harus dilakukan ketika resmi pindah ke Perth, cara untuk mengetahui sistem pajak di Australia,  jalan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris,  cara memperoleh pekerjaan berikut berbagai persyaratannya.

Novi juga menuliskan pengalamannya menjadi volunteer di sebuah sekolah. Menjadi volunteer pun ternyata ada syaratnya dan tak mudah,  namun jika seseorang bisa menjalani pekerjaannya sebagai volunteer dengan baik, bisa terbuka peluang untuk dijadikan karyawan.

Aku mengenal Novi sebagai wanita yang aktif,  tak mau diam dan menganggur saja. Ternyata di Perth pun dia menunjukkan kualitas dirinya sebagai wanita energik dengan terlibat dalam berbagai  kegiatan masyarakat Indonesia. Diantaranya acara KREASI Indonesia yang sukses mendatangkan 8.000 pengunjung di tahun 2015.

Novi juga menulis  bagaimana akhirnya dia mendapat pekerjaan. Berliku-liku, harus memenuhi berbagai persyaratan, namun tampaknya upaya tak mengkhianati hasil. Keren!

Di Bagian I ,  Novi membeberkan  pernak-pernik informasi yang penting diketahui  supaya tak “plongak-plongok” saat menginjakkan kaki di Australia Barat. Mulai dari musim, mata uang, jam kerja, jam buka kantor pos, info supermarket, soket listrik, waktu, bandara, transportasi umum, hingga nomor penting untuk kondisi darurat.

Bagian II buku ini sangat menarik. Tentang “ Perencanaan Perjalanan ke Australia Barat.” Wah, segala info untuk mempersiapkan acara jalan-jalan lengkap ada di sini.  Novi menguraikan  pengurusan  dokumen,  persyaratan dan langkah-langkah memperoleh visa.  Ada juga waktu ideal untuk jalan-jalan, dan destinasi  yang cocok dikunjungi  di tiap musim yang berjumlah 4 musim itu (musim panas, musim gugur, musim dingin dan musim semi). Informasi penginapan mulai dari hotel bintang 5 hingga kamar sederhana. Restoran yang direkomendasikan. Nomor kontak, antara lain visitor centre, KJRI, dan organisasi Indonesia lainnya, hingga group komunitas Indonesia di Facebook.

Bagian III buku ini makin menarik. Tentang berlibur ke Australia Barat. Ada uraian rencana wisata 4 hari 3 malam,  perincian biaya, itinenary berikut tempat wisata yang wajib dikunjungi, transportasi di Perth dan sekitarnya. Lalu ada kiat menghemat uang dan waktu, informasi transportasi  gratisan,  info tempat wisata gratis,  cara memperoleh kartu diskon, tempat belanja murah, alternatif memperoleh barang second, info ratusan tempat wisata yang ada, hingga 50 hal yang harus dilakukan ketika berada di Perth.

Sudah? Masih ada lagi!  Novi juga menulis bagaimana prosedur pengembalian pajak bagi wisatawan. Lalu ada kisah seru  dari  Akhdian Reppawali, tentang pengalaman dirinya menjelajah alam Australia Barat sendirian. Wow…

Bagaimana kiat berburu beasiswa? Ada dong! Di Bagian IV terdapat ulasan  informasi berbagai institusi pemberi beasiswa di Australia, berbagai persyaratan, cara mendaftar, hingga alamat website-nya. Bukan hanya itu, di bagian ini juga tercantum suka-duka memperoleh program beasiswa, berbagai tips, dan  kiat meningkatkan nilai IELTS (International English Languange Testing System).

Bagian yang tak kalah menarik adalah sharing pengalaman para penerima beasiswa. Ada cerita Mbak Tio Novita Efriani, Mas Diswandi, dan  Mas Andi Syurganda. 

Kisahnya Mas Randi Julian Miranda sangat berkesan.    Dia terlahir di desa terpencil, harus menerima kenyataan pahit, kedua orangtua bercerai dan meninggalkan dia dan adik-adiknya tinggal dengan nenek.  Mengalami tekanan mental akibat di-bully di sekolah, tak punya uang, terancam putus sekolah, dan akhirnya membulatkan tekad untuk terus mengenyam pendidikan meski harus membanting tulang kerja super keras di sebuah tambang emas tradisional.  Kisah perjuangan dari masa sulitnya hingga meraih sukses bikin aku terharu banget. Sangat menginspirasi.

Adakah  yang mau sekolah di Australia Barat? Nah, kalian harus baca Bagian V buku ini. Di sini ada data lengkap mengenai persiapan masuk Universitas, belajar di Tafe atau College, belajar untuk mengambil program S1, S2 mapun S3. Bukan hanya itu, ada juga informasi tentang Sekolah Dasar, Sekolah Menengah, dan Sekolah Islam,lho. Gambaran lengkap  bagaimana  lika-liku, tantangan, dan pengalaman belajar di Australia Barat bisa dilihat di kisah nyata yang ditulis oleh Mbak Skolastika Grahita Kirana dan Mbak Desiana Triharurini.

Adakah teman-teman  yang bermimpi  bisa bekerja di Australia Barat? Kudu beli buku ini ya. Soalnya di bagian VI  dibeberkan  dengan lugas berbagai peluang untuk memperoleh pekerjaan. Nih, aku kasih sedikit bocoran.

“Australia saat ini kekurangan koki dan juru masak sebanyak 38.000 lapangan kerja. Tenaga kerja asal Indonesia berpeluang mengisi banyak lowongan ini karena dekatnya jarak kedua negara.”

Lapangan kerja cuma untuk koki? Ya nggaklah.  Ada banyak lapangan kerja lainnya. Gajinya ?  Per jam sekitar AUD 15-25 ( Rp. 150.000- Rp. 250.000) tergantung umur dan pengalaman pekerjaan. Segala seluk beluk persyaratan, kiat memperoleh pekerjaan, dan  situs lowongan kerja ada di bagian ini. Mau tahu lebih dalam lagi? Ada lho kisah  seru Mbak Tunny Pita,  dan Mas Iqbal Aji Daryono yang menuliskan pengalaman mereka memperoleh pekerjaan.

Di bagian akhir buku, dibahas tentang pernak-pernik bermukim di Australia Barat. Dijelaskan juga bagaimana cara memperoleh Surat Izin Mengemudi di Perth, kiat mengontrak dan membeli rumah, serta perayaan Idhul Fitri dan Ramadhan di Perth.  Ada pula kisah haru Mas Achmad Room Fitrianto mendampingi buah hatinya yang di diagnosa mengalami Celebral Palsy sambil menjalani pendidikan Doctoral di Curtin University.

Dibagian akhir buku, ada foto-foto cantik pemandangan indah alam Australia Barat. Wuiiih... baguus. Makin ingin jalan-jalan ke sana.

Buku “ Berlibur, Berburu Beasiswa, Belajar, Bekerja dan Bermukim di Australia Barat” ini recommended. Wajib dimiliki para traveller, para pemburu beasiswa, calon mahasiswa, pelajar,  pencari kerja dan calon penduduk Australia Barat.  Informasinya lengkap, padat, bergizi, menginspirasi  dan bikin ngiler. Nggak percaya? Baca sendiri ya!

Buku ini bisa dibeli di toko buku Gramedia, atau bisa dengan memesan langsung pada penulisnya di nomor WA +61451653470


3 komentar:

Fanny f nila mengatakan...

Aussie memang udh lama aku masukin ke bucket list travelingku, krn di gold coast ada themepark yg masuk dlam daftar terextreme sedunia. Dan aku pgn coba itu :D. Tp mungkin msh 3 thn kedepan baru bisa masukin australi krn jdwl travelingku sampe 2 thn kedepan udh fix :p. Temenku ada yg prnh kuliah di perth, dan dia juga bilang, slalu kangen ama perth. Pantesan tiap thn slalu balik kesana :)

Juliana Dewi K mengatakan...

@Fanny f nila : wah.. asyik banget jadwal jalan2 sudah sampe 2 tahun ke depan๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜semoga aku bisa jalan ke Perth 2018 nanti. Insya Allah

Dian Farida mengatakan...

keren! selama ini masukin Australia ke list karena mau lihat kangguru dan koala. tp begitu bksa ditemui di Kebun binatang di Indonesia jadi lupa deh sama Australia. Sekarang jadi penasaran lagi sama Ausy