Kamis, 26 Mei 2011

Menjemput Impian Jalan-Jalan ke Eropa


Dulu, waktu aku masih kanak-kanak , aku berteman dengan dua kakak beradik yang rumahnya bersebarangan dengan rumah kakekku. Dani dan Dian kakak beradik itu, sangat mempesona di mataku. Dani ganteng, dan Dian cantik. 

Mereka juga berbeda dibanding teman yang lain. Tubuh mereka tinggi, kulit putih, hidung mancung dan mata kebiru-biruan. Waktu aku tanya mamiku kenapa Dani dan Dian berbeda, mami bilang bahwa mereka keturunan Holland atau Belanda, dari ibu mereka,sedangkan ayah mereka orang Jawa. Itulah pertama kali aku mendengar tentang Belanda.

Pernah beberapa kali aku diajak main kerumah Dian dan Dani. Aku bertemu dengan ibu mereka yang bule.Makin terpesonalah aku. Maklum saat itu di lingkungan tempat tinggalku jarang sekali ada orang asing dari Eropa. Pajangan berupa miniatur kincir angin , boneka dengan baju tradisional Belanda dan lukisan pemandangan alam Holland yang dipajang di ruang tamu mereka semakin membuatku tertarik untuk mengunjungi negri itu suatu saat nanti

Seiring waktu, bukan saja negeri Belanda yang membuatku tertarik untuk datang ke Eropa, tapi juga negara-negara lain seperti Italy, Swiss, dan Perancis. Italy dengan negeri Vatican dan bangunan-bangunan bersejarahnya, Swiss dengan pegunungan dan alam yang cantik dan Perancis dengan kota Paris yang merupakan salah satu pusat mode dunia. Semua itu bikin aku kepingin sekali mengunjungi benua Eropa.

Keinginan itu harus terpendam puluhan-tahun, sampai akhirnya pada suatu hari aku membuka account facebookku. Mataku langsung tertuju pada deretan foto-foto temanku yang sedang kuliah di Belanda. Di album itu, banyak sekali foto-foto sang teman dengan latar belakang tempat-tempat bersejarah dan tempat wisata di Eropa Barat. Misalnya di Colloseum, menara Pisa, menara Eiffel, kebun bunga Keukenhoff dan lain-lain. Foto-foto itu makin mebuat keinginanku ke Eropa makin membuncah.

Iseng aku kirim BB Messenger ke suami yang sedang kerja di lapangan.
” Sayang, ada foto-foto teman di Eropa, bagus-bagus banget. Pengen sekali ke Eropa..”tulisku. 
Tak lama datang balasannya.” Kalau berani pergi sendiri ke Eropa, ya berangkat saja.”
 “Bagaimana dengan anak-anak?” tanyaku ragu.
 “ Beres. “. Balas suamiku Jawaban singkat yang sangat indah .Woww…. Rasanya ada pelangi menari-nari dihati. Ha..ha..

Suami menyarankan aku ikut tour dari travel agent, karena dia khawatir juga kalo aku benar-benar pergi sendiri. Saat aku membayangkan pergi sendiri, kayaknya kurang asyik. Enaknya ada satu orang teman untuk sharing. Tapi siapa ya yang mau juga jalan-jalan ke Eropa? Tanganku sibuk membuka adress book di BB, langsung terfikir untuk menghubungi Mariska, sahabatku saat kuliah. Mariska dulu meniti karier tapi sejak suaminya ditugaskan ke luar kota dia memilih jadi ibu rumah tangga. Siapa tahu…

Teleponku langsung diangkat. Diseberang sana suara Mariska terdengar riang, tidak banyak basa-basi aku langsung tanya.” Mau jalan-jalan ke Eropa gak? Aku mau berangkat nih, tapi gak enak kalau sendirian.” Begitu kataku. Hening sejenak, lalu diseberang sana Mariska bertanya sama suaminya yang rupanya ada di dekatnya. Tak lama dia menyahut.” Mau, Wi. Aku boleh sama suamiku.” Serunya riang. Horeee…

MENGURUS PASSPORT

Lalu mulailah persiapan kami lakukan. Mula-mula adalah mengurus passport.Setelah cari tau baik dari internet maupun bertanya pada yang sudah pernah mengurus passport, berangkatlah aku ke kantor imigrasi Bogor.

Sebenarnya bisa juga mengurus passport dengan cara online lewat web imigrasi, tapi tetap saja harus datang ke kantor imigrasi untuk foto dan ambil sidaik jari. Sekalian bagi-bagi pengalaman buat yang mau mengurus passport, proses pengurusan passport adalah sebagai berikut :

1. Bawa KTP, akte kelahiran, surat nikah, ijazah (SD, SMP, SMA, atau Sarjana, apa saja boleh, hanya untuk dicocokan dengan akte kelahiran)semuanya di foto kopi. Bawa semua, baik yang asli maupun foto kopinya.
2. Datang pagi-pagi, kalau perlu jam 7 pagi karena yang berminat membuat passport setiap hari banyak sekali. Jadi supaya tidak terlalu lama antri dan cepat dapat giliran, ya harus pergi pagi-pagi.
3. Begitu sampai, ambil formulir dan beli map khusus yang harganya Rp. 15.000,- lalu minta formulir satu lagi pada petugasdi depan pintu masuk.
4. Isi formulir dengan benar, tanda ta ngani. Masukkan foto kopi dokumen ke dalam map.
5. Ambil nomor antrian. Tunggu sampai dipanggil. Lalu waktu dipanggil akan diperiksa kelengkapan dokumen, lalu akan diberi tahu kapan harus balik lagi ke kantor imigrasi untuk foto dan ambil sidik jari.
6. Sesuai waktu yang ditentukan, datang lagi ke kantor imigrasi untuk membayar (tarif resminya Rp. 255.000) di foto dan ambil sidik jari.
7. Tunggu lagi, sampai dipanggil untuk interview dan tanda tangan passport. Nanti akan diberi tahu kapan passport bisa diambil.
Proses itu membutuhkan waktu yang cukup lama, dan harus beberapa kali datang ke kantor imigrasi. Sudah jadi rahasia umum kalau mengurus passport ada “ jalur cepat”nya, yaitu dengan minta batuan orang, baik itu calo ataupun petugas Imigrasinya. Tentu saja dengan memberi sejumlah uang yang lebih besar dari tarif resmi biaya pembuatan passport.
Untunglah semua proses berjalan lancar. Aku dan Mariska akhirnya bisa melangkah ke step selanjutnya setelah passport kami selesai.

6 komentar:

lili setiawan mengatakan...

mampir lagi ni,,,

Punya impian lama yaitu untuk pergi ke eropa akhirnya bisa terlaksana juga menerima kenyataan itu pasti hatinya pasti berbunga-bunga di tambah restu dari suami sudah di kantongi

o iya terimakasih buat infonya sudah cape2 rela menyelipkan informasi tentang cara pembuatan atau mengurus passport orang awam seperti saya jadi tau proses pembuatan passport siapa tau bisa terbang ke eropa seperti mba,,,hehehe,,,,amiennnn :)

Di tunggu kunjungan baliknya mba juli di blog saya jangan lupa komentarnya,,,terimakasih :)

Rahardjo Sudiyono mengatakan...

Terima kasih bu Dewi, saya akan baca dengan seksama, soalnya, saya tidak terbayang waktu bu Sewi menuliskan catatan itu apa selama, atau sesudah Tur berlangsung ? Oh iya boleh saya di Tag in foto2 selama Tur ya. Terima kasih sekali lagi bu Dewi. Salam kami sekeluarga untuk Bapak dan kel. di rumah.

Anonim mengatakan...

Saya Bambang Suprihatin dari Salatiga di Math Unsri. Ahhamdulillah tahun ini Insya Alloh saya berkesempatan studi di Leiden University Belanda. Trimaksh info wisata Eropanya. Kan lumayan, kalo dah penat belajar bisa jalan-jalan ke Seluruh Eropa yang cukup 1 visa. Iya kan Bu..??
Salam,

Budiyono mengatakan...

Kok di
suruh pergi senidiran bu...akan lbh indah jika sama anak2 dan bojo. Disaat bahagia di sana, pasti ingat anak2 kan...??
Just a comment

Fika Malik mengatakan...

makanan yang hasil di sekitar menara eiffel ada ndak > :D
[url=http://www.pakettourandtravel.web.id/2013/03/paket-wisata-muslim-ke-eropa-belanda-jerman-swiss-paris.html]wisata eropa[/url]

Dream Tour mengatakan...

pengalamannya sangat menarik ka, jangan lupa cek juga itinerary Muslim Tour Eropa sama Paket Umroh Desember 2016. Terimakasih