Kamis, 14 Agustus 2014

Pelajaran Penting dari Kasus Bunuh Diri Robin Williams

Robin Williams. Sumber foto dari Internet

Dunia digemparkan kasus kematian Robin Williams dengan cara tak wajar. Aktor yang kemampuannya telah dikukuhkan dengan berbagai penghargaan bergengsi  di bidang akting diberitakan bunuh diri. Banyak orang tak percaya,  termasuk aku sendiri, bagaimana mungkin aktor sukses yang terlihat bahagia bisa melakukan hal  yang ditentang semua ajaran agama itu.



Film-film yang dibintangi Robin Williams selalu mengantarkan pesan kebaikan yang menginspirasi penikmat filmnya. Misalnya film  Mrs. Doubtfire. Cinta seorang ayah yang demikian besar  membuat sang  tokoh utama rela bersusah-susah mengubah penampilannya menjadi seorang perempuan tua bertubuh gemuk, berpura-pura menjadi nanny sehingga tetap bisa berdekatan dengan anak-anaknya.


Lalu dalam film Patch Adams, Robin William berperan sebagai dokter berhati mulia yang menerapkan metode unik diluar kebiasaan untuk membantu pasien-pasien menjalani pengobatan. Dia menjadi inspirator dan motivator bagi dokter dan tenaga medis lainnya dalam meningkatkan derajat kesehatan manusia melalui caranya sendiri.

Peran dalam berbagai filmnya mau tak mau telah menancapkan kesan  dalam diri penggemarnya bahwa Robin Williams  merupakan pribadi yang bijak, penuh cinta dan semangat hidup. Tapi kenyataan aksi bunuh dirinya telah menghapus anggapan itu. Apa pun latar belakangnya,  pelaku bunuh diri adalah orang yang tak sehat jiwanya.

Kesehatan jiwa seringkali diabaikan oleh orang-orang yang sibuk mengejar kesuksesan. Mereka tak memikirkan keseimbangan hidup, terlalu berambisi dalam bekerja atau membiarkan beban pekerjaan terlalu besar, seperti halnya Robin Williams yang dikabarkan bunuh diri akibat tekanan   pekerjaan yang terlalu besar.

Lalu hikmah apa yang bisa kita ambil dari peristiwa ini? Jangan abaikan kesehatan jiwa.

Kesehatan jiwa berperan penting membuat seseorang sehat raganya, dan bahagia hidupnya. Lalu apa yang bisa dilakukan untuk membuat jiwa tetap sehat? Berikut ini tipsnya.

1.      Penuhi kebutuhan spiritual dengan mendekatkan diri kepada Tuhan dan melaksanakan perintah agama.
Semua agama mengajarkan kebaikan. Ajaran agama bertujuan membawa penganutnya kepada kehidupan yang bahagia. Berdoa dan mengadukan permasalahan hidup kepada Yang Maha Kuasa  mendatangkan perasaan tentram. Cara ini  efektif dalam memerangi kegelisahan hati dan  sangat baik bagi kesehatan jiwa.

2.      Lakukan olahraga.
Sebuah riset yang dilakukan peneliti di Penn State University, Amerika menunjukkan bahwa  semakin sering seseorang berolahraga semakin besar juga rasa senang dan semangat yang mereka dapatkan dibandingkan orang yang tak pernah atau jarang berolahraga.
Saat berolahraga, tubuh akan melepaskan hormon endorphin yang membuat seseorang merasa bahagia. Olahraga bukan saja berguna bagi kesehatan tubuh tapi juga kesehatan jiwa. Jenis olahraga yang bisa membuat bahagia contohnya jalan kaki, jogging, senam aerobic, dan olahraga outdoor  seperti renang, rafting, panjat tebing, surfing dan lain-lain.

3.      Lakukan hobi yang positif.
Anda senang membaca, membuat kerajinan tangan, memasak, menulis, jalan-jalan, main musik, menyanyi,touring dengan motor, atau fotografi? Lakukanlah hobi itu. Hobi adalah kegiatan menyenangkan  yang dilakukan secara rutin. Biasanya orang melakukan hobi untuk melepaskan stress akibat beban pekerjaan atau permasalahan hidup, sehingga hidup akan lebih bahagia.

4.      Ungkapkan cinta dan kasih sayang.
Mencurahkan kasih sayang dan cinta kepada orang-orang terdekat  membuat hidup lebih bergairah.  Cinta kepada pasangan, anak, orangtua, dan sanak saudara mendatangkan energi positif yang menghindarkan jiwa dari kehampaan. Lebih dari itu, mencurahkan kasih sayang terhadap sesama atau orang yang kurang beruntung dengan  memberi sedekah atau bantuan lainnya mendatangkan kebahagiaan tersendiri.

5.      Perbanyak Silaturrahmi.
Meluangkan waktu untuk bergaul, memiliki banyak teman, bertemu dengan orang-orang yang menyenangkan, bergabung dalam komunitas yang positif, berbagi ilmu dan pengalaman dengan orang lain dapat memperbaharui energi hidup. Komunitas pertemanan yang positif dapat mendukung dan memberi solusi untuk menghadapi masa krisis.

6.      Menjaga pola makan yang sehat
Apa hubungannya kesehatan jiwa dengan menjaga pola makan sehat? Makanan dan minuman yang dikonsumsi sangat erat kaitannya dengan kesehatan psikologis. Makanan dan minuman tertentu seperti alkohol, zat perasa dan pewarna tambahan, kafein, gula, makanan yang diawetkan, garam, dan lemak tak jenuh  dapat mempengaruhi keadaan emosi, pikiran dan tindakan. Sebagai contoh, orang yang kebanyakan mengkonsumsi kopi yang mengandung kafein bisa mengalami insomnia (gangguan tidur). Insomnia  dapat memicu depresi dan kelelahan mental dan  pada tahap akut bisa mengganggu kesehatan jiwa.

7.      Berpikir positif dan fokus melakukan kegiatan yang positif
Berpikir positif membuat hidup lebih tenang, jauh dari prasangka buruk, jauh dari kegelisahan, amarah atau emosi negatif lainnya yang memicu stress. Orang yangberpikir positif dan melakukan hal yang positif seperti memancarkan ion postif yang kebaikannya akan memantul kembali kepadanya.

8.      Bersyukur
Orang yang banyak bersyukur adalah orang yang bahagia. Mereka memiliki kepuasan hidup, semangat dan pengharapan baik di masa depan. Tak suka mengeluh,  dan merasa cukup dengan apa yang dimiliki menjadi kunci ketenangan hati dan kesehatan jiwa.




Mari belajar dari peristiwa yang menimpa Robin Williams. Mari kita jaga  kesehatan jiwa!





2 komentar:

Agustinadian Susanti mengatakan...

setuju banget mbak.. kesehatan jiwa memang sangat penting. Mensana in corpore sano hehe

Bunda Shidqi mengatakan...

setuju.. iya sedih campur aduk.. aku inget bgt sama istilah, nano..nano.. (serial tipi yg sering di nonton tapi gak ngerti, hihi)