Minggu, 22 Juni 2014

Iga Ayam Bakar : Menu Khas Nami Island



 Saat jalan-jalan di Nami Island-Korea Selatan, Mr. Danny, sang tour leader yang orang asli Korea membawa kami makan siang di resto Seomhyanggi dengan menu yang sangat dibanggakannya. “ Menu iga ayam bakar ini paling terkenal seantero Korea Selatan.” Katanya.
Kami langsung bertanya-tanya. “ Bagaimana sih bentuk daging iga ayam? Ayam kok ada iga-nya?”
Mr. Danny tersenyum dan melanjutkan penjelasannya. “ Sebenarnya ini daging  ayam yang dibentuk sedemikian rupa sehingga mirip iga. Diberi nama  iga ayam untuk membuat wisatawan penasaran ingin mencobanya.”
Seomhyanggi adalah resto yang cukup nyaman. Bukan resto bergaya modern, tapi bergaya tradisional.
Meski angin  musim gugur sesekali menerjang mengantarkan dingin, kami memilih duduk diteras restoran agar lebih menyatu dengan  suasana alam yang indah.
Sebuah meja panjang dari kayu coklat  berpernis  dengan bangku yang dibuat menyatu dengan konstruksi menyerupai konsol yang bertumpu pada kaki meja telah disiapkan untuk kami. Di atas meja  tersedia berbagai macam sayuran khas Korea, kimchi, yaitu sayuran yang diberi bumbu lalu  di fermentasi sehingga menghasilkan rasa asam dan sedikit pedas . Selain itu ada selada segar, taugo,  cabe hijau, dan botol air minum.  Nasi putih yang pulen dan lengket seperti ketan terhidang dalam mangkuk stainless tertutup, sehingga tetap hangat. Lalu ditengah meja terdapat tungku untuk memanggang ayam.
Seorang pelayan kemudian menyalakan tungku. Dia mengambil potongan ayam yang besar. Dengan gunting dipotongnya daging ayam itu hingga berukuran lebih kecil dan berbentuk seperti iga. Selanjutnya, dia menyusun  potongan-potongan iga ayam berlumur bumbu berwarna kuning itu atas tungku . Bara api menyala, proses memanggang pun dimulai.
Asap beraroma sedap mengepul, menyelinap dalam indra penciuman kami, sungguh menggoda. Akibatnya, perutku makin keroncongan, air liur memenuhi rongga mulutku akibat membayangkan rasanya... Duuuh...  tak tahan lagi ingin cepat-cepat menyantap iga ayam yang menggiurkan itu!
“Sudah matang belum, Kang? “ Aku bertanya pada suamiku.
“Sabar. Sebentar lagi.” Ujar Akang sambil membolak-balik potongan iga ayam dengan menggunakan pegangan berbentuk capit.
Mr. Danny menghampiri kami sambil tersenyum-senyum.
“ Bagaimana cara makan iga ayam bakar ini, Mr. Danny? “  Tanyaku.
“ Begini caranya.”
Mr. Danny mengambil selembar daun selada, lalu dengan sumpit dia mengambil sepotong iga ayam bakar yang sudah matang. Iga ayam itu diletakkannya di tengah-tengah daun selada. Selanjutnya dia mengambil sepotong kimchi sawi dan tauge, yang juga diletakkan di atas iga ayam. Dengan cermat dibungkusnya iga ayam beserta sayuran dengan daun selada, lalu memakannya.

“Waaah... repot ya!” Seruku.”  Untuk perut yang sudah meronta-ronta seperti ini, mana bisa bersabar harus bikin “prakarya” membungkus-bungkus iga ayam dulu. Keburu kelaparan.”
Mr. Danny tergelak. “ Kalau begitu silahkan makan, dengan cara apapun boleh.”
Iga ayam itu terasa lembut, tapi kenyal. Meski berlumur bumbu, tapi rasa bumbunya tidak kuat. Sedang saja. Rasanya sedikit pedas, sedikit asam dan gurih menyatu dengan sempurna di lidahku.
Aku mengunyah perlahan, meresapi  rasa lezat  yang memenuhi rongga mulutku. Tak heran kenapa masakan ini menjadi menu andalan kebanggaan Nami Island. Memang enak!
“Kunyah 30 kali, Neng!” Akang melirik sambil mengambil potongan iga ayam. Entah sudah berapa banyak iga yang berpindah dari tungku itu ke perutnya.
“Yaah, kalo mengunyah mesti 30 kali, rugi dong. Keburu iga ayamnya dihabiskan semua sama Akang.” Sahutku.
“ Ya, nggak apa-apa. Neng makan sedikit saja, jangan banyak-banyak. Nanti gendut. Yang capek membawa ransel camera belasan kilo dari tadi kan Akang. “ Ekspresi iseng diwajah Akang membuatku gemas.
“ Ogah!” Sergahku, lalu kuambil lagi potongan iga ayam, 5 potong sekaligus.
Akang melongo.
“ Yaah, Neng!... Sisain dong!”

“Hihihi....”

2 komentar:

dewi rieka mengatakan...

Waa, asiknya bisa hanimun lagi mba, moga ada kesmepatan juga kesana..salam kenal yaa :)

Dewi Sutedja mengatakan...

b Dewi Rieka : Salam kenal juga.... Terimakasih sudah berkunjung ke sini.