Kamis, 10 September 2015

Mengunjungi Indonesia International Islamic Fashion Festival and Product 2015

Sejak kenal dengan Indriya R Dani, sudah berkali-kali dia mengajakku ke berbagai event Islamic Fashion Festival.  Sebenarnya sejak dulu aku ingin melihat dunia yang diakrabi sahabatku itu, tapi selalu tak terwujud. Hari Rabu 9 September 2015, untuk pertama kalinya aku  menghadiri event fashion bertajuk” Indonesia International Islamic Fashion and Products”. Bagiku ini pengalaman baru yang menarik.



 Bertempat di Jakarta Convention Center,Indonesia International Islamic Fashion and Producs (IIIFP)  bertema Etnic Urbanovative “The Touch of Ethnical Innovation” di gelar tanggal 9-13 September 2015.


Suasana di lobby utama

Bersama Indriya R Dani, Teh Susi Gantina, Mbak Liza Yuwanti, and Mbak Enna, aku memasuki lobby JCC yang megah. Terlihat suasana cantik dan “nyeni” yang terbangun dari tampilan beberapa stand pameran . Di lobby utama ini, selain terdapat manekin-manekin  berbalut baju  muslim yang keren,   ada juga produk furniture, barang pecah belah seperti piring, gelas, peralatan makan,  dan barang-barang pelengkap interior yang semuanya bermotif etnik.

Teh Susi dan Mbak Liza yang menggeluti dunia fashion, mengagumi busana-busana muslim berkesan glamour yang membalut tubuh-tubuh manekin. Mereka membicarakan cutting, bahan, dan detail aksesories yang melekat pada busana-busana itu.

Gaun cantik ini bikin terpesona

 Gaun-gaun cantik itu adalah hasil karya para perancang lulusan ESMOD Jakarta  antara lain Ria Miranda, Qonita Ghalib, Restu Anggraini dan lain-lain.

Teh Susi Gantina diwawancarai salah satu stasiun TV swasta

Seorang cameramen sebuah stasiun TV swasta mewawancarai Teh Susi tentang kesannya menghadiri event fashion ini. Cihuy... Teh Susi masuk TV.

Kemudian kami melangkah menuju ruangan tempat fashion show. Di panggung sedang berlangsung talkshow  dengan para desainer sebagai pembicaranya. Desainer-desainer itu adalah Ida Royani, Ria Monahan, Janeeta, Riri Agusti, Yoha Friska, Sugeng Waskito, Handy Hartono, Zainal dan Ade Listiani.

Para Desainer

“Mendesain dengan menggunakan kain-kain warisan budaya Indonesia  seperti  songket atau batik   tidak boleh sembarangan. Ada aturan-aturan yang harus dipahami. Tidak boleh asal potong, asal dijual dan dapat untung. Kita harus menghargai warisan budaya Indonesia, karena kalau tidak sama saja kita mencabik-cabik budaya sendiri.” Demikian ucap desainer Zainal dari Zainal Songket.

Aku dan teman-teman memilih duduk dibarisan terdepan, supaya bisa melihat dengan jelas berbagai busana yang ditampilkan. Tak lama kemudian, fashion show pun di gelar.

Mbak Enna, aku, Mbak Liza, Teh Susi dan Indriya 

Ida Royani, yang dulu dikenal sebagai penyanyi, foto model dan bintang layar lebar era 1970-an sejak awal 1980 merambah ke dunia fashion. Artis multi talenta ini telah mengukir namanya sebagai pionir atau pelopor desainer busana muslim Indonesia yang karya-karyanya sudah menjelajah ke mancanegara.

Karya Ida Royani

 Ida Royani menggelar karya dengan tetap berpegang pada ciri khas rancangannya, berbahan kain khas tradisional Indonesia dan sangat cocok dengan tema event ini. Warna-warna busananya mencerminkan warna-warna alam seperti hitam berpadu merah kecoklatan dengan potongan longgar dan cutting batwing.

Lalu busana-busana muslim bertajuk “Azzaria” dipersembahkan oleh desainer Ria Monahan. Beberapa rancangannya mengadopsi model kebaya sebagai atasannya dengan bawahan rok maxi span dari  bahan batik. Ada juga beberapa tunik  dan gamis  dengan setuhan etnik.

Azzaria by Ria Monahan

Desainer Janeeta menampilkan busana bernuansa merah yang berkesan glamour. Beberapa diantaranya berupa rok maxi dengan potongan A-line  dan atasan yang dilengkapi blazer dengan warna senada.

Karya Janeeta

Busana-busana berkesan anggun dan feminin berbahan halus dengan detail lipit-lipit dipersembahkan oleh desainer Riri Agusti, sesuai dengan tajuk yang diusungnya “  The Art of Drapery Looks”.  Rancangan Riri terlihat mewah  dan cocok dikenakan untuk acara pesta.

The Art of Drapery Looks by Riri Agusti

Gee Batik oleh  desainer Sugeng Waskito  menampilkan tema “The Party”. Busana  gamis longgar dengan potongan simple ini menonjolkan motif batik yang cerah, unik dan cantik.

Gee Batik by Sugeng Waskito "The Party"

Handy Hartono mengusung busana batik casual bernuansa biru. Busana dengan model tunik dan gamis menonjolkan motif batik yang spesial, tampak elegan dikenakan oleh para peragawati.


Karya Handy Hartono

Zainal Songket menampilkan  busana-busana dengan sentuhan songket Palembang.  Detail benang emas yang menghiasi rancangannya menimbulkan kesan glamour, mewah, dan anggun.



Zainal Songket

Ade Listiani dengan sangat kreatif menampilkan gamis maupun tunik dengan sentuhan bahan kain sarung. Di tangannya,  kain sarung bermotif kotak-kotak  yang biasanya terlihat monoton, berubah menjadi dinamis dan stylist.  


Karya Ade Listiani

 “Yoha” adalah tajuk untuk busana rancangan  Yoha Friska Mei Funny. Karya desainer muda ini berkesan “ young, fun, edgy and playfull” dengan warna coklat muda yang dominan.

Yoha by Yoha Friska Mei Funny

Kreativitas dan inovasi mewarnai karya-karya para desainer yang ditampilkan dalam fashion show ini.  Sungguh menarik!

 Setelah menyaksikan fashion show, kami sempat berfoto-foto bersama desainer Ade Listiani, artis Chintami Atmanagara, dan lain-lain.



Foto-foto bersama usai fashion show

Kemudian kami  berjalan-jalan menyusuri deretan stan pameran yang menampilkan karya para desainer Indonesia seperti desainer etnik  H. Raizal Rais, Novia Hertini, Ollyn Sulam Bukittinggi, Cut Zunyka Zulkarnaen, Nelisma Vinnel House, Jeny Tjahyawati, Oki Wong, Bilal, Aan Ibrahim, Riana Kesuma Batik, Dian Pelangi,  Stephanus Hammy, Samuel Wattimena dan lain-lain.

Berbagai stan pameran

Selain desainer Indonesia, turut serta pula 3 desainer dari Australia yaitu Amalina Aman, Handi Chebab- Hawayda Moussa, dan Eisha Saleh.

 Bukan hanya  stan yang menampilkan busana dan bahan kain, di event ini pun terdapat stan majalah muslim seperti majalah Noor, Sahira dan majalah Paras.

Selfie all the way

Untuk menarik para pelanggan, majalah Noor mengadakan lomba foto selfie di stan majalah Noor dengan latar belakang kain-kain batik. Foto harus diposting di media sosial Instagram atau Twitter. Mbak Lisa, aku dan Teh Susi bergaya selfie di sudut stan itu. Sayang foto hasil selfie-ku tak ada yang karuan, batal deh aku ikutan lomba. Hehehe...

Secara keseluruhan Festival  ini sangat menarik bagi para penggiat, pemerhati dan penggemar mode khususnya fashion muslim. Sesuai dengan tujuan diselenggarakannya, yaitu untuk membuka pasar busana muslim dunia dan lokal, event ini menjadi ajang  menampilkan karya-karya inovative yang mengukuhkan posisi  Indonesia sebagai kiblat busana muslim  dunia.

Indriya R Dani turut meramaikan event IIIFP dengan workshopnya


Yang ingin hadir, masih ada waktu lho... Festival ini berlangsung sampai tanggal 13 September 2015. Yuk meluncur ke sana!

9 komentar:

Dwina Yusuf mengatakan...

Songketnya bagus2 ya, mba.
Mba Iwed ga ajak2 aku niih....

Juliana Dewi mengatakan...

@Dwina Yusuf : wah... Iya ya... Nanti kalo diajak lagi sama teman2 dari dunia fashion kita ngintil mereka barengan ya ;-)

F.Nugroho mengatakan...

sayangnya selalu saja di jakarta :(

Juliana Dewi mengatakan...

@F. Nugroho : maunya diadakan di mana. Mas?

su toro mengatakan...

waaww keren banget tempatnyaa..
liat postingan terbaruku sekolah di summarecon bekasi

Juliana Dewi mengatakan...

@su toro : Oke deh..

Lidya mengatakan...

designnya bagus-bagus ya

asuransi jiwa mengatakan...

Thank you information displayed, opened my insight.



asuransi jiwa

ade listiani mengatakan...

silahkan kunjungi situs resmi ade listiani www.adelistiani.com