Kamis, 17 Juli 2014

Kreatif Beramal dengan Barang Bekas

Ibu-Ibu MT Qoonitaat
Berdasarkan pengalamanku, mengumpulkan sumbangan berupa uang dari orang-orang untuk membantu kaum dhuafa bukanlah pekerjaan mudah.    Ada yang dengan senang hati menyumbang, tapi banyak juga  yang keberatan merogoh kantungnya untuk meringankan beban kaum dhuafa.  Lalu bagaimana caranya agar orang-orang rela memberi bantuan tanpa merasa berat?

Teman-temanku dari majlis ta’lim Qoonitaat punya cara  jitu untuk mengumpulkan dana dari orang-orang.  Ibu-ibu anggota MT Qoonitaat menyebarkan himbauan kepada tetangga, teman, saudara dan kenalan untuk menyumbangkan barang bekas layak pakai. Bagaimanakah reaksi orang-orang?

Segera saja bertumpuk-tumpuk barang bekas terkumpul di markas  MT Qoonitaat.  Gelombang pengumpulan barang-barang bekas layak pakai terus mengalir.  Kebanyakan orang-orang yang menyumbang malah berterima kasih karena tak lagi pusing memikirkan akan dikemanakan barang-barang bekas  mereka.  Selain itu mereka pun senang bisa beramal tanpa merogoh kantung.


Lalu, anggota MT Qoonitaat bersama-sama mulai mensortir barang yang terkumpul itu. Barang  berupa pakaian wanita, pakaian pria, baju anak-anak, baju bayi, sepatu, tas, boneka, jilbab, sarung, kain,  alat rumah tangga, sepeda, TV hingga stroller bayi di kelompokkan berdasarkan klasifikasinya.

Apa yang dilakukan selanjutnya? Ibu-ibu MT Qoonitaat kemudian menyebarkan info bazaar amal melalui BBM  dan selebaran yang dibagi-bagikan di kampung-kampung sekitar perumahan. Targetnya adalah kaum dhuafa.

Lalu, untuk mengubah tumpukan barang bekas menjadi modal kegiatan amal ,digelarlah bazaar amal di halaman masjid Rosniah Al- Achmad tanggal 6 Juli 2014.



Di atas karpet panjang berwarna hijau, Ibu-ibu MT Qoonitaat menggelar barang bekas layak pakai.  Tak lama kemudian, orang-orang berduyun-duyun datang memenuhi halaman masjid. Orang-orang yang terdiri dari ibu-ibu, anak-anak, remaja, hingga nenek-nenek berdesakan menyerbu barang dagangan.



Makin siang, makin ramai. Ibu-ibu bagaikan tenggelam dalam lautan manusia. Meskipun dalam keadaan puasa, tapi semangat tetap menyala.
 Sepeda dan Baby Stroller di jual dengan cara lelang
Bu Medi dengan penuh semangat berteriak-teriak mempromosikan baju-baju, sementara Bunda Manan duduk dengan kalemnya, tapi jilbab dagangannya habis terjual lho!   Bu Yati menawarkan dagangannya berupa sepeda dan stroller bayi dengan sistem lelang. Sementara Bu Tetty, Bu Joko, Bu Dewi,  Bu Evie,Bu Wita, Bu Leni, Bu Anggi, Bu Any  dengan gaya mereka masing-masing.

 Bunda Manan , gaya jualannya paling kalem , tapi menghasilkan uang paling banyak. 
Berjualan untuk mencari keuntungan dengan berjualan untuk amal tentu beda rasanya.  Kalau untuk mencari keuntungan, rasanya puas bila bisa menjual barang dengan harga tinggi. Tapi itu tak sebanding dengan rasa haru bila bisa memberi harga murah bahkan bonus gratis kepada yang membutuhkan. Seorang nenek terlihat senang sekali ketika diberi  sepotong baju gratis karena uangnya tak cukup untuk membayar barang-barang yang diminatinya. Senyumnya itu seperti menularkan keharuan dan rasa yang tak bisa dilukiskan,  rasa itu bernama “ kasih sayang”.
 Senyum bahagia seorang nenek yang mendapat sebuah  baju gratis 
Demikian juga pada seorang Ibu yang menawar baju seharga Rp. 5000 menjadi Rp. 4000,- Tentu saja diberikan keringanan kepada ibu itu, meskipun penjual harus menombok seribu rupiah, tak masalah setelah dibayar dengan senyum bahagia si Ibu.

Matahari telah tinggi,  barang-barangpun tinggal sisa-sisanya saja. Pengunjung telah beranjak pulang. Mulailah Ibu-ibu Qoonitaat menghitung perolehan mereka dengan riang. Alhamdulillah terkumpul dana sejumlah 6 jutaan, ditambah sumbangan uang tunai dari donatur totalnya mencapai 8 juta-an  rupiah. Hayooo... kalau sudah begini siapa yang masih  meremehkan barang bekas? Ternyata barang bekas layak pakai masih memiliki nilai ekonomis lho..
 Ibu-Ibu  MT Qoonitaat dengan gembira menunjukkan  uang hasil bazaar amal
Lalu ibu-ibu duduk-duduk santai sambil merundingkan rangkaian kegiatan selanjutnya. Rencananya, uang hasil kegiatan bazaar amal ini akan dibelikan paket-paket sembako. Satu paket seharga Rp. 60.000, -akan dijual  murah  seharga Rp. 30.000,- pada kaum dhuafa untuk meringankan beban mereka.

Rangkaian kegiatan amal selanjutnya dilaksanakan tanggal 14 Juli 2014 bertempat di markas Qoonitaat. Bazzar sembako murah berlangsung dalam waktu relatif singkat. Ratusan paket sembako  habis dibeli kaum dhuafa.
Penjualan paket sembako murah 

Dana yang terkumpul dari penjualan sembako murah rencananya akan  dimanfaatkan untuk memberi bingkisan dan makanan berbuka puasa untuk anak-anak panti asuhan.

Setelah berunding, disepakatilah acara akan diadakan di  resto cepat saji Mc. Donald yang berlokasi di Jl. Juanda Bogor. Beberapa Ibu kemudian mendatangi resto itu untuk memesan tempat.

Niat baik menghasilkan sesuatu yang baik. Rezeki tak terduga datangnya. Manager Mc. Donald mengungkapkan bahwa pihak mereka memiliki program “SADORA” atau Safari Dongeng Ramadhan yang akan dilaksanakan tanggal 16 Juli, bertepatan dengan rencana Ibu-ibu Qoonitaat. Kebetulan pihak Mc. Donald masih bingung mencari-cari panti asuhan mana yang akan diajak dalam program ini. Lalu sang manager menawarkan anak-anak panti asuhan dalam naungan Qoonitaat untuk menghadiri acara tersebut.   Mc. Donald memberikan makanan secara gratis dari sumbangan para karyawannya.  Sehingga MT Qoonitaat hanya tinggal menyiapkan bingkisan saja.

Tentu saja ini kabar gembira. Dana yang tadinya untuk membayar makanan anak-anak panti asuhan, bisa dialihkan kepada anak-anak lain yang membutuhkan. Setelah berunding, Ibu-ibu MT Qoonitaat sepakat menyumbangkan uang hasil kegiatan amal untuk anak-anak penghafal Qur’an dari Huda Cendekia.

Rencana pun berkembang, di hari yang sama  akhirnya diadakan dua acara amal. Yang pertama berlangsung di Mc. Donald, bersama anak-anak panti asuhan Target Peduli. Yang kedua berlangsung di markas Qoonitaat, bersama anak-anak penghafal Qur’an  dari Huda Cendekia.

Acara Safari Dongeng Ramadhan berlangsung meriah. Empat puluh anak panti asuhan diajak bergembira menikmati hiburan lagu dan dongeng yang disampaikan oleh Kak Heru, seorang pendongeng yang sering mengisi acara TV nasional.
 Kak Heru menghibur anak-anak panti asuhan dengan lagu dan dongeng yang seru
Raut gembira anak-anak panti asuhan  makin berseri kala mereka mendapat paket bingkisan dan makanan untuk berbuka puasa.

Di markas MT Qoonitaat, 50 orang anak penghafal Qur’an telah berkumpul memenuhi undangan.  Ibu-ibu MT Qoonitaat-pun hadir bersama mereka. Acara dibuka dengan tausiyah dari Kang Gun, tentang hikmah beribadah di bulan Ramadhan. Lalu Ibu Guru Rohmatul Ummah Sanusi mengajak para santri penghafal AlQur’an menunjukkan kemampuan mereka melantunkan hafalan  ayat-ayat Al Qur’an. 
Yusuf, seorang santri penghafal Al Qur'an berusia 8 tahun 
Ketika azan maghrib berkumandang, semua yang hadir  menyantap takjil yang disediakan. Setelah shalat mahgrib, acara makan bersama pun berlangsung.

Senang sekali melihat anak-anak makan dengan lahapnya. Mereka mencoba semua hidangan dengan antusias.
Makan Bersama

Acara penutup adalah pemberian uang  dari hasil rangkaian kegiatan amal dan bingkisan lebaran berupa Al Qur’an, sarung dan peci  yang berasal dari  sumbangan Ibu-Ibu MT Qoonitaat. 

Pembagian bingkisan dan uang 

Terbayarlah sudah jerih payah Ibu-ibu MT Qoonitaat selama berhari-hari mempersiapkan rangkaian kegiatan amal. Wajah-wajah ceria anak-anak panti dan penghafal Al Qur’an seolah memberikan energi positif. 
MT Qoonitaat


Memang benar adanya, berbagi itu membahagiakan.


10 komentar:

Pakde Cholik mengatakan...

Kreasi seperti ini sangat mengasyikkan dan bisa menjadi ladang rezeki.
Terima kasih artikelnya yang bermanfaat.
Salam hangat dari Surabaya

L I N D A mengatakan...

keren, dari satu kegiatan amal menjadi pintu bagi kegiatan amal lainnya, postingan inspiratif :)

Dewi Sutedja mengatakan...

@Pakde Cholik salam hangat juga dari Bogor. terimakasih sudah mampir

Dewi Sutedja mengatakan...

@Linda : Terimakasih sudah baca postinganku...

Indah Juli mengatakan...

Subhanallah, keren kegiatannya. Bermanfaat banget.
semoga berjalan terus ya :)

Arrin Rosmala mengatakan...

Keren Mba, alur kebaikannya saling menyambung dengan cara yang unik :)

turiscantik.com mengatakan...

Subhannalloh..Allah SWT bless you and your friends mbak.

Dewi Sutedja mengatakan...

@Indah Juli : Aamiin..

Dewi Sutedja mengatakan...

@Arrin Rosmala ; Alhamdulillah

Dewi Sutedja mengatakan...

@Turis cantik : Aamiin... terimakasih dukungannya