Jumat, 15 April 2016

Lactacyd White Intimate Review: Tips Merawat Area Kewanitaan ala Boncenger



Apa hubungannya Lactacyd White Intimate dengan kegiatan touring? Touring dengan motor merupakan kegiatan yang menyenangkan bagi aku dan suamiku, si Akang.  Merawat area kewanitaan  dengan Lactacyd White Intimate bukan hal remeh, ini adalah  salah satu kunci penting keharmonisan rumah tangga. Perawatan itu menjadi penting  karena touring  merupakan ajang “honeymoon”, meski kami bukan pengantin baru.   Selama dan sehabis touring kami merasakan sebuah energi baru yang membuat kehidupan rumah tangga lebih menggairahkan.  Simak kisahku dan tips merawat area kewanitaan bersama Lactacyd White Intimate  ya..



Demi cinta.  itulah alasan utama aku giat menemani aktivitas  Akang, bepergian dengan motor besar dari Bogor ke berbagai wilayah. Sebut saja  Banten, Kuningan, Pangandaran, Baturraden, Tegal, Jogjakarta, Jawa Timur, Garut, Sukabumi,  Palembang, Bangka, dan lain-lain . Tahun 2005, Akang mulai menekuni hobi touring dengan motor. Namun baru tahun 2010 aku tergerak menemani Akang menyusuri aspal,  menantang panas matahari, serbuan debu jalanan, derai hujan, kabut dan dingin yang menghadang perjalanan.


Awalnya, kusebut kegiatan ini sebagai pengorbanan. Lho kok pengorbanan? Lha iya. Ini pengorbanan seorang istri untuk menjaga keharmonisan rumah tangga. Terbayang betapa lelah mendampingi Akang duduk berjam-jam di jok belakang  sebagai “boncenger” menempuh jarak ratusan hingga ribuan kilometer antar propinsi, bahkan  antar pulau. Prinsipku, meski sudah punya anak, suami istri  harus punya waktu berdua saja, merekatkan hati, menjalin kedekatan. Apa jadinya kalau kubiarkan si Akang sendirian menekuni hobinya, sementara aku dengan kegiatan lain di tempat berbeda. Kesibukan masing-masing berpotensi merenggangkan hubungan. Cinta perlu dijaga, dipupuk dan dikembangkan. Salah satunya dengan melakukan hobi yang sama. Maka aku belajar mencintai apa yang dicintai Akang, dunia touring dengan motor besar.


Alhamdulillah usahaku tak sia-sia.  Tak lagi kurasakan kegiatan ini sebagai pengorbanan, karena aku sangat menikmati setiap perjalanan touring kami. Tak terasa lelah, tak terasa sulit, semuanya menyenangkan. Meski perjalanan touring  tak melulu mulus dan lancar, tak apa-apa asalkan kami bersama. Selama ini tak ada aral yang tak mampu kami lalui, tentu dengan pertolonganNya. Setiap perjalanan mengajarkan kami berbagai kebaikan. Banyak hikmah yang kami peroleh dari touring. Kami belajar tentang kehidupan dari orang-orang lokal tempat tujuan touring, dari orang-orang yang kami jumpai dalam perjalanan, maupun dari teman yang bersama-sama dalam rombongan touring.   

Meski perjalanan touring kerap  diwarnai terpaan panas, debu, angin, kabut, asap, hujan dan banjir, sebagai wanita aku tetap berusaha menjaga kecantikan dan kesehatan. Ini penting! Saat berkemas sebelum melakukan touring aku selalu membawa dan  mengenakan krim perawatan wajah, terutama pelembab dan sun block,  minum vitamin dan supplemen untuk mendukung daya tahan tubuh.


Satu hal penting yang patut diperhatikan adalah merawat  area kewanitaan. Bayangkan saja, aku harus mengenakan pakaian touring berupa jaket dan celana panjang berbahan tebal dilengkapi  peralatan safety riding seperti full face helm,  balaclava atau masker yang menutup sekujur wajah kecuali mata, elbow and knee protector, sarung tangan dan lain-lain. Pakaian itu membungkus seluruh tubuhku dibawah terik matahari dan hujan, dan harus tetap kukenakan selama berjam-jam menyusuri jalan hingga sampai tempat tujuan. Keringat sudah pasti menjadi teman akrab dalam perjalanan, belum lagi kalau mampir ke toilet umum yang tak terjamin kebersihannya. Semua ini mengancam kesehatan area kewanitaan.  Lalu bagaimana supaya area kewanitaan tetap terawat?

Berikut ini tips merawat area kewanitaan ala boncenger:

1.       Pilih celana dalam yang tepat.
Celana  dalam yang terbuat dari bahan yang mampu menyerap keringat misalnya dari bahan katun akan menimbulkan rasa nyaman di area Miss V. Pilih ukuran celana dalam yang tidak terlalu ketat, karena celana ketat membuat Miss V mudah berkeringat. Keringat bisa mengundang jamur atau bakteri yang menyebabkan gatal-gatal dan bau kurang sedap.

2.       Rajin mengganti celana dalam.
Ganti celana dalam minimal 2 kali sehari. Hal ini penting supaya keringat pada celana dalam tak sempat berkembang menjadi media tumbuhnya jamur dan bakteri.

3.       Kenakan pembalut atau panty liner.
Saat touring ataupun berkegiatan lain yang berpotensi menghasilkan banyak keringat, panty liner dapat membantu menyerap kelembaban pada Miss V.  Gantilah panty liner  minimal 2 sampai 3 kali , atau setiap 5 jam sekali, sesuai dengan banyaknya aktivitas yang dilakukan.

4.       Bersihkan Miss V dengan pembersih yang tepat : Lactacyd White Intimate.


Lactacyd White Intimate kemasan 60 ml. Mungil, praktis, hemat, mudah dibawa kemana-mana.

Memilih pembersih Miss V tak boleh sembarangan.  Aku pernah memakai sabun anti septik, karena aku pikir sabun ini ampuh membasmi bakteri.  Ternyata  sabun anti septik membasmi seluruh bakteri, termasuk bakteri baik yang berfungsi menjaga tingkat  keasaman dan kesehatan  Miss V. Akibatnya iritasi deh.Hiks..kapok.

Beberapa kali mencoba berbagai produk pembersih Miss V, akhirnya  aku beralih ke Lactacyd, yang terbuat dari bahan-bahan alami dan telah lulus uji dermatologi. Selama beberapa tahun menggunakan produk ini, aku belum pernah mengalami iritasi.

Senangnya, sekarang ada varian  produk Lactacyd yang cocok banget untuk boncenger seperti aku. Keringat dan gesekan berlebihan dari bahan pakaian yang kukenakan saat touring ternyata menggelapkan kulit sekitar Miss V. Tapi dengan menggunakan Lactacyd White Intimate, aku tak  risau lagi. Produk ini mengandung Actipone-B dari bengkoang dan Algowhite  dari alga laut yang terbukti secara klinis mencerahkan kulit sekitar Miss V dalam 4 minggu. Kenyataannya, bukan cuma mencerahkan area intim. Kandungan ekstrak susu lactoserum dan asam laktat  juga  mempertahankan keseimbangan PH alami vagina.  Hasilnya bersih,nyaman, bakteri baik tetap terjaga, dan area Miss V tampak lebih cerah. .


Packing sebelum berangkat touring, Lactacyd White Intimate tak boleh ketinggalan

Produk ini selalu aku bawa selama kegiatan touring.  Biasanya aku memilih Lactacyd dalam kemasan mungil  ukuran 60 ml, sehingga tidak menyita tempat di bagasi motor yang kapasitasnya terbatas. Harganya murah, hanya Rp 24.000 dan awet digunakan selama dua bulan. Dengan Lactacyd White Intimate, perjalanan touring makin menyenangkan. Tidak hanya saat touring, aku menggunakan Lactacyd White Intimate setiap hari. Produk ini  sudah lulus uji dermatologi, terbukti aman digunakan sehari dua kali.

5.       Cara membersihkan Miss V dengan Lactayd White Intimate.
Selain memilih pembersih yang tepat, harus pula diperhatikan cara  membersihkan area intim sebagai berikut :
-          Setelah buang air kecil, atau setelah berhubungan intim, basuh Miss V dengan air.
-          Tuangkan Lactacyd secukupnya pada telapak tangan.
-        Bersihkan Miss V dengan menggerakan tangan dari depan ke belakang secara lembut, upayakan tidak mengenai lubang anus.
-          Bilas sampai bersih dengan air.
-          Keringkan Miss V dengan handuk kecil bersih  atau tissue.


6.       Pilih Makanan Sehat dan Banyak Minum Air Putih
Tak dapat dipungkiri, kesehatan dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi, termasuk juga kesehatan Miss V. Banyak makan sayur dan buah, selain untuk meningkatkan daya tahan tubuh juga baik bagi kesehatan vagina. Sayuran berdaun mencegah kekeringan vagina dan menghindari gatal. Buah-buahan dengan senyawa asam membantu dan mencegah infeksi saluran kemih. Yogurt, dengan kandungan bakteri baiknya mampu mempertahankan PH alami dan menjaga kesehatan vagina. Minum air putih yang banyak sangat baik ntuk menjaga elastisitas kulit, termasuk elastisitas kulit vagina.

Selama touring, upayakan tetap memilih makanan sehat, misalnya bila berhenti di resto, pilih makanan yang mengandung sayur seperti gado-gado, pecel atau karedok. Upayakan juga banyak minum air putih agar terhindar dari  dehidrasi.

7.       Lakukan Senam Kegel
Bukan hanya tampilan luarnya saja,  area intim perlu juga dirawat bagian ototnya. Kegel bisa dikatakan sebagai olahraga untuk otot vagina. Hal ini dilakukan untuk menjaga otot vagina agar tidak kendur.  Caranya dengan menahan kucuran air seni saat buang air kecil selama satu menit, dengan posisi berjongkok dan  paha terbuka lebar.  Lakukan tiap kali buang air kecil agar manfaatnya terasa, terutama bagi wanita yang sudah menikah. Ini termasuk usaha untuk membahagiakan suami, lho. J



Coba tebak, siapa yang paling bahagia dengan hasil  segala  upaya perawatan area kewanitaan. Aku? Hehe... bukan . Tentu saja si Akang. Karena ini juga Akang selalu ingin kutemani dalam setiap perjalanan touringnya. Suami bahagia, istri bahagia. Tidak percaya? Coba saja lakukan tips-nya :-) 

8 komentar:

Rach Alida Bahaweres mengatakan...

Bikin makin harmonis rumah tangga ya, mba
Hihii

Juliana Dewi mengatakan...

@Rach Alida Bahaweres : alhamdulillah... Hehe

Diah Woro Susanti mengatakan...

ga kebayang kalo mau pipis saat lagi touring pasti urusan toilet di jalan juga harus diperhatikan ya mba.

Melly Feyadin mengatakan...

Good luck lombanya ya mbak, reviewnya keren, tipsnya juga oke.

Juliana Dewi mengatakan...

@Diah Woro Susanti : betul Mbak..sejuah ini masih ada sih rumah-rumah makan, atau pom bensin yg toiletnya lumayan bersih. Karna itu perlu bawa lactacyd untuk antisipasi bakteri yg merugikan

Juliana Dewi mengatakan...

@Melly Feyadin : terimakasih Melly dear..

Nefertite Fatriyanti mengatakan...

MEmang agak bingung ya kalo di toilet umum, apalagi kalau toiletnya nggak bersih

Juliana Dewi mengatakan...

@Nefertitie : makanya aku " sedia paying sebelumnya hujan" hehe